
Berselang beberapa saat kemudian, dia sudah mulai duduk di kursi tunggu pasien tepat di depan pintu ruangan operasi. Lampu kamar operasi masih menyala pertanda proses operasi masih sedang berlangsung.
"Guntur!!" Teriak seseorang dari arah kanan koridor rumah sakit.
Kedua orang tersebut segera mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara.
Betul sekali pria yang gagah berani berjuang menolong Hyuna adalah Guntur teman semasa kuliahnya dulu sekaligus pacar yang tidak ada kata putus dari mereka berdua.
"Mama," cicitnya Guntur Bumi Triyoga yang melihat kedatangan Mamanya.
Guntur tidak menyangka jika Mamanya mengetahui apa yang sedang terjadi dengannya di rumah sakitnya.
"Kenapa Mama bisa ada di sini dan dari mana info itu sehingga Mama mengetahui bahwa saya ada di rumah sakit?" Lirihnya sambil melirik ke arah pamannya Pak Fuad.
Sedangkan yang ditatap dengan penuh tanda tanya hanya tersenyum enteng dan sama sekali tidak terpengaruh dengan tatapan mata tajamnya Guntur.
"Kamu pasti heran dan ingin tahu kenapa Mama ada di sini?" Tanyanya Nyonya Rima Melati.
Guntur tidak menggubris perkataan dari Mamanya karena sudah tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya yang muncul dari dalam benaknya itu.
"Mama datang ke sini….," Ucapan Bu Rima terpotong karena pintu ruang operasi tiba-tiba terbuka lebar.
Guntur segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri dokter Jailani yang mengoperasi Hyuna.
"Dok, apa yang terjadi dengan Hyuna?" Tanyanya yang mulai ketakutan saat melihat raut wajahnya Dokter Jailani yang tidak baik-baik saja.
"Maaf rumah sakit kita kehabisan stok darah," jawabnya Dokter yang sering disapa Dokter Jailani itu.
__ADS_1
Bu Rima segera maju, "Maaf bukannya stok kita banyak Dok?" Tanyanya yang tidak percaya jika bank darah di RS tersebut kekurangan jumlah persediaan darah.
"Maaf khusus untuk golongan darah 0
O+ hari ini habis, dikarenakan banyaknya pasien yang juga membutuhkan transfusi darah dengan golongan tersebut," jelasnya Dokter Jailani.
"Ambil saja darahku Dokter kebetulan, golongan darah kami sama O rhesus plus," ujarnya Dokter Fuad.
Perkataannya yang meluncur dari mulutnya dokter Fuad membuat ketiga orang tersebut yang kebetulan saling berhadapan mengalihkan pandangannya ke arah Pak Fuad.
"Kalau gitu cepatlah Paman,jangan tunda-tunda lagi, kasihan Hyuna Paman!" Pinta Guntur dengan memegang lengan sepupu Mamanya itu.
"Alhamdulillah kalau seperti itu berarti operasinya bisa dilanjutkan," terang Bu Rima.
Pak Fuad dan beberapa perawat berjalan ke arah ruangan khusus donor darah. Mereka bersyukur karena permasalahan pelik yang mereka hadapi bisa segera dan secepatnya teratasi.
"Mama sudah tahu siapa perempuan itu dan bagaimana masa lalu kalian, tapi Mama ingin mengetahui dari mulut kamu langsung, Nak!" Batinnya Bu Rima.
"Ya Allah… kalau seperti ini pupus sudah harapanku untuk kembali bersama dengan Hyuna, aku tidak mungkin hadir di dalam hubungannya bersama dengan suaminya, aku bukan pria yang pengecut yang harus merebut dan mengganggu rumah tangga orang lain walaupun aku sangat mencintaimu Hyuna," batinnya bergolak dengan penuh kesedihan hingga raut wajahnya Guntur berubah-ubah setiap saat.
Kadang terpancar raut sedih, khawatir, takut dan cemas yang mewarnai kehidupannya hari ini. Guntur menyugar rambutnya dengan gusar. Saking galau dan kacaunya kehidupan percintaannya beberapa tahun belakangan ini.
"Maaf.. ini semua terjadi karena kebodohanku di masa lalu yang harus pergi dari hidupmu tanpa sepatah kata pun," lirihnya Guntur hingga tetesan air matanya perlahan membasahi pipinya.
Bu Rima yang melihat keterpurukan putra pertamanya segera mendekati dan memeluk tubuh jangkung putranya itu dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan Mama yang belum bisa mengatakan kepada kamu, jika Hyuna sudah berpisah dari suaminya, Maafkan Mama yang sudah lancang mencari tahu siapa sosok perempuan yang selalu membuatmu untuk menolak semua perempuan yang aku dijodohkan denganmu," gumam Nyonya Rima.
__ADS_1
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1