Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 46. Kelicikan Diandra


__ADS_3

"Itu tidak mungkin, pasti ada kesalahan di sini, pasti Mas Bagas lupa karena waktu itu mabuk saat masuk ke dalam kamarku," Hyuna membatin.


Hyuna kembali pura-pura tertidur dan ingin mendengar lebih banyak dan lebih jelas lagi perkataan mereka. Dia ingin mengetahuinya apa alasan Bagas berkata seperti padahal jelas-jelas mereka pernah berhubungan walaupun hanya tiga kali waktu itu.


"Ya Allah… Mas Bagas kenapa berbicara seperti itu?" Muncul banyak tanda tanya di dalam benaknya Hyuna.


"Maafkan Bagas Bu, Bagas tidak pernah sedikit pun menyentuh apa lagi untuk berhubungan intim dengan Hyuna, jadi calon bayi yang ada di dalam rahimnya adalah bukan anakku." Ujarnya Bagas dengan terpaksa berbicara seperti itu di hadapan ibu dan kedua istrinya setelah kepergian dokter pribadi mereka.


Jederrrrr.... Darr…


Kejujuran yang baru saja Bagas ungkapkan adalah boomerang untuk Hyuna. Bagaimana tidak, begitu bahagianya setelah sepulang dari Papua tepatnya di Raja Ampat. Senyuman manis sering menghiasi wajahnya. Saking bahagianya karena bisa menjadi seorang istri seutuhnya.


Tapi, saat ini sebuah kenyataan yang baru dia dengar langsung dari mulut suaminya, membuatnya tersadar dari kebahagiannya. Impian melambung tinggi hingga ke ujung langit tingkat ke tujuh. Saat ini langsung dihempas ke dasar lembah penyesalan dan kecewa yang paling terdalam.


Dia langsung bangkit dari baringnya, dan berjalan terseok-seok ke arah Bagas, kepalanya yang masih pusing, rasa mual yang tiba-tiba membuatnya berjalan tertatih. Tanpa peduli lagi dengan kondisinya saat itu.


"Mas Bagas apa yang barusan mas katakan? katakan kalau itu semua bohong Mas," pinta Hyuna yang tiba-tiba sudah berdiri di depan Bagas dengan raut wajah yang penuh geram.


Bagas mengelus wajahnya dengan gusar dan tidak menyangka, jika Hyuna sudah sadar dari pingsannya. Nafasnya tercekat seolah tak ada lagi pasokan udara yang masuk ke dalam rongga hidung dan pernafasannya.


"Maafkan aku, Mas harus terpaksa melakukan hal ini, jika tidak Diandra akan mencoba bunuh diri lagi," batinnya Bagas yang meronta dan tak berdaya dengan keadaan yang sudah terjadi.


Satu hari yang lalu, Bagas kelimpungan dan kebingungan serta ketakutan yang melanda. Dia melihat Diandra yang ingin melompat dari atas lantai dua rumahnya tepatnya di rooftop rumahnya. Bagas mendapatkan pesan chat dari Diandra berupa ancaman bunuh diri.


Bagas awalnya hanya menganggap itu hanya lelucon saja dan gertakan semata saja. Tapi, saat dia tidak menemukan keberadaan istri sirinya itu, dia pun secepatnya bergegas ke atas lantai dua rumahnya.


Matanya melihat sosok Diandra yang sudah bersiap Ingin melompat dari sana. Bagas yang panik dan tidak bisa berfikir jernih waktu itu, mengiyakan dan berjanji serta menuruti semua perkataannya Diandra kala itu.


"Diandra!! Apa yang kamu lakukan haa!!" Pekik Bagas yang berusaha untuk menarik tubuhnya Diandra.


Diandra yang menyadari bahwa Bagas sudah datang semakin mempercantik akal bulus dan aktingnya agar semakin terlihat dan terkesan sempurna.

__ADS_1


"Lepaskan aku Mas!! Jangan sentuh aku lagi!" Teriak Diandra.


"Diandra apa yang terjadi, kenapa kamu ingin bertindak bodoh ha!! Ingat kamu itu sedang hamil darah dagingku!" Bentak Bagas yang sudah jengkel dengan sikap kekanakan Diandra menurutnya.


"Aku akan turun dari sini tapi dengan satu catatan Mas harus berjanji padaku," pinta Diandra dengan penawarannya.


"Baiklah aku akan penuhi semua keinginan kamu asalkan kamu turun dari sana dan ingat bayi kita sayang," bujuk Bagas yang berusaha untuk meyakinkan Diandra.


Diandra tersenyum penuh kelicikan," yes berhasil.. apa yang aku rencanakan sukses juga."


Bagas memeluk tubuh Diandra dengan senyuman penuh kasih sayang dan masih ada rasa khawatirnya.


"Aku meminta kepada Mas, jika seandainya suatu saat nanti Hyuna hamil anaknya Mas, jangan pernah Mas mengakui kalau anak itu miliknya Mas," tutur Diandra.


Diandra sangat marah saat mengetahui jika Bagas dan Hyuna sewaktu mereka bulan madu keduanya sudah melakukan hubungan intim selayaknya suami istri pada umumnya. Dia mengetahui kebenaran itu baru saja beberapa menit yang lalu dari kekasih gelapnya yang selalu dia perintahkan untuk mematai-matai Hyuna dan suaminya.


Diandra sangat geram dan amarahnya memuncak saat tahu semua itu, dan hanya jalan keluar itu yang terlintas di dalam pikirannya yang pastinya akan berhasil. Dugaannya benar sekali, Bagas masuk ke dalam tipu muslihat dan taktik jahatnya.


Diandra memeluk tubuh Bagas dengan erat sembari mengangkat tangannya yang bersorak gembira karena usaha percobaan bunuh diri yang dia rencanakan berhasil dan sukses sesuai dengan dugaannya.


"Yes!! kamu selamanya tidak akan menang Hyuna," Diandra membatin.


Flashback off..


Hyuna tidak berhenti menggoyang tubuhnya Bagas. Agar Bagas segera membuka mulutnya untuk berbicara jujur dan menjelaskan kepadanya apa sebenarnya yang terjadi.


"Maafkan Mas Hyuna, bayi yang kamu kandung itu bukanlah bayiku!" Jelas Bagas yang membuat Hyuna langsung tersungkur ke atas ranjangnya.


Deerrrrrrr...


Perkataan itu mampu membuat Hyuna terduduk lesu dan sangat kecewa dengan keputusan dan perkataan dari Bagas suaminya. Hyuna menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang barusan dia dengar.

__ADS_1


Air matanya menetes membasahi pipinya, Bu Sulistiawaty pun sama terkejutnya dengan apa yang dialami oleh anak menantunya.


"Itu tidak mungkin?!!!!! Pekik Hyuna.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you...

__ADS_1


__ADS_2