
"Aku bukan wanita lemah, aku juga bukan Ibu rumah tangga yang harus tetap berdiam diri dalam rumah terus menerus," terangnya Diandra yang didengar oleh kedua artnya yang kembali saling bertatapan satu sama lain.
Dengan langkah kakinya yang pasti menapaki lantai keramik itu, senyuman yang selalu merekah dan lebar menghiasi wajahnya. Diandra dengan penuh kebahagiaan dia buka pintunya dengan memutar handle pintunya pagi buta itu.
Tetapi, mulutnya tiba-tiba menganga lebar hingga membentuk huruf o besar, matanya melotot hingga bola matanya hampir saja keluar dari tempatnya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya itu.
Wajah yang awalnya sumringah bahagia karena sudah mendapatkan dan menemukan seseorang yang bisa diajaknya bersenang-senang tapi, hilang sudah dalam sekejap mata.
Rasa bahagia itu ditelan bumi dalam sekali kedipan mata saja. Raut wajahnya langsung berubah memerah saking marahnya melihat Bagas yang pulang kerumahnya dengan merangkul seorang wanita yang berpakaian seksi dengan penuh kemesraan.
"Tidak perlu kamu pelototi aku seperti itu juga, apa kamu tidak menyukai dengan apa yang aku lakukan haa!!" Bentaknya Bagas pas di depan wajahnya Dyandra.
Nindi yang dipeluk mesra oleh Bagas hanya tersenyum penuh kelicikan dan kemenangan karena dia mampu merubah dan membuat Bagas memarahi dan akan menceraikan Diandra karena itu syarat Nindi untuk menjawab yes lamaran dari Bagas.
"Kenapa kamu bengong, diam seperti orang gagu dan bisu saja atau jangan-jangan kamu sudah tuli?" Sarkas Bagas.
Karena merasa tidak ada tanggapan ataupun perlawanan dari Diandra, Bagas dan Nindi melenggang masuk ke arah dalam rumahnya tanpa perduli dengan Diandra yang menatap mereka dengan penuh kebencian dan amarah. Bagas memutar tubuhnya lalu berjalan ke arah Diandra yang berdiri dan terdiam dalam kebisuannya.
"Sepertinya semakin menarik saja, aku suka.. aku suka dengan semua ini," batinnya Nindi yang tersenyum tipis penuh kelicikan.
Diandra seolah-olah terkejut begitu besarnya hingga tidak mampu dan sanggup untuk mencerna dan memikirkan kondisi dan situasi yang telah terjadi di dalam rumah tangganya itu.
"Mulai detik ini juga Nindi akan tinggal bersama kita dan aku minta padamu untuk pindahkan segera semua barang-barang kamu dari kamar kami, jika kamu keberatan cukup satu langkah dan cara yang kamu bisa lakukan adalah….," Hardik Bagas yang sengaja menjeda perkataannya dan berhenti sesaat seakan sedang menarik nafas dalam-dalam untuk berbicara.
__ADS_1
"Apa?? Katakan apa yang harus aku lakukan ha!!!" Teriaknya Diandra sambil mendorong sekuat tenaga Bagas ke arah belakang hingga tubuh dan kepalanya Bagas terbentur ke tembok sangat kuat.
Nindi yang melihat kejadian itu sedari tadi sudah menyalakan perekam video di hp nya.
"Kesempatan besar nih, aku harus segera mengirim rekaman siaran langsung ini ke hpnya bos Austin, kemungkinannya aku akan dapat bonus lagi nih," Nindy membatin.
Bagas yang terdorong cukup kuat sehingga terbentur kepalanya masih sanggup untuk berdiri tegak walaupun pusing dikepalanya itu karena dorongan sekuat tenaga Diandra istri sirinya itu. Bagas kemudian berpegangan di ujung sudut meja lalu bangkit dari posisi terduduk nya.
Matanya menatap nyalang ke arah Diandra yang tersenyum penuh arti ke arah Bagas. Ia sama sekali tidak peduli dengan kondisi Bagas yang bagian ujung kepalanya mengeluarkan darah segar. Tapi, ia berusaha untuk melawan dan memberikan peringatan dan pelajaran berharga yang pastinya akan memberikan efek jera pada Diandra.
"Mulai detik ini kamu bukan Istriku lagi!! Pergilah dan enyahlah dari hadapanku hingga kematian dan kiamat pun tiba, aku tidak ingin melihat wajahmu itu lagi!! Geram Bagas lalu mendorong tubuh Diandra keluar pintu hingga tubuhnya Diandra terduduk di lantai.
Diandra yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya segera bangkit dan membalas perbuatannya Bagas.
"Aku tidak akan tinggal diam, aku akan membalas perbuatan kalian, aku bukan perempuan bego, bodoh, tolol seperti Hyuna yang kamu perlakukan dengan kasar dan menuduhnya berselingkuh dengan pria lain, hahahaha!! Kamu sangat bego dan sengaja diam membisu saat Hyuna diusir dari para tetangga padahal sudah sangat jelas kamu lah pria yang menghamili Hyuna waktu itu," cemooh Diandra yang berusaha untuk mengingatkan Bagas akan kesalahan terbesarnya dulu.
Langkah kakinya mundur selangkah ketika dia mengingat betapa bejak dan tololnya saat itu. Sejak itulah, Bagas mulai bermain perempuan dan gonta ganti pasangan hingga tidak terhitung lagi berapa kali dia melakukan **** bebas.
Kedua orang tuanya sangatlah sedih dan menyayangkan sikap putra tunggalnya itu. Tapi, dia tidak berdaya karena apa yang mereka lakukan akan tidak ada gunanya sama sekali hingga mereka memutuskan untuk hanya bisa berdoa dan bersabar agar putranya segera tersadar dikembalikan kepada jalan yang baik dan benar.
"Terus! Apa hubungannya dengan kamu, apa ada masalah? Lagian apa kamu lupakan jika aku melakukan hal itu karena gara-gara permintaan dan permohonan kamu yang pura-pura ingin bunuh diri jika aku tidak memenuhi permintaan kamu!" Cibirnya Bagas dengan nada suara yang merendahkan Diandra.
Bagas yang tidak menyangka jika Diandra sangat pintar bermain bersilat lidah dengan cara menjatuhkan dan melemparkan semua kesalahan kepada Bagas seorang. Padahal mereka berdua turut andil menjadi tokoh utama dalang dibalik perceraian Bagas dan Hyuna.
__ADS_1
......................
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
__ADS_1
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.