Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 41. Kedatangan Ibu Mertua


__ADS_3

Bertahanlah jika patut untuk dipertahankan, jika tak sanggup lagi untuk bertahan maka lepaskanlah kalau itu yang terbaik untukmu.


Seorang suami dapat menjadi pintu surga bagi istrinya sebagaimana ia dapat pula menjadi pintu neraka untuk istrinya.


Kedatangan Ibu Sulistiawaty membuat mereka terkejut. Terutama Hyuna yang merasa sedih dikarenakan kedatangan ibu mertuanya yang tiba-tiba itu membuat aib rumah tangganya terbongkar juga ke permukaan.


Selama ini Hyuna cukup pintar untuk menutupi kisruh rumah tangganya, tetapi hari ini Hyuna tidak bisa berkilah lagi.


Mertuanya sendiri yang menjadi saksi mata dari perselingkuhan suaminya selama ini. Argument apa pun yang diutarakan oleh Hyuna sudah tidak ada artinya di mata mereka.


"Bagas!! ternyata seperti ini yang Kamu lakukan di belakang ibu, Bagas apa salahnya ibu sama kamu? hatimu dengan teganya tidak memperdulikan perasaan ibu," bentaknya Bu Sulistiawaty lalu terduduk di kursi dengan wajahnya yang nampak kecewa sekaligus sedih.


Bagas yang mendengar perkataan dari ibunya hanya bisa berdiri mematung di tempatnya, dia tidak menduga bakal akan secepat ini ketahuan apa yang telah dia putuskan dan pilih dalam hidupnya.


Sedangkan Diandra malah bahagia melihat kehancuran dan kesedihan di wajahnya Hyuna dan juga Ibu mertuanya.


"Akhirnya ketahuan juga, hal ini yang sedari dulu aku inginkan," senyuman licik nampak terbit di ujung bibirnya.


"Bagas! Ibu sama sekali tidak pernah membayangkan kamu tega melakukan semua ini pada Hyuna, apa salahnya padamu nak? apa kurangnya dirinya padamu, hingga kamu tega sekali nak mengkhianati istri sahmu itu," ucap ibunya yang terduduk di kursi dengan rasa kecewa yang sangat mendalam.


Ibu Sulistiawaty terduduk dengan menundukkan kepalanya yang tidak bisa duduk dengan tegak saking malunya dengan sikap dan kelakuan putranya terhadap menantu kesayangannya.


"Hyuna Kamu terlalu sabar nak jadi perempuan, seharusnya Kamu melawan mereka, Kamu istri sahnya sedangkan Dia hanya lah perempuan yang tidak tahu diri yang tidak punya perasaan dan hati nurani yang tega merebut suami sahabatnya sendiri," jelasnya lagi.

__ADS_1


Hyuna sedari tadi lidahnya keluh tak bisa berucap sepatah kata pun. Dirinya tidak kuasa mendengar tangis kesedihan dari mulut Ibu mertuanya.


"Ya Allah.. apakah ini akhir dari hidup rumah tanggaku yang selalu aku perjuangkan?" Hyuna membatin dengan wajahnya yang sendu.


Ia tidak menyangka jika, ibu mertuanya akan menjadi saksi dari kelakuan jelek suaminya.


"Hahaha, rasakan emangnya enak, sedari dahulu kami sudah bertanya dan memberitahukan kepada kalian semua tentang hubungan Kami ini, tapi kalian sedikit pun tidak ada yang peduli untuk memperjuangkan hubungan Kami, seolah kalian sengaja tuli dan tidak mau memenuhi keinginan kami itu," umpat batinnya Diandra yang memakai mereka berdua.


Bagas yang sedari tadi terdiam akhirnya angkat bicara juga. Bagas emang salah, tapi sedikit pun tidak mau membantah perkataan dari ibunya.


Bagas lalu berjalan ke arah ibunya, langsung berlutut di depan ibunya itu dengan wajah nemelasnya.


"Ibu maafkan Bagas, tapi Bagas tidak bisa hidup dengan perempuan itu," ucapnya lalu mengarahkan jari telunjuknya ke arah Hyuna.


Ibunya mengikuti arah telunjuk putranya tersebut.


Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.


Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.


...----------------...


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:

__ADS_1



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all Readers..


Mohon Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikan atau penulisan katanya..


__ADS_2