Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 74. Rasa Yang Pernah Ada


__ADS_3

Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.


"Ya Allah… kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku aroma wangi tubuhnya dan rambutnya membuatku mabuk kepayang hingga tubuh ini seakan-akan bergerak sendiri ke arahnya," gumam Guntur.


"Apa yang terjadi padaku, kenapa aku baru beberapa hari bercerai dengan Mas Bagas tapi hatiku ini sudah terisi penuh dengan namanya Abang Guntur Bumi Triyoga," membatin Hyuna.


Meong.. meong..


Tangannya Guntur membelai lembut rambut panjang bergelombangnya Hyuna yang hitam legam. Hingga mereka berdua melupakan makanan yang siap mereka santap. Hingga suara kucing mampu menghentikan percobaan dan spekulasi yang hampir saja Guntur lakukan harus gatot gagal total.


"Ehhh ku-cing Abang, a-da ku-cing…" ucap Hyuna dengan gagap langsung bergerak cepat untuk mengusir kucing yang hampir saja menerkam ikan bakarnya.


Guntur tertawa cengengesan lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Untungnya ada kucing yang masih membuat mereka tersadar dari apa yang hampir mereka lakukan yaitu kelepasan kontrol yang membuat keduanya sama-sama tertawa menertawai diri mereka sendiri.


"Astaugfirullah,, apa yang terjadi padaku yah Allah.. hampir saja aku mencicipi bibir mungil nan seksi itu tapi sayangnya ada kucing meong meong yang mengganggu apa yang hendak aku lakukan," batinnya Guntur.


"Astaugfirullah… maafkanlah aku hampir saja melakukan sesuatu hal terlarang yang tidak boleh kami lakukan," gumam Hyuna.


Berselang beberapa saat kemudian, Hyuna sudah duduk di kursi lalu mengambil satu piring untuk dia isi makanan kemudian dia berikan piring tersebut ke dalam tangannya Guntur yang sudah siap menunggu uluran tangannya Hyuna.


Guntur dia meraih pemberian Hyuna dengan senyumannya yang hangat dan tulus itu.


"Makasih banyak sayang," ujarnya Guntur.

__ADS_1


Perkataannya itu lagi-lagi perkataannya membuat wajahnya Hyuna kembali tersipu malu saking salah tingkahnya sampai-sampai wajahnya, hidungnya hingga telinganya memerah menahan rasa groginya tersebut.


"Sayang!" Hyuna membeo.


Guntur kembali keceplosan dan tidak bisa mengontrol baik tingkah laku, sikapnya terutama mulutnya itu yang selalu los kontrol untuk menekan perkataannya yang meluncur langsung dari bibirnya itu.


"Maaf aku salah ucap tadi," ujarnya Guntur.


Hyuna yang mendengar perkataan dari Guntur membuat raut wajahnya sendu dan lesu karena dia sempat tadi bahagia mendengar langsung ucapannya Guntur tapi karena Guntur segera meralat perkataannya tersebut yang mampu merubah suasana hatinya saat itu juga.


"Kenapa aku sangat bahagia saat Abang menyebut dan memanggil aku dengan sebutan dan panggilan kata sayang, tapi aku juga sedih dan kecewa saat Abang menarik kembali perkataannya itu," lirihnya Hyuna sembari menyendok nasi ke atas piringnya itu.


Apa yang sedang dilakukan oleh Hyuna serta raut wajahnya yang berubah-ubah tak lupuk dari perhatian dan penglihatannya Guntur.


"Aku ingin tahu apa yang kamu rasakan setelah aku berbicara dan memanggil kamu seperti itu, apa kamu masih senang dan bahagia jika Abang memanggil kamu dengan sebutan sayang, karena dahulu setiap kali aku panggil kamu seperti itu pasti wajahmu akan bersemu kemerahan dan semakin cantik," Guntur membatin dengan tatapan matanya yang selalu tertuju pada sosok perempuan pujaan hatinya.


"Ohh iya, ayo kita makan melihat Kepiting, udang sama ikannya pelototin kita sedari tadi loh," candanya Guntur Bumi Triyoga yang menutupi rasa gugupnya dan kecewanya tersebut.


Mereka pun menikmati makanan yang sudah tersaji dengan cantik di atas piring porselen keramik terbaik yang dimiliki oleh ibu Tika Ibu angkatnya Hyuna.


Bersyukur terhadap rezeki yang diberikan Allah hendaklah selalu berucap dengan alhamdulillah.


****************

__ADS_1


Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Cinta dan Dendam


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


__ADS_2