
Keindahan hidup akan kamu rasakan ketika kamu mau mensyukuri segala hal yang sudah kamu miliki.
"Siapa yah yang bertamu dijam seperti ini?" Tanyanya yang kebingungan dengan siapa sosok tamu tak diundang tersebut.
"Tunggu!!" Teriaknya saat sudah mendekati pintu rumahnya.
Hyuna menarik pintu kayu jati berdaun dua itu. Dia tanpa pikir panjang langsung menarik handle pintunya. Dalam hitungan tiga sudah berhasil terbuka dan Hyuna langsung diam membisu tanpa ada kata yang terucap saat melihat siapa orang yang berani menekan tombol belnya berulang kali itu.
"Mas Bagas," cicitnya Hyuna ketika melihat dengan jelas siapa orang yang berdiri di balik pintu dan sedari tadi menekan bel.
"Hyuna! Apa Mas mengganggu istirahatmu?" Tanyanya Bagas yang tersenyum manis ke arah Hyuna.
Sedangkan Hyuna sama sekali tidak menggubris senyumannya Bagas. Jika dulu Bagas tersenyum seperti sekarang kepadanya pasti akan membuat klepek-klepek hatinya. Tapi untuk kali ini hal itu tidak mungkin terjadi lagi di dalam kamus hidupnya.
"Maaf aku sedang sibuk Mas," ujarnya Hyuna dengan ucapannya yang dipaksakan.
Bagas ingin meraih tangannya Hyuna, tapi ditepis oleh Hyuna dengan menghempaskan tangannya Bagas hingga menggantung di udara. Bagas tersenyum kecewa karena mendapatkan perlakuan yang diluar dugaan nya itu.
"Maaf!! Mas tidak punya hak untuk memegang tanganku lagi, ingat dan jaga batasan Mas!" Geram Hyuna yang sangat tidak menyukai sikapnya Bagas yang seperti itu.
"Seperti itukah sekarang sikapmu padaku Hyuna?" Tanyanya Bagas yang masih setia berdiri.
Hyuna melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil tersenyum meremehkan," Mas! Halo… dari mana sajakah selama ini, dulu setiap saat aku menunggumu untuk memegang tanganku, membelai lembut diriku tapi, perlakuan seperti itu saja aku tidak pernah dapatkan secara terang-terangan sekarang Mas datang untuk menginginkan hal itu disaat hubungan kita sama sekali sudah tidak ada," sarkas Hyuna.
__ADS_1
Perkataan dari Hyuna menohok hati dan perasaannya hingga dia tidak berkutik. Dia jadi mematung sembari mencerna semua perkataannya Hyuna itu.
"Tolong!! Jangan pernah datang lagi dan menemui diriku, lagian aku heran kemana Mas tahu alamat rumahku ini dan dimana Mas saat calon anak kita….," Air matanya kembali menetes membasahi pipinya dan sebenarnya dia tidak ingin menangis lagi hanya karena pria brengsek bernama Bagas.
Bagas langsung terdiam membeku di tempatnya saat mendengar penjelasan dari Hyuna mengenai seorang bayi.
"Maksudnya?" Tanyanya Bagas dengan kebingungan dan tidak mengerti dengan maksud dari perkataannya mantan istrinya itu.
Hyuna buru-buru mengelap air matanya yang membanjiri wajahnya karena dia tidak ingin terlihat lemah dan rapuh di depan matanya sang mantan suami.
"Apa Mas pura-pura bego? Atau gimana!! Jelas-jelas aku menulis di dalam surat yang aku tinggalkan untuk Mas jika aku pergi bersama dengan calon anakmu dengan hasil tes DNA juga," terangnya dengan panjang lebar.
Bagas tahu dengan jelas tanpa ada tes DNA tersebut, jika janin yang ada di dalam rahimmu adalah darah dagingnya tapi dia terlalu takut untuk mengakui dan mempertanggungjawabkan serta mempertahankan hubungannya dengan istri sahnya hanya karena ancaman bunuh diri dari Diandra.
Bagas tanpa permisi dan tanpa aba-aba langsung menarik tubuhnya Hyuna ke dalam pelukannya bersamaan dengan kedatangan Guntur Bumi Triyoga ke rumahnya Pak Hasan. Kotak beberapa makanan yang berada di dalam genggaman tangannya terjatuh ke atas tanah.
...****************...
Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
__ADS_1
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetianku Dipertanyakan dari cara like setiap Babnya, komentar, Gift, Komentar dan berikan dengan keikhlasan Kakak.
__ADS_1