Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 33. Kebingungan Bagas


__ADS_3

Sang fajar telah menyingsing, sang Dewi Malam pun sudah turun dari peraduannya dan digantikan oleh sang Raja Siang. Mentari yang telah memperlihatkan keadidayaannya di atas langit untuk menyinari seluruh isi alam semesta. Sinarnya mampu memberikan kehangatan kepada seluruh isi dunia.


Bagas segera bangkit dari tidurnya lalu meninggalkan kamar hotelnya Hyuna. Dia tidak ingin Diandra mencurigai apa yang telah dia lakukan bersama dengan istri sahnya.


Hyuna belum bangun juga padahal sudah jam 12 siang, Diandra yang mengetahui jika Hyuna belum keluar dari kamarnya setelah mendapat informasi dari salah satu OG yang kebetulan sedang bertugas membersihkan lantai sekitar kamar Hyuna dengan beberapa uang tips untuk pegawai itu.


"Perempuan sial sedang apa sih dia? kok sampai sekarang belum bangun juga, apa dia semalam gak pulang ke kamarnya?" Umpat Diandra mondar mandir menunggu kedatangannya Hyuna.


Diandra sudah mengirim pesan chat ke nomor hp Hyuna, tapi belum dibaca juga hingga sekarang.


"Mas, gimana nih? Hyuna belum juga, apa kita tinggalkan saja Hyuna di Bali?" ucap Diandra dengan cemberut tapi dalam hatinya bahagia jika Hyuna ketinggalan di pulau.


Diandra lalu berjalan ke arah suaminya yang sedang duduk sambil menikmati seduhan secangkir kopi dan di tangannya ada sebuah koran yang dibacanya dengan serius dan hanya melirik sepintas ke arah istri sirinya itu.


"Kita tunggu sekitar 25 menit lagi kalau tidak datang kita tinggalkan saja dia di sini, lagian ia pasti bisa pulang dan tahu cara pulang yang benar, dia bukan anak kecil lagi," sarkas Bagas lalu kembali membaca korannya yang bacaannya yang sempat tertunda itu.

__ADS_1


"Semoga apa yang aku lakukan bersama Hyuna tidak ketahuan sampai ke telinga Diandra," gumamnya Bagas.


"Kalau gini gagal dong rencanaku yang ingin memamerkan semua perhiasan yang dibelikan kemarin sama Mas Bagas," caci makinya Diandra dengan wajahnya yang cemberut dan jengkel karena usahanya harus kembali menuai kegagalan lagi.


Diandra berniat untuk memanas-manasi Hyuna dengan semua perhiasan yang dia pakai. Perhiasan itu bertahtakan berlian yang sangat cantik. Diandra ingin melihat wajah cemburu dan amarahnya Hyuna.


Diandra menghentakkan kakinya hingga suaranya terdengar cukup membuat Bagas mengalihkan pandangannya ke arah Diandra yang sudah marah-marah.


"Semoga saja segera datang dan melihat semua yang aku pakai ini," dengan tingkah dan gayanya yang memutar tangannya dan seakan-akan Ia tidak bosan melihat perhiasannya tersebut.


Hyuna terbangun dari tidurnya dan segera bangkit, tapi langkahnya terhenti karena tiba-tiba dia merasakan ada yang ngilu, perih dan sakit saat bergerak sedikit saja.


Malam itu desiran angin dan ombak malam berpadu seirama dengan hembusan nafas seseorang yang terengah-engah setelah beraktivitas ranjang dengan durasi waktu yang cukup lama.


Arjuna dan Hyuna sama-sama adalah pengalaman pertamanya tapi dengan pasangan yang berbeda. Arjuna dengan Sartika karena salah masuk kamar.

__ADS_1


Sedangkan Hyuna dengan suaminya sendiri. Sehingga awalnya Bagas kesusahan dan cukup kesulitan untuk membobol gawang pertahanan dari Hyuna yang masih tersegel dengan sangat kuat. Penghalang itu cukup membuat kesulitan dari pergerakan Bagas.


"Ternyata dengan Hyuna lebih terasa seninya dan keindahannya dibandingkan dengan Diandra padahal mereka sama-sama seorang perempuan, apa karena Hyuna adalah istri sahku?" Cicitnya dengan kebimbangan dan kebingungan melanda hati dan perasaannya.


Sedangkan Diandra masih saja mondar mandir marah-marah dan mengumpat dengan berbagai macam bahasa sudah diucapkan olehnya.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:



Pesona Perawan


Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan

__ADS_1


Cinta CEO Pesakitan



__ADS_2