
Diandra berharap sepulangnya dari Raja Ampat bulan madunya dirinya bisa hamil. Dia memutuskan untuk tidak pernah memakai lagi alat kontrasepsi. Obat itu selalu dia konsumsi yang selama ini dia pake secara diam-diam tanpa sepengetahuan Bagas sebagai suami sirih nya.
Bagas dan Diandra menikah secara sirih 1 minggu yang lalu tanpa sepengetahuan dari kedua orang tuanya dan istri pertamanya yaitu Hyuna.
Hyuna yang tertidur pulas dari sejak dirinya menginjakkan pertama kali kakinya di kamar Hotel, barulah terbangun dari tidurnya setelah menjelang magrib. Hyuna merentangkan kedua tangannya ke atas dan mengumpulkan nyawanya setelah tidur siang.
"Alhamdulillah, enaknya sudah tidur siang, kalau tidur seperti ini terus bisa-bisa tubuhku melar seketika," ucap Hyuna yang berjalan ke arah balkon kamarnya.
Lalu membuka tirai penutup jendela kamarnya tersebut, sinar matahari di sore itu langsung menyembul masuk ke dalam kamarnya setelah Hyuna membuka sedikit jendela kamarnya tersebut.
Hyuna pun berjalan ke arah luar dan kembali merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara segar di sore hari itu. Hyuna bahagia melihat pemandangan Bali di kala sore hari itu, apa lagi jendela kamarnya menghadap langsung ke arah bibir pantai.
__ADS_1
"Subhanallah, betapa cantiknya sunset itu," puji Hyuna.
Setelah melihat betapa indahnya sunset di sore hari itu. Sunset sore itu sangat indah dipandang mata.
"Sepertinya ide bagus jika saya berjalan mengelilingi bibir pantai tersebut, tapi aku harus mandi sepertinya ada yang bau acem," ucap Hyuna sambil tertawa setelah mencium bau keringatnya sendiri yang sama sekali tidak berbau sedikit pun itu.
Hyuna tidak henti-hentinya mengagumi anugrah ciptaan ciptaan tuhan Allah SWT i wanna bersyukur karena setelah melihat indahnya sunset kala di sore itu.
Hal tersebut membuat dirinya sedikit melupakan masa permasalahan dan kemelut rumah tangganya tiba-tiba perut hyuna berbunyi hyuna melupakan jadwal makan siangnya.
Hyuna masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhnya yang penuh keringat. Lalu Hyuna mencari pakaiannya yang menurutnya pantas dia pakai untuk keluar.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama Hyuna sudah siap dengan gaya casualnya dengan sepatu sneaker melindungi kakinya, baju kaos oblong warna biru serta celana jeans warna biru yang senada dengan bajunya sudah melekat di dalam tubuh langsingnya.
Hyuna bangga dan bahagia melihat postur tubuhnya yang tinggi semampai layaknya model dan bobot tubuhnya begitu-begitu saja.
Walaupun Hyuna termasuk orang yang tidak pilih-pilih makanan bahkan porsi makannya pun melebihi dari postur tubuhnya.
Rambutnya yang panjang hitam sedikit kecoklatan bergelombang itu dia ikat tinggi saja. Penampilan Hyuna kali ini sederhana, tapi tetap memperlihatkan penampilanmya yang terkesan imut, cantik dan natural.
Jika ada orang yang melihat Hyuna pasti tidak menyangka jika Hyuna sudah memiliki suami. Hyuna meraih tas selempangnya yang berwarna hitam yang sudah berisi, dompet, hp dan kunci kamarnya.
Hyuna berulang kali memeriksa ke dalam tasnya agar dirinya tidak melupakan sesuatu lagi. Hyuna berencana ingin berkeliling Kota Bali hingga larut malam.
__ADS_1
"Hidup hanya sekali jadi harus dinikmati sebaik mungkin agar tidak penyesalan di kemudian hari," gumam Hyuna yang sedang bercermin di depan cermin yang besar itu yang cukup mampu menampung seluruh tinggi tubuhnya.
Ketika berada di Lobby Hotel, Hyuna berpapasan dengan kakak sepupunya dan suaminya yang selalu bergandengan tangan seakan-akan Bagas akan menghilang jika Diandra tidak memegang tangannya.