
"Aku juga akan mengambil keputusan Van, aku memilih juga mundur tapi tidak akan meninggalkan kota Jakarta dan tempat kelahiran kita karena jika aku memilih untuk seperti itu, sama saja dengan tidak sabar dan tidak ingin berdamai dengan masa lalu apa lagi tidak move-on, aku juga memenuhi keinginan Papi untuk bekerja di Perusahaan dan menerima pertunangan yang sudah direncanakan oleh papa dan mama Van," terangnya Jingga dengan diakhiri ada tetesan embun yang terletak di pelupuk matanya itu yang hanya tersisa menunggu waktu yang tepat saja.
"Ya Allah… anakku ternyata kalian menyimpan rasa dan cinta untuk pria yang sama sekali tidak mencintai kalian, ya Allah… kenapa kisahnya putriku kembali terjadi seperti yang aku alami dulu, harus hidup dalam rasa semu mencintai dan berharap pada suaminya orang," batin seseorang yang ternyata sedari tadi memperhatikan gerak gerik keduanya dan menjadi pendengar setia sesi curhatan keduanya.
"Nyonya Livia apa kita masih disini atau pulang kembali ke kantor?" Tanyanya sang sekretaris yang sedari tadi setia berdiri di belakangnya mengikuti kemanapun langkah kakinya orang nomor satu di perusahaan tempatnya bekerja melangkah.
"Kita pulang saja, karena akan datang delegasi Perwakilan dari Jepang," jawabnya Nyonya Vivian.
"Bagaimana dengan Nona Vanessa, apa tidak perlu ditunggu Nyonya?" Tanyanya Andini sekretarisnya yang kadang kala menundukkan kepalanya jika selesai berbicara.
"Biarkan saja mereka bersantai dan menikmati kebersamaannya, karena Vanessa akan berangkat dalam tiga hari lagi ke Shanghai, dia lebih memilih ke sana daripada menyetujui pertunangannya itu," ujarnya Bu Livia.
Bu Livia adalah seorang janda kaya yang baru jalan enam tahun menikah suaminya harus meninggal dunia dalam kecelakaan hingga dia lebih memilih menjadi single parent hingga detik itu juga.
"Tolong persiapkan mobil, kami akan pulang sekarang juga kembali ke perusahaan," tuturnya Andini saat menelpon supir pribadi mereka.
"Baik Nona, perintah siap dilaksanakan," jawabnya Pak supir.
Mereka meninggalkan butik tempat mereka beberapa saat yang lalu mengunjungi Mall tempat pertemuan dengan kliennya yang dari Korea Selatan.
"Ya Allah… kenapa nasib percintaanku dulu harus diderita oleh putriku? Cukup aku yang menderita harus hamil benih dari pria yang sudah menikah," batinnya Nyonya Livia.
Nyonya Livia berjalan dengan pikirannya yang bercabang kemana-mana. Ia kembali teringat sekitar 25 tahun. Saat dirinya harus merelakan kehormatannya kepada pria yang baru beberapa jam yang dikenalnya itu.
Flashback on..
Awal pertama dan terakhir kalinya mereka bertemu dan juga sekaligus perpisahannya. Beberapa bulan kemudian saat dirinya yang baru saja diketahui jika dia hamil empat bulan, Livia memutuskan untuk kembali ke tanah air dalam keadaan hamil.
__ADS_1
Biasanya kebanyakan perempuan jika harus terpaksa hamil diluar nikah mereka akan terpukul, sedih dan hancur hidup dalam penyesalan tapi hal itu tidak berlaku untuk Livia. Saat dia mengantongi identitas pria yang berhubungan dengannya satu malam itu one night stand nya itu, dia bergegas kembali ke tanah air.
Tetapi, apa yang dia dapatkan saat sampai di depan kediaman kedua orang tua di pria Janur kuning telah melambai di depan rumahnya lelaki yang telah menghamilinya itu. Dengan kedua pasang matanya, ia mengetahui dan melihat Fuad menikah dengan wanita lain.
Air matanya luruh, membasahi seluruh wajahnya. Hatinya hancur berkeping-keping terasa ada pisau tajam yang menusuk hati dan jantungnya itu. Sejak itu ia memutuskan untuk menetap di Indonesia, Jakarta sampai Anak-anaknya lahir ke dunia ini.
Betapa bahagianya saat mengetahui jika dirinya akan mendapatkan dua sekaligus anak yaitu anak kembar. Dia telah bertekad untuk menjaga kandungannya hingga melahirkan tanpa sepengetahuan dari kedua orang tuanya dan keluarga besarnya.
Tapi, sepintar-pintarnya tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Pepatah itu sangat cocok untuk menggambarkan kisah hidupnya. Hanya sekitar lima 15 menit saja dia melahirkan dengan selamat kedua anak kembarnya, ia harus dipisahkan dan rela hidup terpisah dari kedua anaknya dengan terpaksa.
"Papi!!! Aku mohon jangan bawa pergi anak-anakku!!" Teriaknya Livia muda saat itu.
"Papi cukup memberikan kamu waktu dan izin untuk melahirkannya ke dunia ini, tapi Papi tidak akan pernah mengizinkan kamu untuk merawatnya dan melihat keduanya besar!!" Jangan harap dan jangan bermimpi yang terlalu tinggi!!" Geram Pak Dufton dengan wajahnya yang sangar dan penuh dengan amarah.
"Papi! Aku mohon kasihanilah aku , biarkan aku mengecup dan memberikan asi kepada anakku untuk terakhir kalinya Papi," iba Livia yang hampir saja terjatuh di atas ranjang bangkar Rumah Sakit karena berusaha untuk mengejar papinya itu.
"Aku akan memenuhi semua permintaan papi apapun itu walaupun harus menikah dengan pria pilihan papi, asalkan untuk pertama kalinya dan terakhir aku ingin memeluk dan menggendong mereka Papi, lihatlah mereka menangis Ingin asi," rengeknya Livia yang memohon belas kasih kepada Papinya itu.
Pak Dufton menatap ke arah anak buahnya lalu memberikan kode untuk memenuhi permintaan dari putri tunggalnya itu.
"Papi, tolong Adzanin keduanya Pi, kasihan belum diadzankan sekalipun," pintanya setelah berhasil menyusui dan menenangkan kedua bayinya yang masih merah itu.
Permintaan kedua dari Livia dikabulkan oleh Pak Hamilton Duxton. Setelah semuanya selesai, Livia pun dipisahkan oleh kedua buah hatinya. Ibu mana yang tidak akan sedih dan hancur saat harus dipisahkan oleh darah dagingnya. Hanya sekali dalam hidupnya diberikan asi.
Tangis sedih, pilu, ratap yang tidak berkesudahan itu dialami dan dirasakan oleh Livia hingga hampir dua tahun lamanya dan disaat itu pula lah dia dijodohkan dengan pria yang rela menerima segala sesuatu kekurangannya.
"Bawa mereka ke rumah ayah kandungnya dan berikan surat ini!!" Perintah Pak Hamilton Duxton.
__ADS_1
Anak buahnya yang diperintahkan oleh Pak Hamilton segera melaksanakannya dan mengantar kedua bayi tidak bersalah itu. Tetapi diluar dugaan dan kendali ternyata, sesampainya di rumah besar itu ternyata bayinya malahan tanpa sepengetahuan papa kandungnya, bayi malang itu malah dibawah ke panti asuhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.