
Diandra langsung berdiri dan bertukar posisi dengan Hyuna, Bagas hanya bisa melihat tidak tidak mampu untuk menentang keinginan dari ibunya itu.
"Aku akan berusaha membuat kamu pergi dan angkat kaki dari sini," lirihnya Bu Sulis.
Jika Bagas menentang perintah ibunya itu sama saja perlahan akan terbongkar sudah perselingkuhan nya dengan Diandra.
"Ini baru benar, masa tamunya duduk berdekatan dengan suami sang pemilik rumah, sedangkan Nyonya besar di sini seperti tamu saja," sindir ibu Sulistyowati.
Ibu Sulistiawaty yang merasa bahagia karena berhasil membuat Diandra merasa jengkel dan marah. Apa yang dilakukan oleh ibu Sulistiawaty itu membuat Diandra merasa sangat marah, dongkol dan mengumpat dalam hatinya. Hal sangat tergambar jelas di raut wajahnya Diadra.
"Tak apa kali ini Kamu merasa menang dan mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya Mas Bagas, tapi hati dan raga Mas Bagas hanya untukku seorang." Makinya lalu menatap dengan penuh amarah Hyuna.
Hyuna yang ditatap seperti itu hanya menyunggingkan senyumannya, lagi lagi membuat Diandra menahan amarahnya.
"Ternyata dugaan ku selama ini salah, Kamu bukan perempuan bodoh yang mudah di dipengaruhi aku harus mempercepat rencanaku untuk dijadikan istri kedua oleh mas Bagas."
Perkataan Diandra sambil mengaduk makanannya dan sesekali menyantap makanan itu.
__ADS_1
"Bagas, ibu tidaka sabar loh ingin segera menimang cucu dari Kamu nak, Kamu itu sudah hampir satu tahun menikah loh, tapi hingga sekarang Hyuna juga belum hamil," ucap ibu Sulistyowati disela suapannya.
Ibu Sulistiawaty menatap ke arah Hyuna dan Dia melihat ada keresahan dan kebimbangan yang terpancar dari wajah Menantunya itu.
Bagas dan Diandra batuk bersamaan, hal ini membuat semua orang di sana keheranan dengan sikap dari keduanya.
Hyuna spontan dan cepat tanggap langsung menyodorkan gelas yang berisi air putih untuk Bagas. Sedangkan Diandra dia sendiri yang mengambil gelas untuknya, karena tidak ada yang berinisiatif untuk membantunya meredakan batuk nya itu.
"Kalian kok batuknya kompakan, sepertinya kalian janjian untuk batuk bersama," canda ibu Sulistiawaty.
Bagas dan Hyuna terdiam mendengar perkataan dari ayahnya dan tidak menjawab apapun, sehingga pak Handoko langsung menyodorkan sebuah amplop putih yang berisi 2 lembar tiket bulan madu ke Bali.
Pak Handoko memilih Pulau Raja Ampat karena menurutnya sangat cocok untuk mereka berdua.
Bagas yang tidak mengerti dengan apa yang yang di sodor kan oleh ayahnya menatap kebingungan amplop itu.
"Maaf Ayah, ini amplop apa?" tanya Bagas yang kebingungan.
__ADS_1
Lalu mengambil amplop tersebut lalu membukanya, sedangkan Hyuna sedikit pun tidak terusik dengan apa yang dilakukan oleh mereka.
Hanya Diandra yang kumat-kamit karena yakin jika isi dari amplop itu adalah tiket pesawat bulan madu untuk Bagas dan Hyuna.
"Andai saja aku yang di posisi cewek sialan itu, pasti aku akan sangat bahagia mendapatkan hadiah dari Ayah mertua."
Diandra semakin kesal setelah mengetahui bahwa kedua orang tuanya Bagas menginginkan Hyuna dan Bagas liburan ke Bali.
" Ada apa Diandra? apa makanannya tidak enak?" tanya Hyuna yang melihat sikap Diandra yang menurutnya sangat aneh dan tidak seperti biasanya.
"Eeh enggak kok, masakan yang Kamu buat ini sangat enak malah," jawab Diandra sambil menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya dengan terpaksa.
Hyuna yakin dengan sangat jika Diandra sangat marah dengan keputusan yang diambil oleh ke dua mertuanya yang menyarankan kepada Bagas untuk berlibur dan berbulan madu ke luar pulau Jawa.
"Ya Allah semoga rencana dan keinginan mereka bisa terkabul, sepulang dari sana Aku bisa hamil." gumamnya Hyuna yang sangat berharap apa yang diimpikan mereka terkabul dan jadi kenyataan.
Wanita solehah adalah yang memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara nya.
__ADS_1