
Karena sudah tidak tahan melihat kedekatan dari Hyuna dan Dastan, akhirnya Guntur maju ke depan lalu menarik lengan bajunya Dastan agar segera menghindari dan menjauh dari tubuhnya Dastan.
"Minggir dan menjauh loh!! dari tubuhnya kekasihku calon istriku," geram Guntur Bumi Triyoga.
Dastan yang mendapatkan tarikan tiba-tiba karena tidak bergerak cepat dan tidak dalam kondisi yang siap. Dastan berpindah tempat dari tempatnya semula. Dastan hanya tersenyum menanggapi sikap obsesinya Guntur tanpa ada rasa marah atau pun jengkel.
"Ya elah si Bos sudah bucin nih sama adik Aku," Dastan membatin dengan senyuman penuh artinya tersungging di bibirnya.
Hyuna baru tersadar kembali saat Dastan terlempar gara-gara tarikan kuatnya yang dilakukan oleh Guntur yang hati dan pikirannya sudah diselimuti api cemburu.
Guntur sudah gedeg sekali melihat Hyuna yang terlalu bahagia pertemuannya dengan Dastan sang asisten pribadinya sekaligus bodyguardnya itu.
Hyuna yang melihat kejadian itu hanya melongok tidak percaya dengan tingkah absurd nya Guntur. Hingga mulutnya menganga membentuk huruf o besar saking kagetnya dan tidak percayanya melihat sikap Guntur.
"Abang!!" Pekik Hyuna yang berusaha menahan amarahnya itu.
Guntur yang baru pertama kalinya mendengar ucapan dan teriakannya Hyuna yang biasanya berbicara penuh lemah lembut sekarang seperti seseorang yang terbakar api amarah yang meledak siap membakar orang lain.
"Apa sayang? Tanyanya Guntur yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa sesuatu pun.
"Abang!! Kenapa memperlakukan Kak Dastan seperti itu? Dia ini saudara aku Abang yang tidak perlu Abang curigai atau pun cemburu buta dengannya," geram Hyuna yang masih terus berusaha menekan amarahnya yang sudah menggebu.
"Saudara, kakak!" Guntur membeo.
Guntur semakin dibuat tidak percaya dengan penuturan dari mulutnya Hyuna. Karena, selama ini yang diketahuinya adalah Hyuna hanya anak tunggal itu pun besar di panti asuhan tapi, saat berusia 11 tahun barulah diadopsi oleh keluarga Brawijaya di kota Malang.
"Iya, Dastan Septa Duxton adalah Kakak kandungku, namaku adalah Hyuna Septi Duxton," ujarnya Hyuna dengan mantap.
Padahal apa yang dikatakannya belum tentu benar adanya karena hubungannya dengan Dastan masih simpang siur dan penuh dengan misteri. Ia sangat tahu jika waktu mereka ditemukan dalam box bayi subuh itu tidak ada bukti yang akurat yang mengatakan jika mereka adalah saudara sedarah. Tapi, bagi Hyuna Dastan adalah Kakak kandungnya apapun yang terjadi kedepannya.
"Apa yang kamu katakan itu memang benar adanya, kamu lah adikku Hyuna, kakak sudah mencari tahu dan membuktikannya lewat tes DNA, tapi kakak belum menemukan kedua orang tua kita, maafkan kakak dan belum saatnya kamu mengetahui kenyataan ini semua," Dastan membatin.
Guntur berjalan ke arah Dastan lalu bertanya, "Serius kamu adalah Kakaknya Hyuna?" Guntur berharap itu adalah kenyataannya.
"Emangnya kenapa Bos? Apa itu penting Bos ketahui?" Tanya balik Dastan dengan menampilkan tampannya yang cuek dan tidak peduli dengan reaksi Guntur yang terlalu lebay menurutnya.
__ADS_1
"Sangat pentingkah! Kan kalau kamu kakaknya Hyuna berarti saingan aku berkurang untuk mendapatkan Hyuna," tuturnya yang berbisik di telinganya Dastan.
Hyuna yang masih sedikit jengkel dengan sikap bucinnya Guntur yang tidak ketulungan itu membuatnya bertanya-tanya dan keheranan kenapa mereka berbicara dengan berbisik-bisik tetangga.
Dastan berusaha menahan tawanya saking lucunya sikap pria angkuh, dingin dan keras kepala yang ada di depannya itu.
"Ternyata cinta mampu membuat seseorang menjadi berubah seperti pria yang dingin, irit bicara, egois, keras kepala, angkuh bisa bertekuk lutut di hadapan adikku," gumam Dastan yang tersenyum tipis.
"Kalau gitu kamu ikut kami dan antar motornya Hyuna ke rumahnya, karena aku yang mulai detik ini akan antar jemput Hyuna pulang pergi kerja," ujarnya Guntur tanpa harus menunggu jawaban ataupun tanggapan dari Dastan maupun Hyuna.
Hyuna yang tangannya ditarik seperti itu oleh Guntur hanya tersenyum malu-malu karena mendapatkan perlakuan seperti itu di hadapan kakaknya sendiri.
"Karena Hyuna lah yang menjadi mampu membuat hatinya Guntur berubah, aku yakin kamu akan bahagia dek bersama dengan Tuan Muda Guntur karena aku tahu siapa Tuan Guntur itu, kakak bisa sedikit bernafas lega dan semoga tidak lama lagi kita akan bertemu dengan Papa dan Mama," lirihnya Dastan lalu mengekor keduanya hingga ke tempat parkiran.
Hyuna naik ke atas kursi jok belakang motor maticnya Guntur. Hyuna tidak percaya jika Guntur akan bersedia dan siap untuk berkorban untuk mengantar jemputnya pulang kerja.
"Abang, seharusnya tidak perlu harus repot-repot melakukan semua ini pada Hyuna," tuturnya Hyuna saat dipakaikan helm oleh Guntur.
"Abang akan melakukan apa pun hanya untuk kamu seorang, ingat apapun itu tanpa terkecuali, bintang yang kamu minta pun akan aku ambilkan," terangnya Guntur yang mulai menyalakan mesin motornya dengan memutar stok kunci motornya yang berwarna merah putih itu.
"Auhhh sakit sayang!" Keluhnya Guntur yang berpura-pura kesakitan.
"Ish lebay deh ini Abang,masa cubitan mesra penuh kelembutan dari jariku dikatakan sakit," timpal Hyuna yang tersenyum malu-malu dengan rona wajahnya yang memerah menahan rasa malunya itu.
Dastan hanya mengikuti terus ke mana perginya motor mereka. Hingga perjalanan mereka masuk ke dalam gang yang cukup kecil tapi, sebuah mobil merk A masih sanggup melewati jalan itu.
Dastan terkejut melihat rumah yang didatangi oleh Hyuna dan Guntur m karena setahu dan informasi terakhir yang dia dapatkan Hyuna menikah dengan seorang pria sekitar satu tahun lebih yang lalu.
"Apa yang terjadi padamu dek! Kenapa adikku sekarang tinggal di rumah yang sangat sederhana dan ini juga rumahnya Pak Hasan tukang kebun Bu Rima," Cicitnya Dastan yang mulai menepikan motornya sambil menunggu mereka masuk ke dalam sana.
"Silahkan masuk dulu Abang, Kakak Hyuna akan buatkan minuman," pinta Hyuna saat menyerahkan helmnya Guntur dengan warna kuning itu.
Dastan segera menimpali pembicaraan Hyuna,"maaf kalau aku belum bisa sempat untuk singgah dek, aku ada kerjaan yang sangat penting soalnya," sahut Dastan.
Hyuna kemudian menatap ke arah Guntur yang terdiam mematung di atas motornya itu.
__ADS_1
"Abang sebenarnya sangat ingin mampir tapi, Abang ada urusan dikit yang tidak boleh ditunda," sahutnya Guntur dengan raut wajahnya yang kecewa setelah membaca pesan chat singkat dari Austin asisten pribadinya.
Hyuna tersenyum dan memaklumi alasan keduanya. Hyuna pun pamit ke dalam dan ingin segera membersihkan tubuhnya. Tapi, langkahnya baru tiga langkah dia berhenti dan menolehkan kepalanya ke arah Guntur.
"Besok jam 8 Abang akan jemput kamu, jadi tunggu Abang yah," ungkap Guntur lalu mulai menyalakan mesin motornya mengikuti arah jalan raya yang dituju oleh Dastan.
"Assalamualaikum," sapanya salam Hyuna.
"Waalaikumsalam," balas Hyuna lalu segera menutup pagar rumahnya itu yang bercat biru tua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.