Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 97. Kecelakaan


__ADS_3

"Tenanglah Bu! Jangan berpikiran yang macam-macam dulu, doakan yang terbaik saja semoga anak kita baik-baik saja tidak terjadi sesuatu yang tidak baik pula," bujuk Pak Hasan di depan istrinya.


"Apa mungkin Hyuna sudah pergi pas tadi aku nelpon yah?" Batinnya Guntur yang menduga apa yang telah terjadi.


Guntur segera memakai helmnya lalu meninggalkan halaman depan rumahnya Pak Hasan. Sedangkan Pak Hasan dan istrinya pamit kepada Guntur dan meminta tolong untuk mencari keberadaan Hyuna. Guntur pun mulai mengemudikan motornya menuju Perusahaannya sambil melihat-lihat jalan yang dilaluinya mungkin bisa saja Hyuna sedang menunggu angkutan umum.


"Ya Allah… lindungilah Hyuna dimanapun berada," cicit Guntur.


Hyuna terus berjalan tanpa henti karena hatinya yang sedang diselimuti kegalauan akut tingkat tinggi. Sehingga tidak menyadari jika langkah awalnya yang berniat untuk berjalan ke arah halte busway koridornya terlewati begitu saja tanpa diketahuinya.


Sudah hampir satu kilometer perjalanan yang ditempuh oleh Hyuna, barulah ia tersadar dengan apa yang terjadi padanya.


"Ya Allah… ini jalan ke mana? Seingat aku ini bukan jalan ke perusahaan terus sekarang aku berada di jalan mana?" Hyuna mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


Hyuna tersadar jika tempat yang dia datangi sekalipun tidak pernah ia lewati. Ia memeriksa tas selempangnya dan mencari keberadaan hpnya, tapi nasib sungguh begitu sial dan kurang beruntung nasibnya perempuan yang lagi dilanda rasa cemburu.


"Ya elah, kok bisa aku terdampar hingga ke sini? hp juga lupa aku bawa," cicitnya Hyuna sembari terus membuka tasnya lalu merogoh isinya.


Hyuna berjalan ke arah halte bis karena sudah cukup kelelahan. Ia mendudukkan tubuhnya ke atas kursi panjang itu.


"Benar apes hidupku hari ini, hp dan dompet aku semuanya ketinggalan di rumah, kalau seperti ini bagaimana caranya untuk bisa pulang," dengus Hyuna sambil menghentakkan kakinya ke atas lantai.


Hyuna kembali memeriksa seluruh tasnya ia mengira jika ada uang recehan yang terselip diantara sela-sela tasnya itu. Tetapi, apa yang diharapkannya ternyata tidak sesuai dengan apa kenyataannya yang dialaminya itu.


"Uang sepeserpun tidak ada! Kalau gini gimana caranya aku berangkat kerja!" Sungutnya dengan lesu tanpa ada semangat sedikitpun untuk menjalaninya.


Hyuna kemudian memperhatikan jam yang melingkar di pergelangan tangannya dengan indah dan sangat cocok warnanya dengan warna kulitnya yang putih mulus itu.


"Sudah jam 9 juga, percuma aku berangkat kerja jalan jalan kaki ke sana juga sudah percuma dan sia-sia saja," gerutunya Hyuna yang sudah berwajah masam saking dongkolnya dengan sifat keteledorannya sendiri.

__ADS_1


Berselang beberapa saat kemudian, sudah jam 12 siang. Adzan Dzuhur sudah dikumandangkan dari toa pengeras suara dari beberapa masjid yang ada di sekitar tempatnya berada.


"Syukur Alhamdulillah, sudah waktunya shalat dzuhur," gumamnya.


Hyuna celingak-celinguk melihat keadaan sekitar dan memastikan jalan yang dilaluinya terbebas dari mobil atau motor yang mengendarai kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi agar dirinya tidak perlu berjalan tergesa-gesa saat menyebrang jalan.


Karena menurutnya sudah dalam keadaan yang aman, ia pun memutuskan untuk secepatnya menyebrang jalan untuk ke masjid yang kebetulan letaknya ada disebelah jalan yang akan dilaluinya.


Tapi, tiba-tiba dari arah belokan kanan, ada satu mobil yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi berwarna merah menyala. Hyuna yang sedang berjalan dalam keadaan masih kepikiran dengan Guntur Bumi Triyoga yang sedang menelpon dengan seseorang yang saling memanggil kata sayang untuk orang yang sedang telponan bersamanya.


Cittttt….!!!!


"Aaaaaahhhhhh!!!" Pekik Hyuna yang berdiri di tengah jalan saking takutnya karena ada mobil yang tiba-tiba melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi bagaikan pembalap formula one saja yang melaju di atas sirkuit tanpa ada hambatan yang hanya memacu terus adrenalin pengemudinya.


Mobil sedan merah itu menghentikan secara mendadak lajunya mobilnya karena terkejut dan tidak menyangka jika tiba-tiba ada seseorang yang menyebrang jalan dengan berjalan kaki.


Tubuh Hyuna terjatuh ke atas aspal yang cukup panas siang terik itu. Hyuna menutup matanya saking takutnya jika dirinya sudah menjadi korban tabrakan.


"Cepat tolong perempuan itu!! Jangan sampai perempuan itu kenapa-kenapa!!" Teriak seorang bapak yang sudah berlari ke arah Hyuna yang sudah terduduk di atas jalan raya dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.


"Ayo cepat kasihan gadis itu, jangan tunggu lama!" Ujarnya salah satu ibu-ibu yang kebetulan melihat kejadian tersebut.


Sedangkan Hyuna masih dalam keadaan terduduk, dengan tubuhnya yang masih gemetaran, sekujur tubuhnya sudah dipenuhi dengan cucuran air keringat. Hingga sebagian pakaiannya sudah basah dibanjiri peluh keringat saking takutnya mati. Hijabnya pun sudah cukup basah terkena keringat.


"Nona baik-baik saja kan?" tanyanya beberapa orang sambil memeriksa dan menggeledah Hyuna dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


Tok.. tok..


"Cepat keluar dari dalam mobilnya, sudah nabrak orang eeehh tidak mau tanggung jawab, apa kamu mau main kabur haaa!!" Bentak salah satu bapak-bapak yang memakai kopiah berwarna hitam yang terpasang di atas kepalanya itu.

__ADS_1


Beberapa orang bergantian menggedor-gedor pintu dan kaca mobil mewah tersebut. Hingga tidak butuh waktu lama seseorang keluar dari dalam mobil yang kebetulan duduk di balik kemudi mobil.


Seorang gadis yang cukup cantik dengan pakaian yang serba mahal dan mewah itu terlihat dari bentuk potongan dan model dari pakaiannya itu. Dia berjalan ke Hyuna yang dikerumuni oleh banyak warga Masyarakat yang kebetulan sudah memenuhi area lokasi depan masjid tersebut.


"Mbak tidak apa-apa kan?" Tanyanya gadis cantik itu dengan raut wajahnya yang cukup gelisah, ketakutan dan kecemasan yang bercampur menjadi satu bagian dalam hati dan pikirannya.


...----------------...


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.


__ADS_2