
"Terus! Apa hubungannya dengan kamu, apa ada masalah? Lagian apa kamu lupakan jika aku melakukan hal itu karena gara-gara permintaan dan permohonan kamu yang pura-pura ingin bunuh diri jika aku tidak memenuhi permintaan kamu!" Cibirnya Bagas dengan nada suara yang merendahkan Diandra.
Bagas yang tidak menyangka jika Diandra sangat pintar bermain bersilat lidah dengan cara menjatuhkan dan melemparkan semua kesalahan kepada Bagas seorang. Padahal mereka berdua turut andil menjadi tokoh utama dalang dibalik perceraian Bagas dan Hyuna.
Nindy semakin dibuat di atas angin saat Bagas menjatuhkan talaq untuk Diandra di depannya.
"Ini lah yang paling aku inginkan, kamu diceraikan oleh Mas Bagas, aku dapat bonus yang banyak dari Pak Austin, ini baru namanya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui," batinnya Nindi sembari tersenyum penuh kelicikan.
"Ingat!! Aku hari ini boleh kalah dari kalian dan aku kamu ceraikan begitu saja, tapi kalian perlu ketahui jika aku tidak terima perlakuan kalian berdua dan akan membalas semua ini," gertak Diandra lalu berjalan ke arah tangga dengan menghentakkan kakinya sekuat tenaga hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring di pagi itu.
"Silahkan saja, aku tidak takut dengan ancaman kamu lagian apa kamu yang kasih makan saya haaa!!! Tolong jangan ambil barang-barang yang pernah aku belikan untuk kamu menggunakan uangku satu pun," geram Bagas yang meringis kesakitan karena kepalanya yang terbentur keras itu mengeluarkan darah segar.
Nindi merangkul tangannya Bagas seolah-olah mereka takut kehilangan dan terpisahkan satu sama lainnya bagaikan perangko dengan amplopnya saja. Nindi sedari tadi selalu mengumbar senyum kebahagiaan ke arahnya Diandra.
Diandra tampak lesu saat menaiki dan menginjak satu persatu undakan tangga, karena tersadar jika semua fasilitas mewah dan barang-barang branded yang dipakainya itu murni dan seratus persen memakai uangnya Bagas sedangkan ia selama resign dan berhenti total tidak bekerja lagi sepeserpun tidak memiliki uang sama sekali.
Apalagi selama ini dia sering berfoya-foya dan berpesta pora bersama dengan teman sosialitanya dan juga beberapa pria yang menjadi selingkuhannya itu.
"Brengg ssek, bee go, too lol mereka semua, wanita pembawa si aal aku tidak akan tinggal diam setelah kamu mempermalukan aku di depan orang lain, tapi jangan namakan aku Diandra Bagaskoro jika tidak mampu dan bisa membalas dendam atas penghinaan ini padaku," umpatnya Diandra dengan segala hal umpatan yang sudah berseliweran di dalam otaknya.
Langkahnya Diandra kembali terhenti saat sudah berada diujung undakan tangga karena suara teriakan yang cukup keras dari Bagas yang membuatnya terpaksa kembali menoleh ke belakang.
"Jangan simpan anakmu itu, bawa dia pergi bersama kamu, karena dia bukan darah dagingku tapi dia adalah anak hasil hubungan gelap dan perselingkuhan kamu wanita jaa laang," bentaknya Bagas dengan amarahnya menggebu dan sudah diambang batas kesabarannya melihat dan menanggapi sikap dari Diandra.
Diandra tersenyum licik ke arah keduanya," aku akan bawa anakku bersamaku, tapi satu hal yang perlu kamu ketahui jika detik ini aku Sumpahi kamu tidak akan pernah memiliki seorang anak lagi!! Camkan sumpahku itu baik-baik."
Diandra kemudian melangkahkan kembali kakinya menuju kamar tidur yang selama ini menjadi tempat peristirahatannya. Mbak Ani dan Rina hanya melongok, keheranan dan tidak menyangka jika pagi ini akan menjadi akhir dari kisah hidup Nyonya Besar Diandra di rumah besar dan mewah itu.
__ADS_1
"Semoga Nyonya baru kami lebih baik dari Nyonya Diandra agar kami tidak perlu berhenti bekerja di sini," gumam Mbak Rina.
Mereka saling bertatapan dan sesekali menampilkan raut wajah sedih dan kecewa melihat perangai dan sikap dari ketiga Majikannya itu. Mereka hanya mampu menggelengkan kepalanya dan tertunduk tanpa ada niat untuk mencampuri kehidupan mereka.
"Ya Allah.. bukanlah pintu hati nurani mereka agar segera menyadari kesalahan dan kekeliruan mereka selama ini yang sudah jauh dari jalanMu ya Allah.. kami sangat sedih melihat Tuan Bagas yang dulu sangat baik tapi setelah bercerai dengan Nona Hyuna hidupnya semakin hancur dan tidak terkendali," batinnya Mbak Ani yang meratapi kesalahan mereka.
Satu bulan kemudian…
Hubungan Guntur dengan Hyuna semakin dekat saja, tapi hingga detik itu juga Hyuna belum mengetahui jika Guntur adalah CEO di Perusahaan Global Utama TBK. Ia hanya bekerja rajin dan giat sebagai sekretaris palsu dari asisten pribadinya Guntur yaitu Austin.
Hari ini Guntur pagi-pagi sekali sudah berada di depan pagar rumah Pak Hasan dan Bu Rita. Motor matic kesayangannya sudah terparkir rapi. Dia sudah berjanji jika pagi itu akan menjemput Hyuna langsung seperti hari-hari sebelumnya.
Hyuna yang mendengar suara mesin motor yang sudah mati, buru-buru berjalan ke arah jendela rumahnya untuk melihat siapa orang yang berada di depan rumahnya tersebut. Betapa bahagianya karena melihat dan menyadari jika pria yang selalu setia menjaga dan mengajarinya selama bekerja di kantor itu datang kerumahnya.
Hyuna memutar handle pintu lalu berjalan ke arah Guntur Bumi Triyoga yang duduk di atas jok motornya dengan sesekali stelan pakaian kerja yang sangat pas di tubuhnya yang tinggi dan tegap itu.
"Iya sayang, tunggu Mas akan segera menjemputmu di Bandara, sekitar setengah jam lagi," tuturnya Guntur yang sedang menelpon dengan seseorang.
Jedarrrrr …
Duarrr…
Perasaan bahagia yang membuncah di dadanya selama ini harus hancur lebur berkeping-keping dikala mendengar kata sayang itu. Hatinya serasa tertusuk seribu jarum langsung mengenai hati dan jantungnya.
Hyuna pun memutar langkahnya ke arah lain lalu berjalan perlahan untuk mencari ojek. Ia tidak mengatakan sesuatu apapun jika dia pergi dari sana. Air matanya membasahi pipinya, dia tidak menyangka jika Guntur tidak ada bedanya dengan pria lainnya yang ada di luar sana.
"Aku harus melupakan Abang Guntur, aku tidak ingin menjadi orang ketiga diantara mereka, aku tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain," lirihnya Hyuna sembari menutup mulutnya agar orang-orang tidak mendengar isakan tangisnya itu.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.
__ADS_1