
"Apa yang kamu katakan ada benarnya aku akan menyelidiki kejadian ini, karena aku yakin Livia ada di Indonesia," tuturnya Fuad sembari mengelus air matanya yang sempat menetes membasahi pipinya.
Fuad Rahmany Alexander tidak percaya dan masih keheranan karena kesalahannya di masa lalu menghasilkan seorang putri yang sangat cantik. Ia masih tidak menduga jika kejadian itu yang tanpa sengaja melakukan hubungan terlarang dengan seorang gadis yang tidak dikenalnya itu lahirlah seorang putri cantik yang sekarang sedang terbaring lemah di atas bangkar rumah sakit.
"Ya Allah.. aku bahagia tapi disatu sisi aku harus bilang apa kepada istriku di rumah sedangkan aku sudah menikah dan memiliki seorang putri yang tidak kalah cantiknya dengan Hyuna, tidak mungkin juga aku dengan gamblang mengatakan di depan mereka jika karena kesalahanku di masa lalu yang tidak mereka ketahui akhirnya aku memiliki seorang putri di luar nikah, dan aku yakin Lisa tidak mungkin menerima kehadiran putriku itu," Pak Fuad membatin.
Dokter Rizal memperhatikan raut wajah sahabatnya itu yang sering berubah-ubah mimik wajahnya. Dia ingin memberikan solusi tapi, jika Fuad tidak menginginkan dan meminta hal tersebut,dia akan memilih diam saja.
"Rizal, bagaimana ini? Aku tidak mungkin mengatakan kepada istri dan putriku di rumah jika aku memiliki seorang putri di luar sana hasil dari hubungan gelap dan kesalahanku di masa lalu," tuturnya Pak Fuad dengan wajah sendunya.
"Kalau menurut aku jangan dulu kamu katakan kejujuran ini pada mereka sebelum ada bukti akurat lainnya yang menyatakan jika Hyuna adalah putri sahmu, biarkan saja dahulu seperti ini karena aku sangat yakin jika Lisa pasti akan marah jika dia mengetahuinya," terangnya Rizal yang tahu karakter istri dari sahabatnya itu.
Fuad dahulu menikahi Lisa karena perjodohan dari kedua orang tuanya. Walaupun Fuad sama sekali tidak mencintai Lisa hingga detik ini, tapi dia tidak mungkin menolak keinginan dan permintaan dari kedua orang tuanya waktu itu.
Di dalam hatinya sudah terpatri nama seorang wanita tidak lain adalah Mama kandung dari Hyuna. Dia adalah Livia gadis misterius yang hingga detik ini belum pernah melihatnya lagi hingga sekarang.
"Ya Allah… aku harus gimana? Tapi sarannya Rizal bagus juga, mungkin sebaiknya aku jalankan masukannya itu demi kebaikan bersama walaupun kedepannya, aku sudah menemukan Livia ataupun tidak aku akan tetap memberitahukan kepada keluarga besarku kalau Hyuna adalah putriku," Pak Fuad membatin.
Mulai detik itu, Pak Fuad papanya Hyuna segera melakukan pencarian terhadap Cinta pertamanya yang tercipta karena adanya kesalahan fatal yang dia lakukan semasa mudanya. Hal terjadi saat dia melanjutkan pendidikannya di Shanghai China.
"Semoga kamu mendapatkan jalan keluar dan solusi yang terbaik Abang," gumam Dok Rizal sewaktu Fuad meninggalkan ruangan prakteknya itu.
Sejak saat itu, Fuad mengerahkan seluruh anak buah kepercayaannya dan terbaiknya untuk mencari keberadaan Livia. Bahkan dia juga menyewa detektif terbaik yang ada di China.
__ADS_1
Satu minggu kemudian, Hyuna sudah dinyatakan kondisinya sudah mulai berangsur membaik tetapi, kejiwaannya sedikit terguncang hebat karena baru mengetahui fakta jika dia mengalami keguguran.
"Ini tidak mungkin, ya Allah… apa yang akan aku katakan kepada Mas Bagas jika dia tahu calon bayi kami sudah tiada?" ratapnya Hyuna sambil meremas bajunya bagian perutnya itu.
Pak Hasan dan Bu Tika setelah mendapatkan kabar duka tersebut segera mendatangi rumah sakit. Secara bergantian mereka menjaga Hyuna seperti saat ini, hanya Pak Hasan yang menjaganya Hyuna sedangkan Bu Tika berangkat kerja.
"Hyuna! Kamu harus sabar sayang, ini sudah ditentukan oleh Allah SWT jika kamu akan mengalami cobaan yang seperti ini, Bapak yakin hal ini yang terbaik untuk kamu nak, jadi bapak mohon jangan menyiksa dan menghukum diri kamu sendiri," ucap Pak Hasan yang berusaha membujuk Hyuna agar menyadari kekeliruannya itu.
"Bapak!! Aku tidak menyangka jika bayiku akan bernasib seperti ini, aku harus bagaimana Pak? Aku seperti tidak punya kekuatan lagi untuk hidup," sesalnya Hyuna yang memeluk erat tubuhnya Pak Hasan yang sudah dianggap sebagai bapaknya sendiri.
Pak Hasan mengelus punggungnya Hyuna agar bisa lebih tenang dan pikirannya tidak kemana-mana. Guntur Bumi Triyoga yang baru saja datang, tanpa sengaja mendengar tangis ratapan perempuan yang sedari dulu mengisi relung hatinya yang paling terdalam.
Air matanya tanpa permisi menetes begitu saja membasahi pipinya. Guntur ikut sedih dan terpukul melihat kondisi Hyuna. Kabar duka tersebut hingga sampai di telinganya Diandra.
Surat berkas perceraian itu berhasil Hyuna dapatkan saat dia menekan dan memaksa Bagas untuk memenuhi permintaannya agar dia segera mentalak Hyuna karena telah membuat malu keluarga besar dengan kabur dari rumah tanpa permisi dan pamit pada siapa pun dalam keadaan hamil anak dari pria lain.
"Sepertinya hari ini aku akan ke RS untuk bawa berkas ini secepatnya agar Hyuna menandatangani surat cerainya secepatnya agar aku menjadi satu-satunya istri dari Bagas seorang dan segera menjadikan aku istri sahnya," cicitnya Diandra dengan penuh keyakinan dan kegirangan karena telah berhasil membuat Hyuna pergi dari hidupnya Bagas untuk selamanya.
Senyuman liciknya selalu menghiasi wajahnya. Tubuhnya yang sudah sedikit melar karena kandungannya juga sudah semakin besar membuatnya seperti buntelan pakaian saja.
"Untung saja aku bisa memanfaatkan Denny Indrayana untuk selalu mengawasi gerak geriknya Hyuna jadi info apa pun aku dapatkan walaupun aku harus menyerahkan tubuhku ini sebagai gantinya, tapi aku sama sekali tidak rugi karena dia mampu membuatku berteriak keenakan," ungkapnya Diandra sambil berdiri di depan cermin besar yang ada fu dalam kamar pribadinya.
...****************...
__ADS_1
Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
...1. Pesona Perawan...
...2. Cinta dan Dendam...
...3. Menggenggam Asa...
...4. Kau Hanya Milikku...
...5. Pelakor Pilihan...
...6. Cinta Kedua CEO...
...7. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...8. Cinta CEO Pesakitan...
...9. Ketika Kesetiaan Dipertanyakan...
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1