Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 98. Vanesa dan Jingga


__ADS_3

Beberapa orang bergantian menggedor-gedor pintu dan kaca mobil mewah tersebut. Hingga tidak butuh waktu lama seseorang keluar dari dalam mobil yang kebetulan duduk di balik kemudi mobil.


Seorang gadis yang cukup cantik dengan pakaian yang serba mahal dan mewah itu terlihat dari bentuk potongan dan model dari pakaiannya itu. Dia berjalan ke Hyuna yang dikerumuni oleh banyak warga Masyarakat yang kebetulan sudah memenuhi area lokasi depan masjid tersebut.


"Mbak tidak apa-apa kan?" Tanyanya gadis cantik itu dengan raut wajahnya yang cukup gelisah, ketakutan dan kecemasan yang bercampur menjadi satu bagian dalam hati dan pikirannya.


"Vanessa! Bagaimana dengan orang yang kamu tabrak?" Tanyanya Jingga yang ikut khawatir dan takut jika harus berhubungan dengan pihak kepolisian.


Vanesa yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya terdiam dengan debaran jantungnya yang mulai berdegup kencang karena takut dan juga khawatir.


Sahabatnya itu bernama Jingga yang baru saja dijemputnya dari Bandara internasional Soekarno Hatta. Jingga yang baru pulang dari UK Inggris London setelah menyelesaikan pendidikannya S2nya di sana dalam usianya yang masih terbilang sangat muda itu.


"Mbak ini cantik-cantik tapi kok bawa mobilnya gak hati-hati sih, lihat kasihan Mbak yang tertabrak lihat dia masih ketakutan Walaupun hanya luka ringan yang dideritanya," tuturnya salah satu Bapak diantara mereka.


"Maaf Pak, aku tadi tidak sengaja," jawabnya Vanesa sambil tertawa cengengesan mendengar perkataan dari warga masyarakat.


"Ini sih gara-gara kamu yang main hp sambil nyetir mobil, padahal aku sudah ingatkan dan larang tapi yah gitu deh, kamu gak peduli dengan larangan aku tadi," ketus Jingga dengan wajahnya yang sedikit kesal dengan ulah temannya itu.


"Iya aku tahu, makanya aku ingin tanggung jawab dengan Mbak ini," pungkasnya Vanessa yang jongkok di hadapan Hyuna.


Vanessa Hudgens jongkok di hadapan Hyuna yang keadaannya sudah membaik karena ada salah satu ibu-ibu yang memberikan padanya segelas air putih.


"Maaf Mbak kalau bisa diantar saja dulu ke rumah sakit untuk memastikan apa Mbak ini mengalami luka atau tidak," saran seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"Iya Van, sebaiknya kita ke rumah sakit saja, aku takut jika terjadi sesuatu kepada dia," usul Jingga lagi.


"Tidak perlu, aku sudah baikan, lagian aku baik-baik saja kok, kalian tidak perlu khawatir tentang keadaan aku," timpalnya Hyuna yang berusaha berdiri dari posisi duduknya itu.

__ADS_1


"Kalau gitu aku antarin kakak pulang yah, gimana?" Tanyanya Vanesa yang menawari bantuan untuk mengantar Hyuna pulang.


Hyuna hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan warga masyarakat yang sempat berkumpul sudah membubarkan diri mereka masing-masing karena sudah waktunya shalat dzuhur. Vanessa segera membantu Hyuna untuk berjalan kemudian mereka masuk ke dalam mobil.


Jingga memperhatikan wajah Vanesa dengan Hyuna dan membandingkan keduanya," kenapa semakin aku perhatikan, wajah mereka semakin mirip saja, seolah-olah mereka itu kakak adik saja."


Hyuna menyebutkan alamat rumahnya, Vanesa sesekali berbincang-bincang santai bersama dengan Hyuna sedangkan Jingga tidak henti-hentinya diam-diam memperhatikan Hyuna dengan Vanessa.


"Kata orang di dunia ini, banyak orang yang wajahnya mirip walaupun mereka sama sekali tidak ada hubungan darah sekalipun," batinnya Vanessa.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan rumahnya bersamaan dengan mobil hitam dengan simbol kuda jingkrak itu yang terparkir juga di belakang mobilnya Vanessa.


Mereka berjalan beriringan ke arah dalam rumah Pak Hasan. Tapi, kedua gadis yang bersama dengan Hyuna langkahnya terhenti saat melihat siapa sosok orang yang turun dari mobil tersebut.


"Abang Dastan," cicitnya Jingga.


"Kakak Austin," lirihnya Vanessa.


Kedua perempuan cantik itu tidak menyangka jika akan kembali bertemu dengan laki-laki yang telah menjadi pria pengisi relung hati mereka.


"Hyuna!! Apa yang terjadi padamu Dek?" Pekik Dastan yang melihat Hyuna berjalan dengan sedikit terpincang-pincang sambil dipegang oleh Vanessa bagian sebelah kanan sedangkan Jingga dibagian kiri tangannya Hyuna.


"Kakak!" Ujarnya Hyuna yang berdiri mematung menunggu kedatangan Dastan yang berjalan ke arah mereka.


"Apa hubungannya Mbak cantik ini dengan Abang Dastan? Apa jangan-jangan mereka ada hubungan spesial atau apa karena gara-gara perempuan ini lah sehingga Abang Dastan selalu menolak cintaku?" Batin Jingga.


"Kak Austin juga ada di sana bersama cowok yang disukai oleh Jingga selama ini? Apa mereka sama-sama menyukai dan memperebutkan wanita yang aku tabrak tadi yah?" Vanessa membatin dengan berbagai macam pemikirannya yang belum tentu sesuai dengan faktanya.

__ADS_1


......................


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.

__ADS_1


__ADS_2