
Mereka melanjutkan perbincangan mereka hingga ke dalam lift. Nindi terus tersenyum penuh kemenangan karena tugas yang diberikan kepadanya cukup mudah.
"Aku harus bisa menikmati tubuhnya hari ini juga, aku yakin aku bisa, apa lagi kalau diperhatikan tubuhnya cukup menggoda tidak seperti klien Aku sebelumnya, gak dibayar pun oleh Pak Austin aku merasa tidak rugi sedikitpun," Nindy membatin.
"Apa kamu sudah makan? Kalau belum bagaimana kalau kita makan dulu, sebagai permintaan maafku padamu," pinta Bagas yang sebenarnya kesusahan menelan air liurnya karena tanpa sengaja melihat belahan puncak gunung Bromo miliknya Nindy yang putih mulus itu.
Nindi sengaja sedikit membungkukkan tubuhnya ke hadapan Bagas agar aksinya berhasil secepat mungkin.
"Sepertinya itu ide yang bagus kebetulan perutku juga sudah berbunyi nyaring," jawabnya Nindi sembari mengelus lembut perutnya dengan gerakan yang cukup membuat Bagas kembali tergoda dan kelimpungan hingga dia serasa seakan-akan kehabisan nafasnya.
Mereka meninggalkan loby Perusahaan Global Utama TBK. Dengan perasaan yang berbeda-beda mereka berjalan beriringan menuju tempat parkiran mobil.
Dengan secepat kilat, Bagas mampu melupakan obsesinya kepada mantan istrinya yaitu Hyuna. Bagas bahkan seolah-olah melupakan semua impian dan rencananya beberapa hari ini yang sudah disusunnya sedemikian rupa itu.
Hyuna pun memutuskan untuk meninggalkan Perusahaan tersebut dan tiba-tiba dia teringat dengan Guntur.
"Gimana dengan tesnya Abang yah, apa lancar-lancar saja atau jangan-jangan dia tidak lulus tes di awal? Tapi menurut aku itu tidak mungkin dan mustahil karena Guntur kan salah satu mahasiswa yang berprestasi dulu jadi aku yakin pasti besok juga akan datang," batinnya Hyuna.
Hyuna berharap agar mereka berdua lulus dan bisa bekerja di tempat yang sama.
"Kenapa aku menginginkan Abang bekerja di sini? Tapi pasti aku sedih jika Abang tidak lulus," gumamnya Hyuna dengan langkah yang lebar dan sedikit terburu-buru saat melihat siapa sosok orang yang telah berdiri tidak jauh dari tempatnya dengan senyuman khasnya yang mampu menawannya mampu membuat semua hati perempuan klepek-klepek.
Di lantai yang berbeda tapi masih dalam satu lokasi yang sama. Austin segera menghubungi nomor hpnya Guntur. Dia segera mengabarkan padanya tentang situasi terakhir dan terkini dari perkembangan tugas yang diembannya. Austin dipercaya dan diberikan tugas langsung oleh atasan sekaligus kakak angkatnya itu.
Guntur yang sedang duduk di sekitar lobby Perusahaan merasakan hpnya berdering, dia segera merogoh saku celananya. Tapi, baru ingin menekan tombol hijau, sudut ekor matanya melihat perempuan yang sedari tadi ditunggunya telah berjalan ke arah pintu keluar.
Guntur langsung tidak menghiraukan telponnya Austin lalu buru-buru berdiri untuk mendatangi Hyuna yang berjalan beriringan dengan penuh bahagia dan semangat.
__ADS_1
"Wajahnya semakin cantik saja selama dia merubah penampilannya, aku semakin terpesona dibuatnya," batinnya Guntur dengan penuh semangat dan wajahnya selalu menyunggingkan senyumannya.
"Abang sudah lama menunggu?" Tanyanya Hyuna yang baru saja sampai di depan matanya Guntur.
Pak Security yang mengenali Guntur hanya terdiam tanpa suara hanya mampu memandangi interaksi keduanya jika dia masih ingin terus bekerja di sana karena sudah dikonfirmasi sebelumnya oleh Austin.
"Apa perempuan itu yang akan menjadi calon Nyonya Tuan Muda? Karena selama aku bekerja di sini satupun perempuan tidak pernah aku lihat sebelumnya," batin Pak Rido Security.
Guntur menatap penuh arti sekilas ke arahnya Pak Ridho sebelum dia meninggalkan tempat tersebut. Pak Ridho spontan menundukkan kepalanya ke arah bawah dan mulai gemetar ketakutan.
"Ya Allah… semoga aku tidak menyinggung perasaan Pak Guntur jika tidak, aku bisa-bisa dipecat dari sini," lirihnya Pak Rido dengan mulai gemetaran serta berkeringat dingin saking takutnya menyinggung perasaan pemilik Perusahaan tersebut.
"Kamu enggak masalah kan kalau aku antar kamu pulang naik motor?" Tanyanya Guntur ketika mereka sama-sama berjalan ke arah parkiran khusus motor.
Hyuna menatap ke dalam bola matanya Guntur sebelum menjawab pertanyaan dari Guntur, " serius Abang mau bonceng pulang Hyuna?"
Tanyanya Hyuna yang terkejut mendengar penuturan dari Guntur itu. Guntur hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju mengiyakan keinginan dari Guntur sembari tersenyum manis dan wajahnya bersemu merah.
Guntur menghentikan laju langkahnya saat mendengar perkataan dari Hyuna. Dia lalu menatap intens ke arahnya Hyuna.
"Tapi… kenapa?" Tanyanya Guntur.
Hyuna tidak menjawab pertanyaan dari Guntur hanya menunjukkan ke arah motornya berada. Guntur mengalihkan pandangannya ke arah benda yang ditunjuk oleh Hyuna.
Dia pun tersenyum sebelum berbicara,"itu masalah mudah saja, aku akan mengatur semuanya, ada teman aku yang akan antar."
Guntur berbicara seperti itu sembari menunjuk ke arah pria yang sedari tadi berjalan di belakang mereka. Hyuna pun memutar ke arah belakang kepalanya dan melihat pria itu.
__ADS_1
"Apa kamu setuju?" Tanyanya Guntur.
Tapi Hyuna tidak menjawab pertanyaan dari Guntur tapi pikirannya tertuju pada sebuah sosok Pria yang menjadi perhatian keduanya.
...----------------...
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
__ADS_1
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.