Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 65. Kedatangan Manusia Jadi-jadian


__ADS_3

Senyuman liciknya selalu menghiasi wajahnya. Tubuhnya yang sudah sedikit melar karena kandungannya juga sudah semakin besar membuatnya seperti buntelan pakaian saja.


"Untung saja aku bisa memanfaatkan Denny Indrayana untuk selalu mengawasi gerak geriknya Hyuna jadi info apa pun aku dapatkan walaupun aku harus menyerahkan tubuhku ini sebagai gantinya, tapi aku sama sekali tidak rugi karena dia mampu membuatku berteriak keenakan," ungkapnya Diandra sambil berdiri di depan cermin besar yang ada fu dalam kamar pribadinya.


Guntur sedih mendengar curhatannya saat berbicara dengan Pak Hasan. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha untuk membahagiakan Hyuna apa pun caranya.


"Aku tidak akan mengijinkan kamu bersedih lagi dan cukup hari ini kamu menangis," batinnya Gunntur lalu menutup kembali pintu kamar perawatan Hyuna dengan rapat.


Guntur melanjutkan perjalanannya ke kantornya, karena baru saja Sekretarisnya memberikan informasi jika hari ini ada jadwal penting yang harus dia ikuti, yaitu meeting dengan beberapa investor asing yang berasal dari Korea Selatan dan Dubai. Jadi tepaksa dia mengurungkan niatnya untuk masuk bertemu dengan pujaan hatinya.


"Bapak,apa yang terjadi padaku apa karena aku banyak salah dan dosa sehingga Allah SWT menghukum dan mengujiku seperti ini?" Tanyanya yang baru saja melepas pelukannya pada tubuhnya Pak Hasan yang sudah dia anggap Bapaknya sendiri.


"Hyuna! Bukan karena kita punya banyak dosa atau salah saja Allah SWT memberikan ujian, tapi karena tingkat ketakwaan dan ketaatan kamu kepadaNya yang begitu besar sehingga kamu diuji apa kamu bisa sabar dan ikhlas menjalaninya atau kah tidak, Nak!" Tuturnya Pak Hasan.


Hyuna terdiam sambil menghayati dan merenungi perkataan Pak Hassan yang meluncur dari bibirnya. Pak Hasan sejujurnya sangat sedih melihat anak angkatnya mengalami cobaan yang begitu hebatnya.


"Jadi mulai sekarang Bapak minta cobalah untuk berusaha dan belajar mencoba menjadi orang yang selalu sabar dan rendah hati agar kamu lebih dewasa dalam menghadapi dan menjalani kerasnya kehidupan, kamu perlu tahu jika kamu tidak sendirian ada bapak dan ibu yang selalu ada untuk kamu saat sedih ataupun bahagia," tuturnya Pak Hasan dengan panjang lebar.


"Mungkin jalan yang terbaik aku harus memulai hidup baruku dan berusaha untuk melupakan semua yang telah terjadi dalam hidupku, aku akan berjuang keras untuk melupakan Mas Bagas," batinnya Hyuna.


"Sudah siang nak! Kamu harus makan siang dulu setelah itu barulah kamu minum obat biar kamu segera sembuh dan sehat kembali," ucapnya Pak Hasan.


Hyuna hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis ke arah Pak Hasan.


"Ya Allah… terima kasih banyak Engkau telah menghadirkan Pak Hasan dan Bu Tika dalam hidupku sehingga aku tidak lagi sendiri menghadapi kerasnya kehidupan di dunia ini," gumam Hyuna sambil menyuap makanan yang diberikan oleh Pak Hasan.


"Kamu anak yang baik, insya Allah… kamu akan menemukan kebahagiaan di luar sana dan bapak yakin kamu akan bertemu dengan pria yang benar-benar sangat mencintaimu dengan setulus hatinya," lirihnya Pak Hasan.


Beberapa saat kemudian, Hyuna sudah menyelesaikan makannya. Pak Hasan kemudian menyodorkan gelas yang berisi air putih dan beberapa butir jenis obat yang harus dia minum.

__ADS_1


Pintu tiba-tiba terbuka dari luar dengan cukup kuat dan keras. Pak Hasan dan Hyuna yang kebetulan mau beristirahat terganggu dengan kehadiran seorang wanita yang tidak pernah diharapkan dan ditunggu kehadiran.


Hyuna yang baru ingin merebahkan tubuhnya spontan menghentikan aktifitasnya lalu mengernyitkan keningnya karena tidak mengerti di mana dia bisa tahu kalau dia sedang di rumah sakit.


Diandra memperhatikan suasana di dalam kamar perawatan yang ditempati oleh Hyuna sambil bertepuk tangan," hebat… sungguh kamu hebat sekali baru jalan dua minggu minggat dari rumah suamimu ternyata punya uang banyak untuk menempati ruangan yang super mewah, apa jangan-jangan semua itu yang kamu pakai adalah hasil curian?" Tanyanya Diandra dengan menaikkan sebelah alisnya dan tidak lupa senyuman liciknya selalu menghiasi wajahnya.


Diandra berjalan dengan gaya khasnya yang songong bin congkaknya dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Kalau aku lihat tidak mungkin kamu dan bapak itu memiliki uang untuk menyewa kamar sebagus dan semahal ini, aku yakin dengan sangat untuk beli barang yang lebih murah dari bantalnya saja kalian tidak bakalan mampu untuk membelinya,"


Diandra menjeda perkataannya sebentar dengan memutar bola matanya dan memperhatikan dengan seksama ruangan tersebut, kecuali kalau kamu sudah dapat mangsa pria baru yang akan kamu jadikan priamu dan kamu akan jadi wanita simpanannya makanya kamu tega menggugurkan kandunganmu," sindirnya Diandra lagi.


Hyuna sama sekali tidak menggubris perkataan dari Diandra yang terkesan menghina dan menyindir Hyuna. Pak Hasan menatap ke arah Hyuna bergantian dengan Diandra perempuan yang sedang hamil dengan tubuhnya seperti gentong berjalan saja.


Diandra melihat ke arah perempuan yang sedari tadi menemaninya kemana pun perginya. Ia memberikan kode kepada Lira dengan menengadahkan tangannya ke arah Lira. Sedangkan Lira yang melihat kode dari Diandra segera bertindak sesuai dengan kode tersebut.


"Ini Bu," ujarnya Lira sembari menyodorkan sebuah berkas dalam map cokelat.


Hyuna menatap dengan penuh keheranan sekaligus tanda tanya besar kepada Hyuna apa maksud dari map tersebut. Lalu berjalan ke sofa yang berwarna peach blossom itu lalu segera mendudukkan bokongnya dengan menautkan kedua kakinya saling bersilang.


"Kamu tidak perlu menatapku dengan tatapan seperti itu, yang aku harapkan dan butuhkan hanya tanda tangan kamu, jadi tolong jangan buang waktuku, cepatlah tanda tangani saja," perintahnya Diandra dengan sedikit geram melihat Hyuna yang seperti patung saja.


"Ini apa dan untuk apa aku harus tanda tangan?" tanyanya Hyuna yang sama sekali tidak mengerti dengan mksudnya Diandra.


"Apa hubungannya Hyuna dengan wanita jadi-jadian yang super liciknya?" gumam Pak Hasan yang mulai jengah dengan sikap kasar dari Diandra.


"Baiklah, aku akan jelaskan kepadamu map cokelat itu adalah berisi surat cerai Kamu dengan Mas Bagas, jadi tolong jangan banyak alasan dan tanya lagi tanda tangani saja," terangnya Diandra dengan menarik tangan kanannya Hyuna agar dia segera membubuhkan tandatangannya di atas kertas yang berisi surat keterangan cerai saja," jelas Diandra.


Bagai petir disiang bolong, Hyuna terkejut dengan raut wajahnya yang sendu dan tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

__ADS_1


"Ya Allah.. ini tidak mungkin, aku yakin aku sedang bermimpi!" batinnya Hyuna yang berusaha menahan laju air matanya yang hampir menetes membasahi wajahnya.


...****************...


Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Cinta dan Dendam


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


__ADS_2