Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 50. Kebodohan Bagas


__ADS_3

"Mas kalau seperti ini faktanya, apa Mas tidak malu memiliki istri yang katanya Sholeha itu tapi, ternyata hamil dengan pria yang tidak jelas asal usulnya," terang Diandra yang memulai aktingnya.


Ia berusaha untuk menghasut suami sirinya, agar Bagas segera mengambil sikap untuk segera menceraikan Hyuna.


"Mas, aku sebagai kakak sepupunya sangat malu dengan kejadian ini, aku pun tidak sanggup menghadapi orang luar jika mereka nantinya tahu, pasti tetangga akan menggunjing kita Mas," ucap Diandra yang mulai menambahkan bumbu micin dan masako di dalam ceritanya.


Diandra mulai berpura-pura dan memerankan aktingnya. Dia mulai terisak dan meneteskan air matanya. Yang merengek dan bermanja-manja di lengan tangan kanannya Bagas.


"Ibu pikirkan baik-baik jika seluruh keluarga besar mengetahui jika, dia ternyata mengandung bayi dari pria lain, apa ibu tidak akan nantinya malu?" terang Diandra yang semakin menaruh minyak tanah di atas api.


"Jujur saja, Aku sangat malu dengan hal ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa jika Pak RT dan Pak RW mengetahui kebenaran ini dan juga para tetangga," tuturnya lagi yang semakin memanaskan keadaan yang ada.


Diandra seolah-olah menjadi kompor, minyak tanah sekaligus korek api yang siap membakar suasana yang ada di antara mereka.


"Apa yang dikatakan oleh Diandra ada benarnya juga tapi, Aku harus bagaimana? tidak mungkin jika aku harus mengusirnya dari sini," timpal Bagas dengan berat hati.


Bagas juga memikirkan berbagai macam pertimbangan. Dia juga tidak mungkin langsung memutuskan apa yang harus dia lakukan.


"Walaupun aku harus berbohong menutupi kenyataan yang ada, Tapi, aku tidak mungkin tega mengusir istriku sendiri yang sedang hamil calon darah dagingku," lirihnya Bagas.


Bagas dilema dan kebingungan apa yang harus dia lakukan. Walaupun Dia sangat mencintai Hyuna tapi, hati nuraninya tertutupi dengan ketakutan dan kebodohannya.


"Mas, ayolah Mas ambil segera keputusan jika dibiarkan seperti ini terus Aku takut jika ada tetangga yang mengetahui hal tersebut dan nantinya akan berakibat fatal," ujar Diandra yang merengek meminta agar keinginannya dipenuhi.


Beberapa saat kemudian, Ibu Sulistiawaty angkat bicara mengenai kemelut yang dialami oleh anak dan menantunya.


"Diandra ibu mohon diamlah!! jangan memperkeruh suasana dan semakin menambah permasalahan menjadi besar," tegur Ibu Sulistiawaty.


"Apa yang dikatakan oleh Ibu ada benarnya, Mas mohon dengan sangat tolong jangan bicara lagi, Mas akan mencari solusi yang terbaik untuk masalah yang dihadapi oleh Hyuna," jelasnya dengan tidak berani menatap langsung ke arah Diandra.


Diandra sangat marah mendengar perkataan dan penjelasan dari Bagas dan mertuanya itu.


"Aku tidak akan tinggal diam sampai Kamu berhasil ditendang dari sini, aku akan mencari seribu cara untuk membuat Kamu diceraikan dan diusir dari sini," umpatnya Diandra yang semakin marah melihat sikap Bagas suaminya dan Ibu mertuanya itu.

__ADS_1


Diandra menyunggingkan senyum licik khasnya. Sedang Hyuna terduduk seperti Orang yang kehilangan akal sehatnya saja. Menggoyangkan tubuhnya dan sesekali menyiksa dirinya dengan cara mencakar atau menarik rambutnya dengan sangat kuat.


"Aku harus segera bertindak dan tidak boleh menunda lebih lama lagi, jika tidak Mas Bagas nantinya bisa berubah pikiran," cicitnya Diandra dengan sorot matanya yang tajam ke arah Bagas berada.


"Stop Nak, jangan seperti ini terus kasihan tubuh dan calon bayi Kamu," ujar Mertuanya yang semakin terisak dan sedih melihat Hyuna tidak hentinya menyiksa dirinya sendiri.


"Bagas bantu ibu bawa Hyuna ke dalam kamarnya," pinta ibunya.


Bagas segera melaksanakan perintah dari ibunya itu. Ibu Sulistiawaty dan Bagas memegang masing-masing tangannya Hyuna agar segera berjalan ke kamarnya.


"Kamu harus banyak istirahat Nak, Kamu sedang hamil, Ibu mohon jangan banyak pikiran," pinta Ibu Sulistiawaty.


Ibu mertuanya berusaha untuk menasehatinya agar Hyuna tidak berniat melakukan hal yang tidak baik yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.


Ibu Sulistiawaty ingin memanggil dokter untuk segera datang dan memeriksa keadaan Hyuna. Dia baru ingin menekan layar HPnya tapi, dicegah oleh Hyuna.


"Aku sebaiknya menelpon Dokter Ananda agar beliau bisa memeriksa kondisi dari Hyuna," tutur Ibunya.


"Ibu, tidak usah menelpon dokter, Aku baik-baik saja kok," pungkasnya Hyuna yang tidak ingin merepotkan lagi Ibu mertuanya itu karena merasa mereka tidak ada sangkut pautnya dengan bayi yang ada di dalam rahimnya.


"Tapi, Nak..!!" ucap Ibunya yang terpotong.


"Insya Allah.. aku baik-baik saja, jangan terlalu khawatir dengan keadaan Hyuna," Hyuna memelas agar Ibu mertuanya mau mendengarkan perkataannya.


Hyuna memegang kedua tangan ibu mertuanya yang mulai terlihat tanda keriput di kulit ibunya.


"Maafkan ibu yah nak, ini semua terjadi gara-gara ibu yang menyarankan agar kalian berbulan madu ke Bali andai saja IB....," ucapan ibunya terpotong karena langsung dicegah oleh Hyuna.


"Ibu tidak punya salah apa pun sama Hyuna, semua ini sudah ditakdirkan dan menjadi garis tanganku," terang Hyuna dengan sesekali menyeka air matanya.


Mereka saling berpelukan menyalurkan satu sama lain rasa yang ada di dalam dada mereka. Ketakutan, kesedihan, rasa kecewa bercampur aduk menjadi satu bagian di dalam Perasaan dan pikiran mereka berdua.


Pintu rumahnya tiba-tiba digedor dengan sangat kuat oleh seseorang. Mereka saling bertatapan tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


Hingga suara ribut yang cukup keras membuat mereka terkejut dan segera berjalan ke arah luar. Ibu Sulistiawaty terperangah melihat apa yang terjadi sebenarnya di depan pintu.


Sincerity leads you to the door called success.


Not because he is strong, but because the all-powerful God is with his steps.


Sometimes trials come to our lives, so that we become more patient and sincere people to face everything.


The most difficult thing in life is to accept the harsh reality, it's useless to regret it and make it a lesson.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you...


__ADS_2