
Jingga membuang simcardnya ke atas aspal. Ia sudah bertekad untuk memulai hidup baru dengan menerima dan bersedia menikah dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya.
"Mami!! Katakan padaku apa hubungannya Mami dengan Abang Dastan Pria yang lebih muda dan pantas jadi anaknya Mami ini?" Tanyanya Vanessa dengan bernada menghina keduanya.
Tatapan matanya nyalang dan tajam kearah mereka yang berdiri mematung dan terdiam seribu bahasa di tempatnya.
"Apa yang kalian lakukan sangat tidak pantas untuk dicontoh dan juga kenapa kalian melakukan hal ini di depan khalayak umum lagi," cibirnya Vanessa yang memandang jengah ke arah Mami dan sahabat pria yang disukainya.
Austin pun datang karena melihat ada beberapa orang yang berkerumun sehingga menarik perhatiannya. Mereka janjian akan bertemu untuk menemui asisten dari relasi bisnisnya.
Tapi, mulutnya menganga seolah-olah semut,lalat dan kupu-kupu pun bisa masuk ke dalam mulutnya saking lebarnya menganga.
"Apa yang terjadi di sini? Kalau tidak ada yang penting atau tidak ada acara bagi-bagi sembako dan uang kaget sepertinya kalian perlu bubar sekarang juga atau aku akan panggilkan pihak keamanan, apakah itu yang kalian inginkan!" Geram Austin sedangkan Dastan baru kali ini tidak bertindak keras dan tegas.
Pikirannya masih terngiang-ngiang dengan perkataan dari Bu Livia yang mengatakan bahwa dirinya adalah putranya.
"Dastan, Apa yang terjadi di sini?" Tanyanya yang menatap tajam ke arah pengunjung yang masih memperhatikan mereka.
"Tidak apa-apa kok, semua ini hanya salah paham saja," jawabnya Nyonya Livia dengan penuh kelembutan dan tatapan teduhnya kearah Dastan.
"Vanessa apa yang terjadi padamu? Sepertinya sedari tadi kamu berteriak-teriak!" Cercanya Austin yang menatap jengah perempuan yang sudah mulai dia sayangi.
"Kalau mau tahu tanya sama temannya situ, kenapa bisa aku teriak histeris!!" Gerutu Vanessa yang menatap sebelah mata ke arahnya Dastan yang masih tidak bergeming.
Austin mengarahkan pandangannya ke arah Dastan yang seperti patung saja tak bergerak tapi hanya sorot matanya yang menyiratkan bahwa ada perang batin yang terjadi di dalam benak dan hatinya Dastan.
"Apa yang terjadi padanya dan apa sebenarnya hubungan mereka berdua antara Dastan dan Nyonya Livia? kalau tidak salah dia kan CEO Perusahaan Duxton yang ada di Indonesia," Austin membatin.
"Kalau begitu aku minta maaf karena gara-gara aku yang tidak hati-hati sehingga terjadi kekacauan yang menimbulkan kesalahpahaman diantara orang-orang yang melihat kita semua," ujarnya Bu Livia yang sedikit menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Livia adalah wanita blasteran berdarah campuran Indonesia, Shanghai China dan Turki itu. Setelah jadi janda dia memutuskan untuk mengelola perusahaannya yang ada di Indonesia cabang perusahaan dari Papinya Hamilton Duxton.
"Hpnya mungkin rusak gara-gara Ibu jadi insya Allah Ibu akan ganti rugi, Justin! Tolong ambil Hpnya Nak Dastan dan ganti yang baru, sekarang juga!" Perintahnya Bu Livia.
"Ganti rugi hp, Nak Dastan!" Vanessa membeo.
Bu Livia menatap sekilas ke arah putri bungsunya itu," nanti Mami akan jelaskan semuanya pada kamu jika Mami sudah mendapatkan informasi dan bukti yang menyatakan jika Dastan adalah kakak kamu," batinnya Bu Livia.
Vanessa tidak percaya jika kenyataannya seperti itu awalnya, ia sudah salah paham dengan kejadian yang dilihatnya itu.
"Maaf!!" Lirihnya Vanessa refleks menundukkan kepalanya tanda ia sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya barusan.
"Tidak perlu!! Nyonya tidak usah repot-repot, lagian salah aku juga yang berjalan tanpa melihat keadaan jalan dan aku juga yang teledor dan lalai saat berjalan ditempat keramaian," tuturnya Dastan yang meminta maaf atas kesalahannya.
"Tidak apa-apa, kalau gitu sebagai ganti ruginya aku dengan tanpa mengurangi rasa hormatku pada kalian, datanglah nanti malam di rumah Saya mengundang kalian untuk makan malam di rumahku, bagaimana Nak Austin dan Dastan?" Tanyanya Bu Livia yang ingin memastikan semuanya.
Dastan dan Austin saling berpandangan satu sama lain. Tapi, Austin tidak tahu harus menjawab apa sehingga dia hanya menaikkan pundaknya.
"Baiklah kalau begitu saya pamit dulu karena masih ada kerjaan sedikit yang harus aku selesaikan," pamit Bu Livia lalu meninggalkan mereka yang masih terdiam dan saling melempar pandangan.
"Hati-hati Bu Livia, senang berjumpa dengan Nyonya!" Ungkap Dastan.
Mereka meninggalkan Austin dan Dastan, Vanessa pun mengekor langkah kaki maminya hingga sampai di tempat parkiran basement Mall tersebut.
"Aku harus mencari tahu siapa Nyonya Livia, karena jelas-jelas tadi dia memanggilku dengan sebutan anakku Dastan dan tidak mungkin aku salah dengar lagian dia tahu namaku dari siapa?" Dastan bergumam.
"Dastan!! Aku yakin dia adalah putra kembarku yang dibuang oleh istrinya Fuad Rahmany si wanita ular licik dan jahat yang bersembunyi dibalik topeng kemunafikannya," Bu Livia membatin sambil masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan Vanessa berjalan ke arah mobil mini Cooper yang selalu setia menemani kesehariannya beraktifitas di luar ruangan.
__ADS_1
"Kenapa aku merasa ada yang disembunyikan oleh mami dan ada hubungan yang istimewa dengan Dastan," lirihnya Vanessa Hudgens lalu mulai memutar stok kontak kunci mobilnya.
"Justin selidiki segera pria tadi yang bernama Dastan itu, aku ingin info itu ada sebelum matahari tenggelam!" Perintahnya Nyonya Livia sambil membuka galeri foto hpnya dan melihat kedua anak kembarnya kemudian mengecup satu persatu foto itu yang hanya itu yang dimilikinya hingga detik itu sebagai bukti kalau beliau memiliki dua anak kembar bernama pria yang sudah beristri itu.
...----------------...
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.