Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 31. Khilaf Terdalam


__ADS_3

Arjuna masuk ke dalam kamar hotel yang salah. Dia masuk ke dalam kamar itu lebih dalam lagi hingga mendapati tempat tidur.


"Kenapa lampunya dimatikan sih, padahal tadi aku sudah nyalain sebelum keluar," cicitnya Arjuna yang mencoba mencari keberadaan lampu.


Dia terus berusaha untuk meraba bagian tembok tapi tidak menemukannya juga. Dia kembali ke dekat meja dan memeriksa dan mencari tombol lampu tidur. Dia segera tersenyum saat sudah berhasil menemukan tombol sakral lampu tersebut.


Kedua bola matanya Arjuna terbuka lebar hingga melotot seperti bola matanya ingin meloncat dari lubangnya.


Dia melihat seorang perempuan yang tertidur pulas di atas ranjang hanya memakai underwear dan penghalang gunung Bromo. Arjuna kesusahan menelan air liurnya hingga nafasnya memburu dan seakan-akan sulit untuk menghirup udara segar.


Perempuan itu bernama Sartika, dia sudah empat hari di Pulau Raja Ampat sedang melakukan perjalanan dan liburan bulan madu bersama suaminya. Tapi karena tadi suaminya buru-buru pergi hingga melupakan untuk mengunci kamarnya.


Arjuna yang terpengaruh dengan alkohol hingga dia melupakan segalanya. Arjuna mulai merangkak naik ke atas ranjang dengan hati-hati. Tapi, Sartika yang tertidur segera terbangun dari tidurnya saat ada tangan yang kekar menyentuh daerah paling berharga yang dia miliki.


"Kamu siapa?? kenapa bisa masuk ke dalam kamarku!! keluar dari sini," pekiknya lalu segera menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Arjuna sama sekali tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh perempuan itu. Ia hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Sartika.


"Siapa suruh kamu berpakaian seksi hingga membangunkan Singa yang tidak pernah bangkit dari tidurnya," sarkas Arjuna lalu menarik selimutnya Sartika.


"Jangan lakukan itu padaku, tolong aku mohon kasihanilah aku!!" rengek Sartika yang berusaha membujuk Arjuna untuk tidak berbuat yang tidak baik.


Arjuna segera menarik tubuhnya Sartika lalu mengungkungnya hingga Sartika tak mampu lagi untuk melakukan perlawanan apa pun dan membela dirinya.

__ADS_1


Dia pun pasrah sudah dengan keadaannya. Ia hanya mampu untuk meratapi nasibnya dan kemalangannya itu. Tetes demi tetes air mata itu membasahi pipinya.


Arjuna tertawa bahagia karena dia melihat Sartika adalah kekasihnya yang sudah mengkhianatinya.


Amarahnya Arjuna membuncah hingga kesadarannya semakin tertutup dan terselimuti dengan rasa dendam yang semakin membara saja.


"Hari ini aku akan menghancurkan hidupmu Nilam," gumamnya yang mampu di dengar oleh Sartika.


Sedangkan Sartika menutup mulutnya menahan sakit yang sangat teramat sakit apalagi Arjuna bermain tidak halus dan sangat kasar.


"Apa yang aku katakan pada Mas Samuel jika dia tahu?" lirihnya Sartika dengan tetesan air matanya yang sedari tadi membanjiri wajahnya.


Peluh keringat bercucuran membasahi seluruh wajah dan tubuh keduanya seakan-akan mesin pendingin ruangan kamar Sartika tidak berfungsi dengan baik.


"Aaaaaaaaaaahhhhhh sakit," teriaknya yang menahan sakit dan perih serta kenikmatan yang bersamaan.


Sartika semakin menarik kuat rambutnya Arjuna dan menggigit kecil bibirnya. Arjuna melakukannya sedikit kasar maklumlah ini pengalaman pertamanya sehingga ya begitulah ujungnya.


Arjuna lambat laun sudah bisa bermain lebih lembut, Arjuna sama sekali tidak berhenti sedangkan Sartika pun ikut terbawa suasana yang diciptakan oleh Arjuna sehingga perlahan tapi pasti mengimbangi permainan dari Arjuna.


Hingga berbagai gaya dan penetrasi mereka lakukan. Tanpa ada jeda dan istirahat sedikit pun mereka terus melakukan penyatuan yang membuat mereka terbang melayang hingga ke langit ke tujuh.


Arjuna tidak berhenti keluar masuk lubang buaya hingga tidak mampu menghitung lagi berapa kali ronde mereka habiskan di tengah malam itu hingga subuh. Dorongan terakhir kalinya membuat Arjuna mengerang nikmat dan berteriak saking nikmatnya Surga dunia yang dia rasakan dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


"Aaaaaahhhhhhhh Sayang," teriak Arjuna lalu terkulai lemas di atas tubuh polos nan seksi milik Sartika.


Mereka terlelap dalam kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga dan waktu.


Arjuna melupakan semua akibat pengaruh alkohol yang diminumnya.


Mereka melakukan semua itu dalam keadaan yang tidak sadar. Sartika yang mengira pria itu adalah suaminya sedangkan Arjuna dengan pengaruh pihak ketiga dan alkohol pun tidak menyadari kesalahannya yang nantinya akan berbuah benih yang tumbuh subur di dalam rahim wanita yang sama sekali tidak dikenalnya hingga bertemu pun baru kali ini.


Kesalahpahaman yang nantinya akan berbuah ujian dan cobaan dalam hidup mereka.


Ayam berkokok pertanda pagi telah datang. Sinarnya menyingsing melewati celah-celah gorden tirai jendela.


Sartika terlonjak kaget dari tempatnya ketika melihat siapa pria yang berada di sampingnya yang memeluk tubuhnya dengan erat.


"Aaaaahhhh!!! kamu siapa?" pekiknya Sartika yang menyadari jika pria yang tidur bersamanya di atas ranjang itu bukanlah Samuel suaminya.


Arjuna mengerang kesal karena tidurnya terganggu," Hey!! bisa diam tidak!!" bentaknya yang sangat tidak menyukai ada keributan dan kebisingan yang terjadi di dekatnya.


Arjuna menggertak Sartika tanpa membuka matanya yang masih terpejam dan sangat mengantuk itu.


Sartika yang digertak dan dibentak dengan kasar langsung keheranan, bukannya dia yang seharusnya marah-marah tapi ini malahan terbalik.


"Hey!!! aku disini yang seharusnya marah, dan bertanya kamu itu siapa dan tolong jelaskan kenapa kamu dan aku sama-sama dalam keadaan seperti ini?" ucapnya Sartika yang melototkan matanya saking marahnya karena Arjuna telah melakukan hal diluar batas.

__ADS_1


Arjuna segera membuka matanya lebar-lebar dan melihat ke sekelilingnya dan betapa kagetnya saat melihat tubuhnya tidak memakai sehelai benang pun ditubuhnya dan di perempuan yang ada di depannya.


__ADS_2