
Istri adalah tulang rusukmu. Ia bukanlah wanita yang bisa engkau suruh-suruh. Perlakukan lah ia dengan kelembutan, maka Ia akan lembut dari perlakuanmu.
Hyuna pamit ke dalam kamarnya saat ibu dan Ayah mertuanya sudah beristirahat di dalam kamar mereka.Hyuna ingin melaksanakan sholat ashar.
"Ya Allah… bagaimana caranya Aku bisa hamil dan memiliki seorang anak? sedangkan disentuh saja belum pernah sedikit pun apa lagi untuk melakukan hubungan suami istri," lirihnya Hyuna dengan wajah sendu.
Wajah Hyuna nampak sedih dan murung di saat kedua mertuanya membahas tentang anak, tetapi Hyuna tidak ingin memberikan beban pikiran untuk ke dua orang tuanya.
Dia harus berusaha pintar-pintar menyembunyikan rahasia besar rumah tandanya.
Hyuna memilih jalan itu karena ia sangat menyayangi ke kedua mertuanya layaknya orang tua kandungnya sendiri.
Hyuna pun tidak membuat orang tua yang seharusnya hidup dengan nyaman harus terbebani dengan permasalahan rumah tangganya.
__ADS_1
Hyuna juga tidak ingin ada orang lain yang yang mengetahui hubungan rumah tangganya yang tidak sehat dan biduk rumah tangganya yang bermasalah sejak awal mereka menikah.
Walaupun Bagas mendiamkan dirinya bahkan sikap Bagas terkesan kasar dan arogan kepadanya, tetapi Hyuna tidak ingin hal tersebut sampai tercium keluar dari rumahnya. Kekurangan tersebut adalah aib dalam kehidupannya.
Untuk Hyuna permasalahan tersebut cukup lah dia saja yang tahu walaupun tidak ada seorangpun yang bisa menyembunyikan yang namanya bau bangkai.
Ada pepatah yang mengatakan sepintar-pintarnya seseorang menyimpan sesuatu apapun itu, lambat laun pasti akan terendus juga ke khalayak umum.
"Bu, Hyuna pamit ke kamar dulu ya soalnya hyuna belum sholat ashar," ucap Hyuna saat berpamitan kepada ibu mertuanya.
"Ayah, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh Hyuna?" tanya Ibu Sulistiawaty saat sedang bersantai di dalam kamarnya.
"Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, Saya melihat Hyuna baik-baik saja kok, yakinlah sama mereka kalau mereka itu tidak memiliki batu sandungan dalam rumah tangganya," timpal Pak Handoko.
__ADS_1
"Semoga saja apa yang Ayah katakan sesuai dengan kenyataannya, dan Ibu berharap kita segera diberikan cucu," jelasnya.
"Amin, sini baring bersama Ayah," ucap Pak Handoko lalu menepuk ranjang kosong yang ada di sampingnya.
"Iya, Ibu pun tidak sabar ingin segera menimang cucu dari Hyuna pasti cucu kita kan cantik seperti maminya dan cakep seperti papinya jika Hyuna yang melahirkan," sahut ibu Sulistyowati di hadapan suaminya.
"Iya, Ayah pun sama dengan pemikiran ibu, tapi mau diapa jika Allah belum memberikan mereka rezky dan kepercayaan, kita bisa apa bu, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka jangan memberikan beban kepada mereka," terang pak Handoko.
"Betul sekali yang dikatakan Ayah, kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keduanya," ucap ibu Sulistyowati.
Wajarlah mereka berharap segera memiliki seorang cucu, karena pernikahan kedua anaknya sudah hampir berjalan satu tahun, tapi hingga saat ini tidak ada tanda-tanda jika menantunya akan segera hamil juga.
" Bagaimana kalau kita sarankan kepada mereka untuk berbulan madu saja," kata ibu sulistyowati kepada Pak Handoko.
__ADS_1
" Kalau menurut Ayah sih, itu ide yang bagus dan mudah-mudahan sepulangnya mereka dari sana, bisa membawa kabar baik untuk kita," tutur Pak Handoko Ayahnya Bagas.