Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 59. Kebahagiaan Berubah Duka


__ADS_3

"Silahkan makan Nak, tidak usah sungkan kami sengaja tidak makan di rumah majikan kami karena kebetulan bapak ingin makan malam bersama kamu," terang Bu Tika dengan selalu tersenyum manis.


Bu Tika sangat bahagia dan tak henti-hentinya bersyukur saat mendengar perkataan dari Hyuna jika,dia akan selamanya tinggal dengan mereka. Diangkat sebagai anak pun Hyuna rela dan ikhlas karena dia hanya anak yatim piatu saja di dalam keluarganya. Hal itu pun baru diketahuinya saat satu hari sebelum dia menikah dengan Bagas.


Waktu terus berjalan walaupun Hyuna pergi jauh dari hidupnya Bagas. Hari ini adalah hari Rabu, Hyuna rencananya akan berangkat ke salah satu rumah sakit yang tidak jauh dari rumahnya Bu Tika.


Hyuna satu hari yang lalu sudah mengatakan sejujurnya kepada Pak Hasan dan Bu Tika tentang statusnya yang bersuami dan sedang hamil tiga bulan sudah.


Mereka tidak mempermasalahkan sedikit pun hal tersebut. Mereka malah bahagia setelah mengetahui jika, Hyuna sedang hamil. Mereka menganjurkan kepada Hyuna untuk segera memeriksakan diri ke RS.


Jadi, hari ini Hyuna sudah bersiap berangkat ke rumah sakit. Dia terlebih dahulu sarapan pagi lalu minum susu khusus untuk ibu hamil. Karena Pak Hasan dan istrinya hari ini berangkat ke tempat kerjanya lebih awal sehingga Hyuna sudah berpamitan dan meminta izin kepada keduanya.


Untungnya Pak Hasan memiliki motor, jadi Hyuna berangkat ke rumah sakit dengan mengendarai sepeda motor itu. Sepeda motor dengan tipe matic keluaran tahun 2015 itu menjadi tunggangan kesayangannya saat itu.


Hyuna tiba kurang lebih sebelum ruangan praktek Dokter khusus spesialis kandungan sebelum pintu itu dibuka.


"Alhamdulillah, sampai dengan selamat," ucapnya yang bersyukur karena dia sampai dengan selamat.


Hyuna ikut berbaur dengan para ibu-ibu hamil lainnya. Hatinya terenyuh saat melihat banyaknya ibu-ibu yang ditemani oleh suami mereka masing-masing. Dia hanya manusia biasa pasti akan menginginkan jika dia juga datang ke sana ditemani oleh orang tercinta.


Tetapi hanya untuk diaku janin yang ada di dalam rahimnya itu oleh suaminya sebagai darah dagingnya saja sangat mustahil. Sabar dan ikhlas hanya itu yang bisa dia lakukan.


"Astagfirullah!! Ya Allah.. maafkan aku sudah banyak mengeluh dan lupa akan betapa besar nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku selama hidupku ini," lirihnya Hyuna sembari mengelus perutnya yang sudah nampak buncit sedikit.


Air matanya menetes membasahi pipinya padahal sudah berusaha dia tahan sekuat tenaga. Tapi, kembali lagi dia hanya manusia biasa yang memiliki batas kemampuan untuk menahan rasa sedihnya.

__ADS_1


"Ibu Hyuna!" Teriak Suster yang berdiri di ambang pintu sambil mengarahkan pandangannya ke seluruh pasien yang duduk berjejer di sepanjang kursi koridor rumah sakit.


Hyuna mendengar namanya dipanggil, dia segera buru-buru menghapus air matanya agar tidak ketahuan jika dia sedih dan sudah menangis.


"Iya Sus, saya Hyuna," jawabnya lalu bangkit dari duduknya.


Hyuna berjalan tergesa-gesa, ia takut jika dirinya terkena omelan dari perawat tersebut. Perawat tersenyum ramah melihat Hyuna yang sudah berdiri di hadapannya.


"Silahkan masuk Bu!" Seru Perawat yang mungkin seumuran dengannya yang baru menginjak umur 24 tahun.


"Makasih banyak Sus!" Jawabnya lalu kembali mengikuti saran dan petunjuk dari perawat tersebut yang menuntun Hyuna dengan ramah dan sesekali tersenyum manis ke arah Hyuna.


Beberapa saat kemudian, Hyuna sudah diperiksa dan diberikan resep obat dan vitamin untuk dia tebus di apotek.


"Makasih banyak Dok, Suster," ujarnya sebelum meninggalkan ruangan praktek tersebut.


"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah… calon bayiku sehat dan baik-baik saja," cicitnya sambil kembali mengelus perutnya dengan berjalan melangkahkan kakinya menuju apotek yang berada di dekat parkiran mobil yang sedikit jauh dari tempat prakteknya tadi.


Hyuna berjalan dengan wajahnya yang selalu menyunggingkan senyumnya. Saking gembiranya sampai-sampai dia tidak terlalu memperhatikan jalan yang dilaluinya hingga kakinya tersandung pembatas jalan dengan pinggiran taman.


"Aaaaaahhhhhh!!!" Pekiknya Hyuna yang sudah tersungkur ke atas jalan paving.


Teriakannya cukup besar sehingga mampu membuat beberapa orang yang berada di sekitar sana berlarian mendekati sumber suara. Mereka tersentak kaget melihat kondisi Hyuna yang tengkurap di atas jalan dengan banyaknya darah segar yang mengalir membasahi sekujur paha hingga betisnya.


Mereka yang datang seolah-olah tidak berkutik dan heran untuk melakukan apa pun untuk menolong Hyuna yang sudah merintih kesakitan. Tiba-tiba ada seseorang yang berlarian ke kerumunan dan datang menghampiri mereka lalu segera menolongnya Hyuna untuk dibawa ke dalam rumah sakit tepatnya UGD.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Cinta dan Dendam


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania....


__ADS_2