Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 14. Ketahuan


__ADS_3

Mereka makan malam dengan penuh hikmat. Tidak ada lagi yang berbicara, tapi ada sedikit rasa curiga yang terbesit di benak ibu Sulistyowati setelah melihat interaksi antara Bagas dengan Hyuna.


Tetapi ibu Sulistyowati tidak ingin berpikiran negatif terhadap hubungan antara putra dan istrinya itu. Beliau pun tidak mau berburuk sangka dan memvonis mereka yang belum ada bukti nyata.


"Nak Diandra, kamu menginap saja ya di sini, soalnya sudah larut malam loh, nggak baik anak gadis pulang larut malam, apalagi harus sendirian pulangnya," sahut ibu Sulistyowati.


Ibuku Bagas yang mencegah Diandra untuk pulang sendiri saat Diandra pamit kepadanya. Diandra menatap kearah bagas dan meminta persetujuan dari kekasihnya itu.


Bagas pun mengangguk kan kepalanya secara diam-diam dan melirik ke arah lain, agar tidak ada yang melihat apa yang dilakukannya.


" iya Diandra, ini kan rumah sepupu Kamu juga loh, berarti rumah Kamu juga jadi anggap saja rumah kamu sendiri," ucap ibu sulistiawaty.

__ADS_1


Diandra menatap Bagas yang langsung mengiyakan keinginan Diandra," baiklah kalau Tante dan Hyuna yang memaksa Diandra akan menginap di rumah ini," ucap Diandra.


Diandra sangat bahagia karena mendapatkan kesempatan dan kebebasan untuk berduaan dengan Bagas. Walaupun Hyuna dan kedua orang tuanya berada di sana juga.


Diandra akan memanfaatkan waktu bersama berduaan dengan Bagas.


" Hyuna tolong antar Diandra ke kamar Tamu, sepertinya Diandra sudah ingin beristirahat," perintah Bagas kepada istrinya yang memerintah Hyuna seperti pembantu saja tidak seperti suami ke istrinya.


Ucapan dari Bagas membuat Ibu Sulistiawaty menatap tajam ke arahnya. Bu Sulis menatap nyalang ke arah


Hyuna segera menjalankan perintah dari suaminya walaupun dengan berat hati Hyuna menjalankan perintah itu, tapi mau tidak mau dia tetap harus menjalankannya.

__ADS_1


Berat hatinya untuk melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi Bagas. Hal itu dilakukan oleh Hyuna agar ibu mertua dan ayah mertuanya tidak mencurigai jika ada sesuatu hal yang terjadi di antara dirinya dengan Bagas.


Diandra tersenyum dengan seringaian liciknya yang terpatri di wajahnya. Diandra seakan-akan berada di atas angin karena di depan matanya.


Bagas memperlakukan Hyuna layaknya seorang pembantu saja sedangkan dengan Diandra sangat istimewa bahkan lebih ramah sikapnya terhadap dirinya dan dibandingkan dengan istri sahnya.


" Ya Allah kuatkan hambaMu ini dan berilah aku selalu kekuatan dan kesabaran menghadapi semua cobaan dan menjalani pernikahan ku ini dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, amin ya rabbal amin." Batinnya Hyuna.


Bukannya Diandra yang berjalan di belakang Nyonya rumah, tapi Diandra seakan-akan Dia lah sang pemilik rumah besar itu. Hyuna yang mengekor di belakang dengan wajah yang sedari tadi seperti seseorang yang sedang berperang batin.


Diandra masuk ke dalam kamar pribadi milik Bagas dengan berjalan seperti bak seorang nyonya besar saja, Diandra berjalan berlenggak-lenggok seakan-akan ingin membuktikan dan memperlihatkan kepada Hyuna bahwa dialah pemilik asli dari rumah ini melalui gerakan tubuhnya.

__ADS_1


Diandra ingin menyampaikan kepada Hyuna bahwa Hyuna hanya seorang pemain pemeran pengganti yang yang nantinya akan digantikan oleh pemain asli yaitu dirinya Diandra.


Diandra segera membuka pintu lemari tempat pakaiannya berada. Ia segera meraih satu pakaian yang sangat seksi. Dia sudah berbaring di ranjang king size-nya milik Bagas.


__ADS_2