Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 20. Hadiah Bulan Madu


__ADS_3

Suasana sarapan pagi itu sangat berbeda selama ini Hyuna selalu menghabiskan waktu makannya hanya sendiri saja, tanpa ada yang menemaninya melewati makannya.


Tetapi kali ini berbeda halnya dengan hari-hari yang telah lalu. Semua ini berkat kedatangan kedua mertuanya serta tamu yang tidak diundang, yaitu Diandra membuat suasana pagi itu terasa hangat dan ramai.


Tiba-tiba Pak Handoko menyodorkan sebuah amplop putih ke hadapan Bagas yang membuat Bagas keheranan serta kebingungan dan sama sekali tidak mengerti apa isi dari amplop itu.


"Maaf Ayah, amplop ini isinya apa?" tanya Bagas dengan raut wajah kebingungan.


"Bukalah Bagas," titah Pak Handoko ayahnya.


Bagas langsung menatap kearah Diandra bukannya menatap kearah istrinya melainkan menatap ke Diandra, sedangkan Diandra yang di tatap sudah memperlihatkan wajah tidak senangnya dan cemberut seketika.

__ADS_1


"Tapi Ayah, Bagas itu sangat sibuk di kantor dan lagi banyak tender proyek kerjasama yang Bagas tangani, apa kata pimpinan Bagas, jika harus meminta izin untuk berlibur," Kilah Bagas, yang berdalih untuk mencoba menggagalkan rencana kedua orang tuanya tersebut.


"Kalau masalah itu kamu tenang saja, tidak perlu kamu risaukan, biarkan Ayah yang mengurus nya semuanya, lagian Ayah sudah berbicara langsung dengan Klkakak sepupumu dan fia mengizinkan Kamu untuk cuti beberapa hari," jelas Pak Handoko.


"Aku hanya karyawan biasa Ayah dan baru mendapatkan promosi kenaikan jabatan jika aku dengan seenaknya libur apa nanti katanya karyawan lain Ayah?" Bagas berusaha untuk meyakinkan Ayahnya agar segera membatalkan niatnya mereka untuk memberikan hadiah bulan madu ke Raja Ampat.


Bagas kembali menatap kearah Diandra dan meminta persetujuan secara tidak langsung darinya. Apakah harus menyetujui permintaan dari kedua orang tuanya atau tidak.


Diandra yang di tatap seperti itu hanya tersenyum sepintas lalu menganggukkan kepalanya. Diandra sudah memiliki rencana khusus untuk itu semua itu.


Diandra menatap kearah Hyuna dengan tatapan yang sangat licik dan tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Semoga saja Mas Bagas setuju dengan permintaan dari Ayah, dan semoga Mas Bagas di sana nanti bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang selama ini tidak pernah sedikitpun dia lakukan." batinnya Hyuna dengan penuh harap.


"Tapi, Ayah seharusnya semuanya seharusnya dibicarakan terlebih dahulu denganku, jangan langsung mengambil keputusan sepihak saja," ucap Bagas yang sedikit kecewa dengan keputusan dari kedua orang tuanya itu.


"Ayah tidak ingin mendengar kata tapi lagi dari Kamu oke," ucap pak Handoko yang langsung berdiri dan tidak setuju dengan penolakan dari anaknya itu.


ibu Sulistyowati pun mengikuti langkah suaminya dan tidak ingin lagi mendengar penolakan atau kata-kata apapun yang terlontar dari mulut putranya itu.


Mereka hanya berharap rencana mereka itu berhasil sehingga Hyuna setelah pulang dari Bali bisa segera hamil calon cucu mereka.


Bagas dan Diandra pamit untuk berangkat ke kantornya bersama. Hyuna ingin mengantar suaminya hingga ke depan pintu, tapi langkahnya terhenti karena langsung dicegah oleh Bagas.

__ADS_1


" Makasih cukup di sini saja, karena ayah dan ibu sudah tidak ada lagi disini, bersihkan saja sisa makanan yang ada di meja," ucap Bagas.


Bagas langsung merebut tasnya dari dalam genggaman Hyuna dengan kasar. Hyuna kembali hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


__ADS_2