Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 112. Siapa Pria Berjas Itu?


__ADS_3

Sedangkan di dalam sebuah kamar yang terbilang kecil, sederhana, dan cukup minimalis itu dengan cat temboknya berwarna kuning peach blossom. Seorang perempuan duduk di dekat jendela kamarnya. Ia berdiri di depan jendela kamarnya sambil menikmati indahnya pemandangan sore hari itu.


Warna jingga cahaya matahari kala itu mampu membuat perasaannya sedikit bisa terhibur dengan kegalauan dan rasa kecewa yang sedang mendera dan melanda hatinya itu.


"Abang Guntur, siapa sebenarnya perempuan yang Abang panggil sayang dan apa sesibuk itukah hingga sampai detik ini Abang tidak mengirim pesan chat ataupun meneleponku," Hyuna membatin dengan deraian air matanya yang mulai perlahan menetes membasahi pipinya itu.


Sinar mentari sore itu yang berwarna kemilau semakin mempercantik suasana di halaman belakang rumahnya Pak Hasan, tapi tidak mampu mengusik dan menerangi hatinya Hyuna yang galau.


"Dulu aku berpisah dengan Abang Guntur karena Abang harus pulang kampung hingga beberapa hari yang lalu aku kembali bertemu dalam keadaan status aku yang sudah jadi janda dari Mas Bagas, apa karena gara-gara itu sehingga Abang Guntur mundur dan mencari wanita lain untuk dinikahinya atau kah karena Abang bosan dan tidak sabar menunggu jawabanku untuk menerima lamarannya itu?" Hyuna berperang dengan batinnya sendiri di sore hari itu.


Hyuna terduduk di atas dipannya sambil memeluk kedua lututnya itu. Air matanya terus menetes sedari tadi.


"Ya Allah… entah sampai kapan aku begini terus, kapan kebahagiaan itu menghampiri kehidupanku, sudah dua kali ini aku mengenal seorang pria tapi, satupun dari mereka tidak ada yang serius dan jujur, semuanya sama-sama tukang boong, apa aku emang pantas dibohongi seumur hidup aku?" Lirihnya Hyuna.


Berselang beberapa menit kemudian, karena mungkin capek berfikir dan juga kondisi tubuhnya yang kurang fit membuatnya tertidur meringkuk di atas dipannya tersebut.


Satu jam kemudian, Dastan sudah memarkirkan mobilnya, bersamaan dengan kedatangan sebuah mobil yang sama sekali tidak dikenalnya. Dia memutuskan untuk tidak turun dari mobilnya tersebut. Ia hanya ingin mengamati dan memperhatikan siapa pemilik mobil tersebut.


"Sepertinya yang punya mobil itu bukan orang biasa, tapi siapa karena itu bukan salah satu mobil yang dimiliki oleh Guntur dan kedua orangtuanya," gumam Dastan..


Dastan yang menatap tajam ke arah pemilik mobil tersebut yang hingga detik ini masih berada di atas mobilnya belum berniat juga untuk turun dari mobilnya.


Satu jam sudah berlalu, hingga adzan magrib sudah berkumandang dari toa masjid menggema di seantero perumahan tersebut. Pemilik rumah yang menjadi pusat perhatian dari dua mobil tersebut keluar dari rumahnya.

__ADS_1


Pak Hasan akan ke Masjid terdekat untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah sedangkan Bu Rita dan Hyuna hanya melaksanakan di dalam kamar mereka masing-masing. Pak Hasan sama sekali tidak memperhatikan kedua mobil yang terparkir tidak jauh dari rumahnya itu.


"Kenapa orang itu tidak bergeming dari atas mobilnya? Sebenarnya dia itu siapa? Apa aku perlu mendatanginya dan bertanya langsung padanya saja," batinnya Dastan.


Dastan segera melepas seatbelt dari pinggangnya itu. Ia baru menyentuh handle pintu mobilnya tapi, apa yang dilakukannya kembali terhenti karena sudut ekor ujung matanya melihat bayangan seseorang yang turun dari mobilnya tersebut.


"Pria berjas!" Cicitnya Dastan.


Karena letak mobilnya yang tepat berada dibelakang mobil Pria itu sehingga dia tidak dapat melihat wajah dari sang pemilik mobil yang turun dari kursi penumpang bagian belakang mobilnya.


"Apa aku ikuti orang itu hingga ke dalam rumahnya Pak Hasan?" Dastan membatin.


Karena penerangan di sekitar tempat tersebut kurang sehingga terlihat remang-remang hanya bayangan yang mampu ditangkap oleh panca inderanya.


"Aku perhatikan saja dulu kalau memang ada yang aneh baru aku masuk kedalam," gumamnya Dastan lagi.


"Aku sebaiknya menelpon nomornya Hyuna untuk bertanya padanya, siapa orang itu yang bertamu ke rumahnya magrib begini!"


Tut… tut… tut..


Hanya bunyi itu yang mampu terdengar dari nada sambung dari telponnya Hyuna adik kembarnya. Karena Hyuna tidak mengangkat telponnya, ia kemudian memutuskan untuk menyusul orang itu saja. Dia tidak mau terjadi sesuatu kepada adiknya, apa lagi kondisi adiknya yang masih dalam keadaan yang tidak sehat akibat dari kecelakaan yang tanpa sengaja yang dilakukan oleh Vanessa.


Langkahnya kembali terhenti saat mendengar suara isakan tangisan dari dalam rumahnya Bu Tika. Suara itu mampu membuat Dastan semakin dibakar rasa penasaran dan kecemasan yang bercampur menjadi satu bagian di dalam pikirannya.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.


__ADS_2