Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 102. Diurut


__ADS_3

Bu Rita segera berjalan ke arah lemarinya untuk mengambil kotak p3knya. Ia sungguh cemas melihat kondisi Hyuna yang kesakitan.


"Kenapa bisa kakimu terluka, tolong jelaskan apa yang terjadi pada putriku dan kenapa bisa seperti ini?" Tanyanya Pak Hasan dengan raut wajahnya yang cemas dan khawatir dan ada rasa takut yang mendera dari wajah kedua orang tua angkatnya Hyuna yang sudah berjongkok di depan putrinya itu.


Dastan yang melihat perhatian yang tulus dari pasangan suami istri itu membuatnya terharu dan bahagia karena adiknya mendapatkan orang-orang yang mengelilinginya semuanya orang baik.


Vanessa dan Jingga yang mendengar pertanyaan dari Pak Hasan hanya bisa saling berpandangan satu sama lainnya. Mulut mereka bungkam diam seribu bahasa. Mereka tidak kuasa untuk berbicara sepatah kata pun.


Dastan kemudian menolehkan wajahnya ke arah Vanessa dan Jingga yang raut wajahnya merah mereka sudah pucat pasi.


"Ya Allah,, semoga Pak Hasan dan Istrinya tidak melaporkan kami kepada polisi karena telah menabrak anak mereka," batinnya Vanesa yang mulai takut, gelisah dan tidak duduk dengan tenang di tempatnya karena jika dilaporkan kepada pihak berwajib ini adalah kasus pertama dalam hidupnya.


"Gawat kalau Pak Hasan melaporkan kami dan memenjarakan kami kepada polisi gara-gara ulahnya Vanesa yang main ugal-ugalan saat mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi, apalagi saat kejadian banyak Masyarakat yang melihat kejadian tersebut dan bisa bersaksi bahwa kami yang telah melakukan itu semua dengan sengaja," mimik wajahnya Jingga sudah pucat, keringat bercucuran membasahi pipinya itu, tangannya pun ikut gemetaran.


Austin yang melihat hal itu ingin tertawa terbahak-bahak, tetapi dia berusaha untuk menahan tawanya tersebut.


"Aku yakin mereka dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, hal itu terlihat jelas dari wajah mereka berdua, hahaha pemandangan yang cukup langka melihat wajah cantiknya yang ketakutan, Vanessa aku mencintaimu tapi, kita bagaikan langit dan bumi, terlalu besar dan banyak perbedaan yang memisahkan dan menjembatani perbedaan itu, maaf aku tidak bisa memperjuangkan cintaku padamu," batinnya Austin yang sebenarnya beberapa tahun terakhir ini dia sudah mencintai gadis arogan, egois, cantik tapi baik hati itu.


Pak Hasan diam-diam memperhatikan interaksi antara Vanesa dengan Jingga sehingga mampu dan mendapatkan jawaban atas ketakutan, keraguan dan kekhawatirannya.


"Apa jangan-jangan Nona Muda yang menabrak Hyuna? Kalau seperti itu tidak mungkin aku melaporkan mereka ke pihak yang berwajib, lagian mereka sudah bertanggung jawab untuk mengantar Hyuna pulang ke rumah," gumam pak Hasan dengan menelisik satu persatu dari wajah mereka yang sudah nampak tidak dalam keadaan yang baik saja.

__ADS_1


"Kaki kamu sepertinya terkilir nak, sini ibu obati dengan mengoleskan minyak ini, Ibu akan mengurut sedikit jadi kamu harus tahan yah," perintah Bu Tika yang akan mencoba untuk membantu mengobati kaki dan pergelangan kakinya Hyuna yang sepertinya keseleo gara-gara terjatuh saat ditabrak tadi siang.


"Tapi, apa rasanya tidak terlalu sakit Bu kalau Ibu urut?" Tanyanya Hyuna yang sedikit khawatir dan cemas.


Hyuna teringat ketika dia kecil dulu, ia pernah terjatuh dari sepeda sehingga tangannya butuh perawatan yang khusus dan waktu itu dibawah ke tukang urut. Hyuna menjerit-jerit kesakitan Kala itu.


Bu Tika tersenyum lembut ke arah Hyuna agar Hyuna bisa lebih tenang," insya Allah tidak akan sakit kok, lagian luka di kaki kamu hanya luka kecil kok jadi jangan terlalu ditakutkan."


"Tahan dek, karena kalau tidak diurut segera apa kamu ingin terus jalan terpincang-pincang, kan gak ada sejarah dan ceritanya wanita cantik harus berjalan pincang gitu," canda Dastan yang berusaha untuk memberikan kekuatan dan ketenangan untuk adik kembarnya itu.


"Benar sekali yang dikatakan oleh Tuan Muda Dastan, kamu harus tahan jika dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut kamu bisa berjalan tidak normal, cara urut dan pijatnya ibu itu enak loh, bapak saja suka dan selalu ingin kalau Ibu yang mengurut bapak dan bapak yakin kamu tidak akan terlalu merasakan kesakitan kok, percayalah sama kami," tuturnya Pak Hasan.


Hyuna pun menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk segera diurut. Bu Tika menyuruh Hyuna untuk memperbaiki posisi duduknya lalu dia mempersiapkan segala sesuatu yang akan dipakainya dalam proses mengurut.


"Aaaaahhh Abang Guntur!!" Teriaknya Hyuna saat diurut.


Teriakannya Hyuna membuat semua orang tercengang karena baru kali ini mendengar orang yang berteriak-teriak kesakitan menyebut nama kekasih idaman hatinya itu. Satu sama lain saling berpandangan dan tidak menyangka jika reaksi Hyuna akan seperti ini.


...----------------...


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..

__ADS_1



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….

__ADS_1


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.


__ADS_2