Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 96. Kepergian Hyuna Tanpa Pamit


__ADS_3

Jedarrrrr …


Duarrr…


Perasaan bahagia yang membuncah di dadanya selama ini harus hancur lebur berkeping-keping dikala mendengar kata sayang itu. Hatinya serasa tertusuk seribu jarum langsung mengenai hati dan jantungnya.


Hyuna pun memutar langkahnya ke arah lain lalu berjalan perlahan untuk mencari ojek. Ia tidak mengatakan sesuatu apapun jika dia pergi dari sana. Air matanya membasahi pipinya, dia tidak menyangka jika Guntur tidak ada bedanya dengan pria lainnya yang ada di luar sana.


"Aku harus melupakan Abang Guntur, aku tidak ingin menjadi orang ketiga diantara mereka, aku tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain," lirihnya Hyuna sembari menutup mulutnya agar orang-orang tidak mendengar isakan tangisnya itu.


"Maaf sayang kakak tidak bisa menjemput kamu jika kamu sudah lama menunggu di Bandara, Kakak lagi mau anterin ke kantor dulu calon kakak iparmu," tuturnya Guntur yang berusaha untuk meyakinkan dan menjelaskan kepada adik satu-satunya yang cukup manja itu.


"Mungkin aku harus belajar untuk berhenti mencintai dan berharap terlalu tinggi kepada seorang pria, karena semua pria itu sama saja tidak ada bedanya," gumamnya.


Hyuna terus berjalan hingga ke pinggir jalan. Dia dengan suasana perasaan yang tidak menentu dan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja tanpa peduli dengan situasi dan kondisi yang ada. Terus melangkahkan kakinya menuju halte busway. Awalnya ingin memesan ojek online tapi, ternyata hpnya ketinggalan di dalam kamarnya.


Ia sudah tidak sempat untuk masuk kembali ke dalam kamarnya karena takut dan malu jika Pak Hasan dan Bu Tika melihat kondisinya yang sudah berantakan.


"Kenapa semua pria itu manisnya dimulut saja, tidak ada pria yang patut untuk dipercaya, apa karena jumlahnya perempuan di dunia ini lebih banyak dari pada perempuan yah sehingga para kaum laki-laki seenaknya membagi cintanya untuk banyak wanita," umpatnya Hyuna lalu menghapus jejak air matanya dengan cukup kasar.


Guntur yang baru saja selesai menelpon adiknya yang baru saja pulang dari UK Inggris London minta dijemput tapi, karena Guntur sibuk sehingga pekerjaan itu dialihkan ke supir pribadinya.


"Kok Hyuna lama banget yah? Biasanya jam segini sudah selesai dandan tapi,kok hingga jam 7 lewat dia belum muncul juga," cicitnya sembari melihat ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya itu dengan raut wajahnya yang keheranan dengan sikapnya Hyuna kali ini yang tidak seperti biasanya.


Guntur berulang kali melihat jamnya hingga ia sudah capek duduk di atas jok motornya dan memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya Pak Hasan. Karena berulang kali Guntur mencoba menelpon nomor hpnya Hyuna, tetapi tidak ada jawaban dan balasan dari Hyuna.

__ADS_1


Guntur kemudian melangkahkan kakinya menuju pagar, tapi baru ingin meraih pagar itu sudah terbuka dari arah dalam. Hingga tangan kanannya hanya menggantung di udara.


"Eeehh Nak Guntur, sudah lama yah Nak?" Tanyanya Pak Hasan yang tersenyum ramah ke arahnya Guntur.


"Alhamdulillah sudah sekitar hampir satu jam lebih nih Pak, iya Hyuna belum selesai yah Pak? Tumben jam segini belum selesai berpakaian juga!" Ujarnya Guntur dengan mimik wajah yang kebingungan dan keheranan dalam waktu yang bersamaan pula.


"Sudah sejam lebih?" Beo Bi Tika yang kebingungan dengan maksud dari perkataan anak majikannya itu.


Bu Tika dan Pak Hasan saling melempar pandangan satu sama lainnya. Mereka tidak menduga jika Guntur akan menunggu Hyuna hingga berjam-jam lamanya, padahal Hyuna sudah lama pamitnya mau pergi kerja.


"Maaf Nak, Guntur! Hyuna sedari tadi sudah pergi dari rumah, bapak sudah mengunci rapat rumah dan kami juga akan berangkat kerja," tuturnya Pak Hasan.


"Ibu kira Tuan Muda yang anterin Hyuna berangkatnya," timpal Bu Tika yang mulai mencemaskan keadaan Hyuna.


"Ya Allah… putriku pergi ke mana Pak, apa jangan-jangan ada yang terjadi sesuatu yang tidak baik terhadap Hyuna pak?" Tanyanya Bu Tika dengan raut wajahnya yang sendu dan khawatir dengan kondisi Hyuna.


"Tenanglah Bu! Jangan berpikiran yang macam-macam dulu, doakan yang terbaik saja semoga anak kita baik-baik saja tidak terjadi sesuatu yang tidak baik pula," bujuk Pak Hasan di depan istrinya.


"Apa mungkin Hyuna sudah pergi pas tadi aku nelpon yah?" Batinnya Guntur yang menduga apa yang telah terjadi.


Guntur segera memakai helmnya lalu meninggalkan halaman depan rumahnya Pak Hasan. Sedangkan Pak Hasan dan istrinya pamit kepada Guntur dan meminta tolong untuk mencari keberadaan Hyuna. Guntur pun mulai mengemudikan motornya menuju Perusahaannya sambil melihat-lihat jalan yang dilaluinya mungkin bisa saja Hyuna sedang menunggu angkutan umum.


"Ya Allah… lindungilah Hyuna dimanapun berada," cicit Guntur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.

__ADS_1


__ADS_2