
"Forget the about one who coused the pain, Lupakan seseorang yang membuatmu sakit."
"Aku salut sama kamu sekaligus juga bangga karena bisa keluar dan terbebas dari galau akan ditolak terus menerus oleh Abang Dastan, aku juga sudah memutuskan untuk menerima saran dan usulan dari Mami Hi, untuk menetap dan tinggal di China saja," seloroh Vanesa yang membuat Jingga terkejut setengah mati.
"Apa!!! Kamu akan pergi ke Shanghai??" Pekiknya Jingga.
Ucapan dari Jingga yang lebih mirip dengan teriakan itu membuat beberapa pengunjung butik tersebut menolehkan kepalanya ke arah mereka berdua tanpa terkecuali pegawai yang sedari tadi menemani mereka memilih pakaian yang cocok dan pantas untuk mereka.
Vanessa segera menutup mulutnya Jingga yang berteriak kencang membuat beberapa pengunjung butik tersebut mengalihkan pandangannya ke arah Jingga.
Sedangkan Jingga yang diperhatikan seperti itu hanya tersenyum cengengesan sambil menundukkan kepalanya beberapa kali dan menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya sebagai tanda permintaan maafnya kepada seluruh orang yang kebetulan berada di sana.
"Maaf!!" ujarnya Jingga yang saking kagetnya mendengar penjelasan dari mulut satu-satunya sahabat terbaik yang dia miliki.
"Mbak Tolong ditotal seluruh jumlah belanjaanku ini," pintanya Jingga yang menyodorkan beberapa potongan baju gamis lengkap dengan hijabnya ke tangan pegawai Butik yang sedari tadi berdiri dan mengikuti mereka.
"Baik Mbak," jawab mereka berdua.
"Apa kamu memilih tawaran dari Mami kamu karena Abang Austin yah yang selalu menolak cintamu?" Selidik Jingga yang bertanya kepada Vanessa.
Vanesa berjalan beriringan dengan Jingga kedepan meja kasir sembari menjawab pertanyaan dari Jingga," salah satunya itu sih, karena aku sudah lelah Jingga empat tahun lebih loh waktu aku mengejar kakakmu itu tapi hasilnya masih sama tidak ada sedikit pun tenggapan darinya, terus kalau kau yang diposisiku, kira-kira apa mau hidup terus menerus dalam ketidak pastian seperti sekarang ini?" Mimik wajahnya Vanessa berubah sendu ada guratan kesedihan di sana.
__ADS_1
Jingga juga memikirkan kisah cintanya yang hampir mirip dengan yang dialami oleh Vanessa. Sebelas dua belas lah kisahnya mereka.
"Aku pun akan bertindak seperti itu jika aku diposisimu, aku juga pilih mundur dengan Alon-alon tetatur tapi, aku sudah bertekad untuk memperbaiki diri aku walaupun tanpa cinta dan sayangnya Abang Dastan," jelasnya Jingga sudah finishing dengan perkataannya itu.
Mereka berjalan menuju meja kasir dan ikut antri dalam antrian yang cukup panjang.
"Jalan hidup kita berdua hanya berbeda dikit saja bestie, mungkin jalan seperti ini yang terbaik kita lakukan, karena aku yakin akan namanya jodoh, kalau jodoh pasti akan ketemu seperti asam di gunung garam di laut mereka berdua pasti akan bertemu juga didalam kuali," ungkap Vanesa yang legowo dengan kisah dan nasib percintaannya yang bertepuk sebelah tangan.
"Jingga memeluk tubuh sahabatnya itu," kok hari ini pikiran kamu sungguh bijak dan masuk akal, tumben!" Gurau Jingga yang menanggapi sikap dan jalan hidup yang telah dipilih dan diputuskan oleh Vanesa.
Vanessa melirik sekilas ke arah Jingga sebelum menanggapi perkataan yang bernada candaan dari Jingga itu.
Lagi-lagi apa yang diucapkan dan diutarakan oleh Vanessa membuat Jingga tercengang sekaligus terenyuh dalam satu waktu bercampur menjadi satu bagian di dalam benak dan pikirannya itu.
"Aku juga akan mengambil keputusan Van, aku memilih juga mundur tapi tidak akan meninggalkan kota Jakarta dan tempat kelahiran kita karena jika aku memilih untuk seperti itu, sama saja dengan tidak sabar dan tidak ingin berdamai dengan masa lalu apa lagi tidak move-on, aku juga memenuhi keinginan Papi untuk bekerja di Perusahaan dan menerima pertunangan yang sudah direncanakan oleh papa dan mama Van," terangnya Jingga dengan diakhiri ada tetesan embun yang terletak di pelupuk matanya itu yang hanya tersisa menunggu waktu yang tepat saja.
"Ya Allah… anakku ternyata kalian menyimpan rasa dan cinta untuk pria yang sama sekali tidak mencintai kalian, ya Allah… kenapa kisahnya putriku kembali terjadi seperti yang aku alami dulu, harus hidup dalam rasa semu mencintai dan berharap pada suaminya orang," batin seseorang yang ternyata sedari tadi memperhatikan gerak gerik keduanya dan menjadi pendengar setia sesi curhatan keduanya.
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
__ADS_1
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.
__ADS_1