
Dokter Fuad segera meninggalkan tempat tersebut setelah mendapatkan telpon dari dokter yang mengambil darahnya tadi. Dokter Fuad merasakan ada keanehan saat sepintas lalu melihat wajahnya Hyuna. Jadi, dia mencoba untuk melakukan saran dari sahabatnya yang kebetulan melihat hasil tes darahnya yang sama dengan yang dimiliki oleh Pak Fuad yang kebetulan satu hari sebelumnya melakukan general cek up.
Dokter Fuad segera mempercepat langkahnya karena tidak sabar ingin mengetahui dan membaca langsung bukti dari serangkaian tes yang dilakukannya.
"Apa benar dia adalah putriku dengan Livia tapi, sewaktu itu kami melakukannya hanya sekali doang dan setelah itu kami sudah tidak pernah ketemu lagi," Pak Fuad membatin dengan penuh semangat ingin mengetahui hasilnya apakah sesuai dengan impiannya ataukah bukan.
Bu Rima tanpa sengaja melihat Fuad sepupunya itu berjalan terburu-buru.
"Mas Fuad mau ke mana yah?" Bu Rima membatin.
"Aku yakin ada hubungannya Livia dengan Hyuna karena seperti itu lah dulu wajahnya saat pertama kali aku melihatnya," gumamnya Pak Fuad sebelum memutar handle pintu ruangan praktek dokter Husein Sastranegara.
Pintu itu berdecit pertanda ada yang buka. Pemilik ruangan itu segera menghentikan aktivitasnya lalu melihat ke arah orangnya yang baru saja masuk ke dalamnya.
"Silahkan duduk Dokter, sedari tadi aku sudah menunggu dokter," tuturnya dengan tersenyum ramah khas seorang dokter.
"Siang dokter, makasih banyak!" sapanya Pak Fuad sembari menarik sedikit kursi kearahnya.
Dokter Husein tanpa aba-aba langsung menyodorkan sebuah map yang berisikan berita penting yang sangat berguna sekali untuk kehidupan dokter Fuad sebelumnya dan untuk selamanya.
"Bukalah insya Allah.. kamu akan tahu," tuturnya dokter Husein.
Mendengar seruan dari rekan kerjanya dokter Fuad segera membuka map itu lalu membacanya dengan seksama. Matanya melotot ketika menemukan tulisan yang menjelaskan tentang hubungannya dengan Hyuna sesuai dengan tes DNA tersebut.
"Ini tidak mungkin!! Apa tidak ada kesalahan yang kamu lakukan saat melakukan tesnya?" Tanyanya dengan nada dan raut wajahnya yang sama sekali tidak percaya dengan bukti hitam diatas kertas tersebut.
Hussein yang melihat hal tersebut hanya tersenyum tipis.
"Apa yang tertulis di dalamnya benar adanya dan aku pun awalnya tidak mau menerimanya dan tidak percaya sekali, tapi seperti itulah kenyataannya," pungkas Pak Hussein lagi.
__ADS_1
Pak Fuad menutup mulutnya saking tidak percayanya," tapi kamu tahu kan waktu itu aku hanya melakukannya hanya sekali dan waktu itu dalam keadaan mabuk pula dan satu hal yang paling penting kejadian itu terjadi di Shanghai China, kenapa bisa anakku ada di sini di Jakarta Hussein!" Jelasnya Fuad Rahmany yang meneteskan air matanya.
"Tapi! Kalau seperti itu kenyataannya kamu tidak mungkin bisa mengelak atau pun menyangkalnya, saran aku kamu harus menyelidiki semua kemungkinan besar yang terjadi sehingga kamu bisa memiliki seorang putri," jelasnya Hussein.
Pak Fuad menatap nanar ke arah rekan kerjanya sekaligus sahabatnya dulu sejak mereka kuliah di China dulu.
"Aku ingat waktu itu…."
Flashback on…
24 tahun lalu, Shanghai China..
Sebelum satu hari kepulangan kami ke tanah air Indonesia, saya dan teman ku yang lain yang seangkatan dan kebetulan kami satu negara asal mengadakan pesta perpisahan. Waktu itu mungkin karena yang sama sekali tidak pernah menyentuh minuman beralkohol baru dua gelas kecil sudah ada reaksi.
Karena terlalu keasyikan mengikuti tantangan dari teman dan saya tidak ingin dikatakan sebagai pria pecundang dan lemah, aku pun menyanggupi tantangan mereka.
Singkat cerita, saya sudah di dalam kamar di apartemen waktu itu. Hussein pun sudah kembali ke dalam kamarnya yang kebetulan kami satu lokasi apartemen hanya lantainya yang berbeda saja.
Baru beberapa menit saja, Hussein meninggalkan aku di atas ranjang, aku berdiri dan berjalan ke arah luar dan tanpa sengaja aku menabrak tubuh seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah denganku.
Aku pun dibantu olehnya dipapah hingga kembali ke dalam unit apartemenku,tapi karena mungkin pakaian gadis itu yang waktu itu cukup seksi dan menantang dan aku juga dalam keadaan mabuk tanpa sadar memaksa perempuan itu untuk melayaniku dan kejadian itu pun terjadi.
Hal yang paling jelas aku ingat adalah wanita itu meninggalkan bercak darah merah segar di spreiku dan tanda pengenal kalau dia seorang mahasiswi salah satu kampus ternama juga.
Sejak hari itu aku terus mencarinya di sana hingga berhari-hari, tapi tidak menuai hasil yang maksimal dan baik. Keberadaannya bagaikan ditelan bumi. Aku pun mulai mencari lewat cctv apartemen tersebut tapi, hanya wajahnya dan bentuk tubuhnya yang mampu aku ketahui.
Flashback off..
"Apa yang kamu katakan ada benarnya aku akan menyelidiki kejadian ini, karena aku yakin Livia ada di Indonesia," tuturnya Fuad sembari mengelus air matanya yang sempat menetes membasahi pipinya.
__ADS_1
...****************...
Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1