Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 29. Pria Mabuk itu Si Gembul


__ADS_3

Hyuna juga merasa risih jika terus terusan berada di luar rumah seorang diri saja mengingat statusnya sebagai seorang istri.


Hyuna yang belum pulang ke kamar Hotelnya setelah diperiksa beberapa kali oleh Diandra. Diandra pun mengomel tidak jelas karena mengetahui jika Hyuna belum pulang juga ke kamar hotelnya. Setelah diperiksa beberapa kali oleh Diandra.


Diandra pun mengomel tidak jelas, sedangkan Bagas yang mendengar langsung perkataan dari Diandra menutup telinganya dengan menggunakan headset.


Dia sudah mondar-mandir menunggu kepulangan Hyuna, tetapi yang ditunggu pun belum muncul juga.


Diandra sengaja menunggu kepulangan Hyuna karena ingin memamerkan cincin dan kalung berlian pemberian dari Bagas ke hadapan Hyuna.


Tetapi apa yang terjadi, hingga jam 11.00 malam Hyuna belum pulang juga. Ia sedikit kecewa dan mulai berprasangka buruk dan berfikir aneh.


"Ke mana sih perempuan sial itu? apa sih yang dikerjakan di luar sana atau jangan-jangan dia sedang selingkuh?, Aku harus mengintrogasinya jika nanti dia pulang," umpat Diandra dengan geram.


Diandra semakin dibuat kesal karena Hyuna belum pulang juga. Dia marah sambil memegang kedua pinggangnya layak seorang Nyonya Besar saja yang sedang menunggu kepulangan anak buahnya.


Diandra sudah mencoba menelpon nomor hp Hyuna, tapi hanya operator seluler yang menjawabnya, "nomor anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan silahkan tinggalkan pesan setelah nada bit berikut ini."


Berulang kali Diandra sudah menghubungi nomor hp, tapi hasilnya masih tetap sama Diandra pun mengirim chat berulang kali ke nomor hp Hyuna, tapi hasilnya hanya centang satu saja. Karena kelelahan Diandra pun tertidur di sampingnya Bagas.


Sedari dulu hingga sekarang, Diandra selalu ingin menjadi yang terbaik dibandingkan dengan Hyuna. Bahkan apa yang diperoleh Diandra tidak boleh dimiliki juga oleh Hyuna.


Diandra selalu ingin tampil yang terbaik melebihi dari Hyuna, Diandra selalu menganggap Hyuna adalah saingannya dalam segala hal.


Hyuna yang ditunggu-tunggu kepulangan nya sedang menolong seseorang yang hampir terjatuh di atas aspal. Keadaan dan kondisinya yang sedang mabuk berat sehingga hati Hyuna tergerak untuk membantu pria tersebut.

__ADS_1


Ia pun segera mencari pegawai hotel untuk membantunya. Dia melirik ke kanan ke kiri untuk melihat siapa saja yang berjalan di sekitar lokasinya dan segera menghampirinya maka orang tersebut akan dimintai pertolongan oleh Hyuna.


Untung saja tidak tidak butuh waktu lama, ada dua pegawai laki-laki yang berjalan ke arah Hyuna. Pegawai yang berseragam hotel dengan menenteng kantong sampah dan alat kebersihan itu mempercepat langkahnya setelah melihat Hyuna yang berteriak minta tolong dan memanggil mereka.


Hyuna kesusahan membantu membawa tubuh pria itu dikarenakan tubuh sang pria sangat tinggi, kekar dan besar dibandingkan dengan postur tubuhnya.


"Hey Pak to-long!!" teriak Hyuna... Teriakan Hyuna yang lumayan menggema ke seluruh Parkiran Hotel membuat ke dua pegawai kebersihan tersebut cepat tanggap.


Orang itu ternyata adalah seorang OB dan OG yang bekerja di Hotel The Apurva Kempinski Bali berlarian ke arah Hyuna.


"Apa yang terjadi Mbak?" tanya pegawai A.


Lalu memeriksa keadaan dari Pria pemabuk itu. Sedangkan rekannya sudah memeriksa seluruh anggota bagian tubuh Arjuna.


"Sepertinya Pria ini hanya mabuk saja Mbak, Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keadaannya," jelas si OB.


"Tapi, yang jadi masalah, Saya tidak mengetahui siapa Pria ini, Saya tadi hanya kebetulan lewat dan tidak sengaja melihatnya dalam keadaan yang sudah seperti ini," terang Hyuna.


Setelah mereka mendapatkan informasi tersebut Hyuna dan ke dua pegawai itu mengantar Arjuna ke dalam Hotel menuju Lantai kamarnya. Hyuna tidak menyangka kalau kamar yang disewa oleh Arjuna itu ternyata berhadapan dengan kamarnya.


"Kita baringkan saja tubuhnya di atas ranjang, semoga tidak bangun lagi, dan membuat ulah," jelas Hyuna sembari tertawa.


"Siap Mbak," ucap OB.


"jangan lupa juga diselimuti tubuhnya agar tidak kedinginan," perintah Hyuna lagi.

__ADS_1


Beberapa Menit kemudian, saat dan kondisi pria tersebut sudah tertidur lelap, Hyuna dan pegawai itu pun langsung keluar dan menutup pintu rapat kamar hotelnya.


"Terima kasih atas bantuannya, ini ada sedikit tips untuk Kalian," ucap Hyuna lalu menyodorkan beberapa lembar uang kertas merah ke hadapan ob dan OG itu.


"Makasih banyak Mbak," ucap keduanya lalu berjalan meninggalkan Hyuna di depan pintu Kamar Hotelnya.


Hyuna kembali ke dalam kamarnya dan ingin membersihkan dirinya yang tidak sengaja tadi terkena muntahan pria tersebut. Tapi langkahnya terhenti saat pria itu meracau dan mengigau tidak jelas.


"Hyuna sahabat kecilku aku merindukan dirimu, kenapa kamu meninggalkan aku di panti asuhan seorang diri," lirih pria itu.


Hyuna yang mendengar perkataan dari mulut pria itu segera mendekatinya. Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia pun berjalan ke arah tempat tidur lalu berniat memeriksa pergelangan tangan pria itu.


Hyuna masih mengingat dengan jelas ada luka di pergelangan tangan Arjuna sahabat baiknya kawan lamanya teman sekaligus adik angkatnya itu.


Betapa terkejutnya Hyuna saat melihat tanda luka itu yang sangat persis dengan luka yang dimiliki oleh si gembul adik angkatnya saat dia masih tinggal di Panti Asuhan Nur Rahman sekitar 11 tahun lalu.


"Ini tidak mungkin!! Dia adalah Arjuna adikku di gembul itu," cicitnya yang air matanya mulai menetes membasahi pipinya.


Betapa rindunya dia sejak diadopsi oleh keluarga kakeknya dia kehilangan kontak dan jejak. Sehingga tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi.


"Besok pagi aku akan kembali kesini lagi untuk memastikan semuanya," gumam Hyuna.


Hyuna bergegas ke dalam kamar mandi karena sedari tadi terlalu sibuk mengurus kondisi Arjuna sehingga melupakan untuk shalat Isya.


Hyuna mengguyur seluruh tubuhnya dengan air hangat. Hyuna yang membasahi tubuhnya di sekitar lehernya tidak sengaja melihat lehernya yang tidak memakai kalung lagi.

__ADS_1


Lehernya jenjang nya sudah telanjang sudah tidak ada kalung yang selalu Dia pakai dari sejak kecil, kalung itu pemberian kedua orang tuanya dan sebagai tanda siapa orang tua kandungnya.


__ADS_2