
"Ya Allah… dua belas menit lagi acara penyerahan berkasnya ditutup dan dilanjutkan dengan beberapa tes untuk pelamar yang lulus sesi pertama yaitu sesi kelengkapan berkas tersebut hampir dimulai, semoga saja aku tidak terlambat," cicitnya yang menambah kecepatan langkah kakinya berlari ke arah lift.
Dia melihat ada di depannya yang tidak jauh dari Lift. Ia pun semakin menambah kekuatan dan kecepatan larinya hingga selangkah lagi dia berada di dalam lift. Andai saja dia terlambat sedetik saja pasti dia akan ketinggalan lift, tapi untungnya ada tangan kekar yang sedikit panjang menarik tubuhnya hingga dia lolos masuk ke dalam ruangan lift.
Tangan pria itu terlalu kuat sehingga tubuhnya tertarik dengan kuat dan menabrak tubuh seseorang yang berdiri tegak di dalam lift itu.
Mereka saling berpelukan hingga menjadi tontonan gratis dari beberapa pengguna lift. Hyuna belum membuka matanya yang terpejam sedari tadi sedangkan pria yang dipeluk oleh Hyuna tersenyum kegirangan.
"Ya Allah… apa aku sudah tertidur di lantai atau aku sudah di alam mimpi?" batinnya Hyuna yang masih ragu dengan apa yang terjadi padanya itu.
Beberapa pengguna lift khusus karyawan yang cukup penuh dan sesak dengan orang. Semua mata tertuju pada apa yang mereka berdua lakukan.
"Siapa sih pria itu yang sok jadi pahlawan kesiangan?" Celetuk seseorng dari arah belakang mereka.
"Itu cewek sok kecantikan banget, tapi sepertinya dia anak baru di sini, kalau aku lihat dari penampilannya itu cantik dan elegan," timpalnya yang lain.
Setelah mendengar perkataan dari beberapa orang yang sedikit julid yang mampu sampai terdengar hingga ke telinganya membuatnya tersadar. Hyuna secepatnya membuka kelopak matanya lalu melihat ke arah pria yang sedang memeluknya.
"Abang!" Cicitnya Hyuna.
Guntur yang disapa oleh Hyuna hanya tersenyum penuh arti. Diwajahnya sedari tadi tidak pernah luntur senyumannya itu. Hyuna buru-buru berdiri tegak dari posisinya semula yang hampir rebahan di atas lantai lift tapi, terselamatkan dengan tarikan tangannya Guntur.
"Maaf, aku…" ucapnya Hyuna yang malu-malu dengan raut wajahnya yang memerah menahan rasa malunya itu.
Guntur malah hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Hyuna. Ia tidak mau banyak bicara karena terlalu ramai dalam lift itu.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya seseorang dari arah belakangnya.
Hyuna refleks memutar tubuhnya ke arah belakang dan tidak menyangka jika mantan suaminya juga ternyata ada di dalam barisan orang yang ada di dalam lift tersebut.
Hyuna hanya terdiam tanpa ada niat untuk membalas sapaan, pertanyaan ataupun senyuman dari Bagas. Hyuna bukannya berniat untuk memutuskan tali silaturahmi tapi, dia tidak ingin dicap bekerja di sana karena ada koneksi dari orang dalam. Jadi dia menjaga kemungkinan hal seperti itu.
Pintu lift terbuka hingga sebagian dari orang-orang keluar. Hyuna yang terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, tanpa sengaja kesenggol tubuh seorang pria yang berjalan dengan sangat tergesa-gesa hingga dia kembali hampir terhuyung ke belakang.
Hyuna kembali berteriak karena kembali hampir saja terjatuh tapi lagi-lagi kembali masih terselamatkan oleh seorang pria. Hyuna dipeluk erat oleh pria itu. Apa yang diputuskan oleh pria itu mampu membuat Guntur marah.
Tatapan matanya tajam menatap ke arah Bagas dan Hyuna yang masih berpelukan. Mereka hanya tersisa lima orang di dalam lift itu yang kebetulan lantai tujuan mereka adalah lantai 7.
Tangannya mengepal kuat hingga membuat urat-urat tangannya kentara dengan jelas. Tapi, sekuat mungkin dia berusaha untuk menyembunyikan perasaan amarah, benci dan cemburunya di hadapan orang lain.
Hyuna melepaskan pegangan tangannya Bagas dari pinggang rampingnya itu. Dia tidak ingin kembali menjadi bahan gosip di Perusahaan tersebut.
"Makasih," ujarnya Hyuna dengan nada suara yang datar tanpa ekspresi apapun.
Bagas yang melihat reaksi dari raut wajahnya Hyuna merasa sedih dan kecewa karena apa yang dilakukannya tidak membuat Hyuna tersenyum padanya seperti dulu saat mereka masih suami istri.
"Aku baru menyesal telah memenuhi keinginannya Diandra untuk menceraikan istriku Hyuna." Bagas membatin dengan wajahnya yang sendu dan kecewa.
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
__ADS_1
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.
__ADS_1