
Livia," sapanya Pak Fuad yang sejak tadi seolah kehadirannya sama sekali tidak diketahui oleh Bu Livia mantan pacarnya dimasa mudanya dulu ketika kuliah fi luar negeri
Bu Livia menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, betapa terkejutnya ia melihat siapa sosok pria yang memanggil namanya. Matanya terbelalak sempurna melihat siapa orang itu.
"Mas Fuad," beonya Bu Livia.
Hyuna dan Dastan saling bertatapan satu sama lainnya karena untuk pertama kalinya melihat kedua orang tuanya bersamaan.
__ADS_1
"Pasti Anda mengenal pria ini begitupun juga anda mengenal perempuan itu," ketusnya Dastan.
Hyuna memegangi punggung tangan kakaknya itu," Abang jangan seperti itu, gimanapun mereka adalah ke-dua orang tua kita, sebaik ataupun sejahat-jahatnya mereka tetap papa dan Mama kita berdua, jika mereka tidak ada pasti kita juga tidak akan hadir di dunia ini dan saya yakin mereka punya alasan sendiri kenapa kita berdua dititipkan pada orang lain di panti asuhan," bujuknya Hyuna dengan berusaha menenangkan dan memberikan pengertian kepada abangnya itu.
Bu Livia kembali duduk di tempatnya dan menenggak minumannya yang baru saja datang.
"Baiklah Mama akan jelaskan kepada kalian kenapa saya terpaksa menitipkan kalian di panti asuhan,"
__ADS_1
Bu Livia meraih kedua tangan anak-anaknya, "Saya meminta maaf kepada kalian, awalnya saya memang menitipkan kalian di panti asuhan dan berjanji akan datang kembali mencari kalian setelah Mama lulus kuliah karena tidak mungkin saya kuliah sambil menjaga kalian berdua, sedangkan kedua orang tuaku menentang keberadaan kalian berdua, makanya mama mengambil jalan pintas tersebut, kalau kalian mau marah ataupun membenci mama tidak apa-apa kok, Mama tidak bakalan memaksa kalian untuk menyayangi Mama karena yang paling penting adalah Mama sudah menemukan kalian berdua itu sudah cukup bagi Mama," ujarnya Bu Livia yang sesegukan dalam tangisnya itu.
Hyuna segera meraih tissue untuk mengusap air matanya Bu Livia yang mengalir membasahi pipinya itu.
"Mama,kami sangat memaklumi apa yang terjadi pada mama dulu, mungkin jika hal ini terjadi pada aku mungkin aku sudah mengakhiri hidupku karena harus hamil tanpa suami sedangkan kedua orang tua mama menentang hubungan Mama dan kehadirannya kami berdua, Mama aku sangat menghormati Mama, saya mengetahui sekarang, dulu atau nanti bagiku sama saja tidak ada bedanya mama tetaplah perempuan yang telah berkorban dan berjasa besar mengandung dan melahirkan kami anakmu," jelasnya Hyuna.
"Ini semua kesalahannya Papa yang sudah berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab dan lebih memilih hidup dengan perempuan lain demi tidak ingin dicap anak durhaka dari pada menikahi perempuan yang sudah aku ambil kehormatan dan kesuciannya, maafkan lah papa semua kesalahan ini gara-gara papa bukan lah Mama kalian, Papa sungguh tidak menyangka jika mama kalian hamil andai Papa tahu pasti Papa akan bertanggung jawab dan mencari keberadaan kalian, ini terjadi karena kebodohanku," ratapnya Pak Fuad penuh penyesalan.
__ADS_1
"Percuma papa menyesali semuanya, karena nasi sudah menjadi bubur, terus bagaimana dengan istri dan kedua anaknya Papa bagaimana jika mereka tahu jika papa punya perempuan lain dan anak kembar apa yang akan Papa lakukan??"
Dastan menatap jengah ke arah papanya itu yang bekerja sebagai dokter bedah yang cukup terkenal dan disegani yang terdiam mematung tanpa berucap sepatah katapun mendengar perkataan dari mulut putra sulungnya itu.