Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 32. Menyerahkan Dengan Sepenuh Hati


__ADS_3

Hyuna setelah mandi dia ingin kembali ke dalam kamarnya Arjuna. Dia sudah tidak sabar ingin menemukan kalungnya yang hilang dan terjatuh entah kemana dan juga ingin memastikan kalau Arjuna adalah adik angkatnya si gembul sewaktu mereka masih tinggal di Panti Asuhan Nur Rahman.


"Aku harus secepatnya ke sana, mungkin Arjuna sudah sadar dari mabuknya," gumamnya yang ingin menutup pintu kamarnya.


Tetapi langkahnya terhenti saat Bagas yang datang tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang.


"Hyuna maafkan Mas yang selama ini sudah mengabaikan kamu yang selalu membentak dan memarahi kamu, maafkan Mas sayang," lirihnya Bagas.


Diandra tidak menyadari jika suami sirinya pergi dari kamarnya setelah menghabiskan sebotol minuman yang beralkohol. Entah apa yang terjadi pada Bagas sehingga dia dengan berani menyentuh minuman yang sama sekali tidak pernah dia sentuh.


Hyuna yang diperlakukan seperti merasa tersentuh hatinya yang tidak tahu apa-apa jika, Bagas sedang dalam pengaruh alkohol.


Hyuna tidak mampu berkata sepatah kata pun. Dia hanya menunggu apa yang akan dilakukan oleh Bagas.


"Hyuna maukah kamu memenuhi permintaan dari ayah dan ibu? Mereka menginginkan cucu dari kita," cicitnya Bagas yang sudah diselimuti kabut gairah yang sudah membuncah hingga ke ubun-ubunnya.


Hyuna tanpa sepatah katapun tidak menjawab pertanyaan dari Bagas. Dia hanya menarik tangannya Bagas untuk masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Ya Allah… aku sangat bahagia setelah satu tahun lamanya, akhirnya malam ini mas Bagas akan memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami dan semoga saja aku hamil," gumam Hyuna yang sangat berharap besar keinginan kedua mertuanya bisa terlaksana.


Bagas tersenyum lalu mengunci kenop pintu kamarnya Hyuna. Dia langsung menggendong tubuh istrinya dengan penuh semangat dan nafsu yang menggelora di dalam dadanya.


Bagas merebahkan tubuhnya Hyuna di atas ranjang king size-nya. Bagas tanpa ingin membuang waktunya dia langsung melepas semua pakaian yang menutup seluruh tubuh istrinya begitu pula dengan dirinya sendiri.


Pakaian mereka terlempar begitu saja di atas lantai yang sudah dipenuhi dengan baju dan celana serta underware yang berserakan di atas lantai keramik.


Bagas seperti orang kerasukan mahluk halus saat melihat dengan jelas bentuk seluruh tubuhnya Hyuna yang selama ini tidak pernah dia lihat dan selalu tertutupi dengan pakaian yang kebesaran dan kelonggaran.


Sedangkan Hyuna yang sudah dalam keadaan seperti itu hanya mampu tersipu malu. Wajahnya semakin memerah menahan rasa grogi, malu dan salah tingkah Karena tatapan matanya Bagas yang seolah-olah ingin menguliti dirinya.


"Apa kamu sudah siap sayang?" Tanyanya Bagas di dekat telinganya Hyuna yang membuat tubuhnya bergetar geli.


Hyuna hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dan sudah siap lahir batin.


"Aku akan Ikhlas menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku hanya untuk kamu Mas seorang tidak ada yang lain selain dirimu di dalam hati dan hidupku," cicitnya Hyuna.

__ADS_1


Bagas mulai memerankan perannya sebagai suami yang baik yang memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya diatas ranjang.


"Tubuhmu sangat indah dan membuatku terbang melayang sayang," puji Bagas yang tidak kuasa menolak dan tidak memuji dan menyanjung kecantikan alami yang dimiliki oleh Hyuna istrinya sendiri.


Hyuna yang mendengar segala pujian yang dilayangkan oleh Bagas hanya untuknya tersenyum penuh kebahagiaan.


Malam itu menjadi malam dua pasangan yang berbeda status yang sama-sama terbuai dalam kenikmatan indahnya surga dunia.


Hyuna merasakan kesakitan yang sangat mendalam dibagian daerah sensitifnya tapi kebahagiaan yang membuncah mengalahkan segalanya.


Walaupun terkadang dia meringis kesakitan yang amat sangat saat Bagas mulai menyerangnya dengan berbagai serangan dan penetrasi yang sungguh hebat.


"Makasih banyak sayang, Mas sangat bahagia," ucap Bagas sebelum jatuh terkulai lemas di sampingnya Hyuna istri sahnya.


Hyuna hanya mampu membalas dengan senyuman terindah dan termanis yang dimilikinya.


Bagas mengecup kening istrinya dengan penuh kehangatan sebelum tertidur lelap di samping kanannya Hyuna.

__ADS_1


__ADS_2