
Wanita muslimah adalah berlian nya islam tak ada seorangpun yg akan mengungkapkan berlian mereka kepada orang asing.
Bagas mencari-cari cvnya Hyuna tapi tidak ditemukannya," tadi ada di atas sini, aku ingat dengan baik karena aku sendiri yang menyimpannya tapi, kok gak ada yah?" Bagas kelimpungan dan kecewa karena ternyata Austin sama sekali tidak menanggapi pesannya itu.
Bagas memeriksa seluruh permukaan atas mejanya, ia pun melihat ke bawah kolong meja tapi, hasilnya nihil tidak ada.
Austin yang melihat hal itu hanya tersenyum melihat tingkah lakunya Bagas dengan raut wajahnya yang pucat dan kecewa serta frustasi karena keinginannya tidak terpenuhi untuk kali ini.
Padahal biasanya jika ada sekretaris baru yang cantik dengan body yang aduhai pasti dia berhasil mendapatkan menjadi sekretarisnya.
"Pria itu sangat tampan, aku harus bisa mendapatkannya bagaimanapun caranya, karena Pak Austin sama sekali tidak menggubris dengan apa yang aku lakukan," cicitnya seorang perempuan yang kebetulan ikut juga dalam tes tersebut.
Matanya yang liar terus menatap nyalang ke arahnya Bagas. Sedangkan pria yang menjadi targetnya sedang sibuk mencari berkas mantan istrinya hingga sudut ekor matanya melihat ke arah Austin atasannya yang pura-pura mengibaskan tangannya yang sedang memegang sebuah map yang sangat diketahui oleh Bagas itu apa.
"Apa maksudnya dia melakukan semua ini, apa dia juga tertarik dengan Hyuna?" Batinnya Bagas dengan raut wajahnya yang penuh aura kebencian.
Beberapa saat kemudian, panitia mengumumkan kepada seluruh calon pelamar pekerjaan diharapkan untuk pulang beristirahat. Besok pagi diharapkan untuk kembali hadir agar mendengarkan pengumuman. Bagi siapa saja yang diterima dan lulus dari semua persyaratan seleksi penerimaan diharapkan untuk bersiap langsung bekerja mulai detik itu juga. Karena itu mereka dianjurkan untuk memakai pakaian yang siap untuk bekerja.
Austin segera mengirimkan pesan chat ke nomor hp Kakak angkat sekaligus atasannya itu tentang permintaan dari Bagas.
Ting..
Bunyi hpnya Guntur berbunyi setelah dia menyelesaikan tes yang diberikan oleh Panitia pelaksana. Ia buru-buru membuka pesannya tersebut dan betapa terkejutnya saat membaca isi dari pesan tersebut.
"Aku tidak akan membiarkan rencana kamu berhasil Bagas sampai kapan pun bahkan aku akan menunjukkan kepadamu siapa aku sebenarnya jika Hyuna sudah bersedia menikah denganku," batinnya Guntur dengan seringai liciknya.
Hyuna mulai hari ini ia memutuskan untuk mengubah penampilannya, yaitu memakai pakaian yang sedikit tertutup dari seperti biasanya. Ia memakai hijab yang menutupi seluruh kepalanya.
Dia memutuskan untuk meninggalkan kebiasaannya yang selalu memakai pakaian biasa saja tanpa ada penutup kepalanya. Pakaian dengan gaya dan model barunya membuatnya semakin cantik dan indah dipandang mata.
Sehingga Guntur dan Bagas semakin tergila-gila kepada Hyuna. Guntur semakin tidak mau kalah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bagas dengan berusaha untuk menggoda Hyuna.
__ADS_1
Sedangkan Guntur semakin tertantang untuk menaklukkan hati Hyuna dengan caranya sendiri yang harus menyamar menjadi karyawan biasa di perusahaannya sendiri.
"Alhamdulillah tesnya berjalan lancar, semoga besok aku diterima bekerja di Perusahaan terbesar ketiga yang ada di tanah air," batinnya dengan memuji bentuk bangunan Perusahaan tersebut.
Hyuna berjalan ke arah luar pintu, ia berjalan tergesa-gesa karena tidak ingin bertemu lagi dengan Bagas. Sedangkan Bagas yang sengaja menunggu kepulangan Hyuna yang melihat Hyuna berjalan ke arah pintu segera berjalan cepat tapi, langkahnya terhenti saat ada perempuan yang menabrak dirinya.
"Aaaahhhh!!" Teriak wanita itu dengan hampir terjatuh saat menabrak tubuh Bagas.
Bagas yang ditabrak sigap dan lincah untuk menolong perempuan cantik itu. Tangannya Bagas lincah memegang pinggangnya perempuan itu. Mata keduanya saling bertabrakan satu sama lainnya. Mereka beradu pandang hingga tidak ada yang berniat untuk memutuskan kontak mata mereka.
"Kenapa Pak Bagas semakin ganteng saja,apa lagi dipandang lebih dekat seperti sekarang ini," batinnya Nindi dengan senyuman menggodanya.
Bagas yang melihat senyuman menawan dari bibir merah merona Nindy membuatnya mabuk kepayang hingga hampir kelepasan jika tidak Austin dan beberapa karyawan yang bekerja di sana memenuhi ruangan depan lift.
Austin yang melihat hal tersebut tersenyum licik karena Bagas berhasil memakan umpannya di dalam perangkap yang dibuatnya.
"Bagus, Nindi selangkah lebih cepat dari yang aku duga, kalian kedepannya menjadi pasangan yang sangat serasi," gumam Austin sambil mempercepat langkahnya lalu tersenyum penuh arti ke arah Nindi.
"Tidak apa-apa kok, kamu tidak punya salah apa pun jadi tidak perlu meminta maaf padaku," balasnya Bagas yang tersenyum manis ke arah Nindi wanita seksi dengan bibir yang merah merona.
"Makasih banyak Pak karena Bapak tidak marah padaku," ucapnya sendu dengan raut wajahnya yang sedih penuh penyesalan.
"Tidak perlu sungkan kok, lagian di sini aku juga salah kok," ujar Bagas lalu mereka berjalan beriringan menuju ke dalam lift yang sudah terbuka.
Mereka melanjutkan perbincangan mereka hingga ke dalam lift. Nindi terus tersenyum penuh kemenangan karena tugas yang diberikan kepadanya cukup mudah.
"Aku harus bisa menikmati tubuhnya hari ini juga, aku yakin aku bisa, apa lagi kalau diperhatikan tubuhnya cukup menggoda tidak seperti klien Aku sebelumnya, gak dibayar pun oleh pak Austin aku merasa tidak rugi sedikitpun," Nindi membatin.
"Apa kamu sudah makan? Kalau belum bagaimana kalau kita makan dulu, sebagai permintaan maafku padamu," pinta Bagas yang sebenarnya kesusahan menelan air liurnya karena tanpa sengaja melihat belahan puncak gunung Bromo miliknya Nindi yang putih mulus itu.
Nindi sengaja sedikit membungkukkan tubuhnya ke hadapan Bagas agar Aksinya berhasil secepat mungkin.
__ADS_1
"Sepertinya itu ide yang bagus kebetulan perutku juga sudah berbunyi nyaring," jawabnya Nindi sembari mengelus lembut perutnya dengan gerakan yang cukup membuat Bagas kembali tergoda dan kelimpungan hingga dia serasa seakan-akan kehabisan nafasnya.
......................
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.