
Setiap kali hatimu hancur pintu terbuka untuk dunia yang penuh dengan permulaan baru peluang baru.
Guntur berjalan tergesa-gesa ke arah dalam rumahnya Pak Hasan karena ada rapat penting yang harus dihadiri sore itu. Tapi, baru beberapa langkah dia kembali memutar tubuhnya dan berlari kecil ke arah Hyuna yang baru ingin memetik buah tomat.
"Sempat kamu ingin melamar pekerjaan datanglah besok di Perusahaan Global Utama TBK, karena lagi cari karyawan baru yang berpotensi seperti kamu," ungkapnya Guntur yang mengeraskan sedikit volume suaranya agar dia tidak terlalu dekat dengan Hyuna karena selalu tidak bisa mengontrol dirinya untuk mencium ataupun mengecup keningnya Hyuna dan juga bibirnya yang selalu menggodanya itu.
Guntur kembali melangkahkan kakinya secepat mungkin. Dia tidak ingin terlalu berlama-lama berduaan dengan Hyuna. Ia takut jika tidak mampu mengontrol baik dirinya takutnya akan terjadi sesuatu yang nantinya mereka akan sesali seumur hidup.
"Makasih banyak Abang! atas informasinya," teriaknya Hyuna saat punggung lebar itu sudah menghilang di balik pintu.
Guntur tersenyum ketika mengingat kejadian yang barusan saja terjadi. Dengan beraninya dia berspekulasi untuk mencium dan mengecup sepintas keningnya Hyuna.
"Aku tidak bisa melihat lebih lama lagi bibirnya yang seksi dan merah alami itu bagaikan buah delima saja.
Guntur segera masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya dengan tergesa-gesa.
"Sebaiknya setiap kali aku bertemu dengan Hyuna aku tidak boleh berpakaian lengkap dan bagus agar dia tidak curiga," gumamnya Guntur.
Guntur menjalankan mobilnya ke arah jalan raya. Mobilnya sudah berbaur dengan pengendara roda empat dan dua lainnya. Wajahnya sedari tadi berseri-seri dan tersenyum penuh kegirangan. Baru cium kening saja sudah sangat bahagia apalagi kalau bibir.
Guntur meraih hpnya lalu segera menelpon asisten pribadinya itu," Hallo Austin tolong mulai hari ini jika ada pertemuan aku dengan karyawan di berbagai divisi tolong! Kamu yang gantikan posisi aku sebagai Presdir karena sampai detik ini tidak dari mereka yang mengenali kita berdua kan?' ungkapnya Guntur.
"Apa yang terjadi dengannya, apa dia lagi bermimpi atau apa, dimana-mana orang biasanya sengaja pamer posisi dan jabatan ini malah dirahasiakan, sepertinya ada yang tidak beres," batinnya Austin.
"Apa kamu dengar aku gak?" Tanyanya Guntur.
__ADS_1
"Ehh iya Bos, aku sangat mendengarkannya dengan baik, apa masih ada yang ingin Bos sampaikan?" Tanyanya balik Austin.
"Carikan aku sepeda motor matic injeksi yang murah saja dan mulai besok aku akan berperang sebagai pegawai paling biasa jabatannya di perusahaanku dan belikan aku pakaian yang paling pantas dan cocok untuk jabatan seperti itu, harus banyak dan bawa secepatnya ke dalam ruanganku sebelum aku datang ke kantor!" Perintahnya Guntur yang tidak ingin dibantah atau pun menimbulkan pertanyaan baru dari asistennya itu.
"Tapi…." Ucapannya Austin terpotong karena pemilik perusahaan tempat dia bekerja langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa pamit dengan seenaknya saja.
Austin hanya geleng-geleng kepala dan bangkit dari posisi duduknya agar segera menjalankan perintah dari atasannya tersebut jika, tidak mau pemotongan bonus dan lebih parahnya gajinya juga.
"Apa yang sebenarnya terjadi padanya, kenapa tingkahnya sangat aneh sudah hampir seminggu seperti ini," lirihnya sembari meraih hp dan kunci mobilnya yang terletak di atas meja kerjanya.
"Mulai besok aku akan menjalankan misi dan tugas aku untuk mendapatkan Hyuna kembali, caraku ini harus berhasil dan tidak boleh gagal sedikit pun," cicitnya Guntur dengan tangannya yang masih setia di atas kemudi mobilnya.
Sedangkan Hyuna segera menyelesaikan pekerjaannya yang memetik buah dan sayuran yang masih segar dan tidak terkontaminasi oleh pupuk dari pabrik yang memiliki campuran zat kimia. Dia tidak lupa mengambil beberapa tangkai bunga untuk dia jadikan pajangan kebetulan ada vas bunga yang kosong terletak di atas meja.
Ia sembari membereskan dan membersihkan seluruh perlengkapan dan peralatan berkebunnya serta hasil dari sayur dan buah-buahan serta bunga hasil petikannya itu.
"Ya Allah semoga aku diterima bekerja di sana, aku tidak mungkin harus hidup terus menerus dalam belas kasih dan pertolongan dari bapak Hasan sama Ibu Tika, aku malu ya Allah," pintanya Hyuna
...----------------...
Mereka yang terlalu terluka karena terlalu jauh meninggalkan cinta kepada allah dan rasulnya.
Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
__ADS_1
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.
__ADS_1