Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 30. Kesalahan Fatal


__ADS_3

Setelah dirasa pria tersebut sudah tenang di atas ranjang nya Hyuna dan kedua pegawai Hotel tersebut memutuskan untuk meninggalkan pria tersebut di dalam kamarnya.


Hyuna kembali kedalam kamarnya dan ia membersihkan seluruh tubuhnya yang tidak sengaja terkena muntahan pria tersebut.


Hyuna bergegas ke dalam kamar mandi karena sedari tadi terlalu sibuk mengurus kondisi Arjuna, sehingga melalaikan shalatnya yang sudah terlambat.


Hyuna mengguyur seluruh tubuhnya dengan air hangat yang membasahi tubuhnya di sekitar lehernya tanpa sengaja melihat lehernya yang tidak memakai kalung lagi.


Leher jenjangnya yang sudah telanjang yang tidak memakai kalung yang selalu dia pakai dari sejak kecil. Kalung itu selalu bersamanya bahkan tidak pernah dia lepaskan sekalipun dari lehernya. Kalung itu adalah pemberian kedua orang tuanya sebagai tanda lahirnya.


"Ya Allah… kalung aku di mana yah? perasaan tadi masih aku pakai, apa mungkin jatuh saat aku berada di pantai! aku harus segera mencari kalung ku," Hyuna segera mempercepat mandinya.


Hyuna mencari di sekitar kamarnya terlebih dahulu. Hyuna pun mencari kalungnya di seluruh ruangan kamar Hotelnya, tapi sudah hampir satu jam dia mencarinya di dalam kamarnya, tetapi keberadaan kalung itu tidak ditemukan.


"Apa terjatuh saat aku tadi menolong si gembul yah?" Tanyanya yang kembali mengingat kejadian itu.


Hyuna duduk di tepi ranjangnya dan berpikir keras untuk mengingat kira-kira kalungnya itu terjatuh di mana.

__ADS_1


"Apa mungkin kalungku terjatuh di pantai? aku harus segera mencarinya atau mungkin terjatuh saat aku berada di dalam lift atau di Lobby Hotel," Dia segera berdiri dan meraih tas selempangnya.


Ia pun berjalan tergesa-gesa dan memasuki Lift. Di dalam lift Hyuna kembali memeriksa seluruh pojok Lift tapi tidak benda apa pun yang teronggok di lantai. Sampah pun tidak ada.


"Besok saja aku kembali ke kamarnya untuk memastikan apa benar kalungku terjatuh di dalam sana," gumam Hyuna yang duduk di tepi ranjangnya.


Hyuna segera berlari ke arah luar Lift saat pintu lift pun terbuka. Hyuna mengelilingi lobby dan tidak lupa bertanya kepada Security dan pegawai kebersihan serta orang-orang yang kebetulan berjalan melewatinya, tapi kembali lagi menuai kegagalan.


Sedih dan kecewa yang dirasakan oleh Hyuna. Segala upaya dan usaha telah dilakukan oleh Hyuna tetapi masih tidak berhasil menemukan kalungnya.


Hyuna ingin memesan taksi online dan segera menuju Pantai Kutai yang tempat dia menghabiskan waktunya tadi, tapi karena sudah jam 01.00 malam, dia mengurungkan niatnya kembali berjalan ke dalam kamarnya dan masuk ke lift untuk menuju lantai dua puluh.


Hyuna hanya melempar tas selempang nya ke sembarang arah dan mematikan seluruh Lampu kamarnya. Hanya butuh waktu beberapa menit saja Hyuna sudah terlelap dalam tidurnya.


Beberapa jam kemudian Arjuna terbangun dari tidurnya dan berjalan meraba-raba ke seluruh ruangan dan tanpa dia sadari dia berjalan kearah pintu luar yang dia kira berjalan ke dalam kamarnya.


Arjuna pun meraba raba di sekitar ruangan tersebut karena tidak ada lampu yang menyala sedikitpun membuat Arjuna kebingungan untuk mencari tempat tidurnya.

__ADS_1


Arjuna yang kembali merebahkan tubuhnya masih dalam kondisi mabuk sehingga tidak bisa berjalan dengan baik dan melupakan jika kamar yang dimasuki adalah kamar milik orang lain yang kebetulan berhadapan dengan kamarnya.


Arjuna meraba dan memeriksa ranjang king size-nya. arjuna mencari bantal kepala dan bantal peluk tetapi yang dia sentuh bukanlah bantal melainkan benda kenyal yang padat dan berisi.


Karena keheranan Arjuna menyibak selimut yang dipakai oleh Hyona mengirah jika yang menarik selimutnya adalah Bagas suaminya sendiri. Hyuna yang terbuai dalam tidurnya Hyuna dia bermimpi melihat Bagas sedang mencium dirinya.


Arjuna semakin meremas benda kenyal itu, tapi karena terhalang pakaian yang dipakai oleh gadis itu yang membuatnya harus membuka seluruh pakaian gadis hingga tidak tersisa sehelai benang pun.


Perempuan yang diperlakukan seperti itu mengira hanya mimpi saja dan yang melakukan semua itu adalah suaminya sendiri yang baru pulang dari pesta salah satu temannya. sehingga perempuan itu pasrah dengan perlakuan dari Arjuna.


"Kamu kok baru pulang sayang?" Tanyanya dengan nada suara yang sangat sensual di telinganya Arjuna.


Tapi Arjuna yang mabuk sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan dari perempuan itu.


Arjuna bergantian me re mas buah dadanya yang sangat kenyal dan montok itu. Perlahan terdengar suara lenguhan dari mulut Sartika yang tidak tahan dengan cumbuan yang diberikan oleh Arjuna.


Arjuna yang masih mabuk dan dibutakan oleh gairah nafsu yang berkabut di dalam kepalanya. Sedangkan perempuan itu tidak melakukan perlawanan sedikitpun membuat Arjuna melakukan aksinya.

__ADS_1


"Mas Syam semakin pinter saja memainkan milikku, biasanya dia sangat kaku dan aku yakin lebih banyak memainkan peran," lirihnya yang menganggap Arjuna adalah Samuel suaminya sendiri.


__ADS_2