
"Makasih cukup di sini saja, karena ayah dan ibu sudah tidak ada lagi disini, bersihkan saja sisa makanan yang ada di meja," ucap Bagas.
Bagas langsung merebut tasnya dari dalam genggaman Hyuna dengan kasar. Hyuna kembali hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi..
Hyuna hanya menatap kepergian mereka tanpa berucap sepatah kata pun, sedangkan Diandra langsung berjalan ke arah adik sepupunya itu setelah merasa Bagas sudah berada di dalam mobilnya.
Diandra pun membisikkan sesuatu ke telinga Hyuna, tapi sebelum membisikan perkataan tersebut Diandra celingak-celinguk terlebih dahulu dan memperhatikan sekelilingnya untuk memastikan jika mereka hanya berdua saja di tempat itu.
Diandra melakukan hal itu agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
" Kamu udah lihat kan apa yang kami lakukan semalam dan itu bukan yang pertama kalinya kami melakukan hal itu, bahkan Kamu melakukan lebih dari apa yang kamu lihat semalam dan bersiaplah setelah di Bali, Kamu akan lebih terluka lagi," ucap Diandra yang hanya hyuna dan author yang dengar perkataan dari Diandra tersebut.
Diandra berjalan berlenggak lenggok di hadapan Hyuna yang sengaja ber bergaya seperti itu untuk mengejek dan menghina Hyuna. Ketidakberdayaan Hyuna menjadi kemenangan dari Diandra.
__ADS_1
Mobil Bagas perlahan-lahan meninggalkan garasi rumahnya dan menuju perusahaan tempat mereka bekerja. Bagas dan Diandra satu perusahaan cuma beda divisi, Bagas di divisi keuangan sedangkan Diandra di divisi Humas.
Diandra segera memeluk erat lengan Bagas dengan penuh mesranya dan menggesekkan sedikit buah dadanya ke lengannya Bagas.
sedangkan Bagas masih setia menyetir mobil nya
"Sayang, kalau Kamu dengan perempuan itu berangkat ke Bali, bagaimana dengan aku? masa sih aku tinggal di Jakarta sedangkan Kamu dengannya berduaan di Bali?" tanya Diandra saat mereka sudah berada di dalam mobil dengan suara yang semakin dibuat manja agar menaruh simpati Bagas.
" Kamu tidak perlu khawatir Sayang, Kamu pasti ikut dengan kami ini bukan bulan madu untuk saya dengan perempuan itu, tapi bulan madu ini untuk kita," ucap Bagas yang tersenyum penuh arti lalu memegang dagu Diandra kemudian mencium sepintas bibir Diandra.
Diandra langsung tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membujuk dan merayu Bagas untuk membawanya serta dalam rencana liburan mereka kembali.
"Sayang stop dong, Kamu itu merusak riasan bibirku loh, udah cantik gini kok main nyosor saja," ucap Diandra yang langsung mengambil cermin yang berada di dalam tasnya lalu memperbaiki riasan di bibirnya.
__ADS_1
Sebenarnya semua orang di tempat kerja nya sudah mengetahui hubungan gelap antara Bagas dan sepupu istrinya itu, tapi mereka tidak ada yang berani sedikitpun berkomentar dengan kelakuan jelek mereka. Mereka tidak mau ambil pusing dan takut jika mereka dipecat hanya gara-gara mencampuri urusan pribadi mereka.
Apalagi mereka mengetahui jika Bagas memiliki kedudukan dan posisi serta jabatan yang lebih bagus dari mereka. Mereka terlalu takut untuk mengambil resiko.
Keesokan harinya kedua orang tua Bagas memutuskan untuk pulang ke Kota Bandung, sedangkan Hyuna tidak bisa mengantar kedua mertuanya tersebut dikarenakan kesehatan Hyuna sedikit terganggu karena sudah beberapa hari ini sedang datang tamu bulanannya.
Hyuna dan Bagas memutuskan untuk menunda bulan madunya hingga 1 minggu ke depan, karena ada pekerjaan Bagas yang tidak bisa ditunda.
Setelah kepulangan kedua orang tuanya Bagas semakin berani saja berselingkuh. Bagas tidak peduli lagi dengan perasaan dan hati dari Hyuna.
Hari ini Bagas membawa serta Diandra pulang ke rumahnya dan rencananya Diandra akan menetap dan tinggal seatap dengan mereka hingga waktu yang tidak ditentukan.
Malam harinya pintu rumahnya terbuka dengan lebar Hyuna yang sedang menuruni tangga melihat pintu yang terbuka lebar itu bergegas mempercepat langkahnya.
__ADS_1