
"Apa!! Tuan Muda ingin melihatku meninggal muda yah?" Ucap Austen yang baru tersadar dari apa yang dikatakannya tadi yang hanya spontan saja.
"Hahahaha, apa kamu sudah sadar," Guntur tertawa terbahak-bahak dan membahana mengisi ruangan tamu rumahnya Pak Hasan yang sederhana itu tapi bersih dan tertata rapi.
Austin tertawa terbahak-bahak juga karena menyadari kebodohannya sendiri yang masuk perangkap Batman dari Pemilik Perusahaan tempat dia bekerja. Hyuna yang berjalan ke arah Guntur dengan tangannya yang sedang memegang nampan yang berisi beberapa mangkuk dan piring.
Hyuna menatap tidak percaya apa sedang dilakukan oleh Guntur karena selama dia mengenal mantan kekasihnya itu baru kali ini melihatnya seperti tertawa lepas dengan bahagia.
Guntur segera menghentikan tawanya sesaat setelah menyadari kedatangan Hyuna yang mengatur beberapa piring dan mangkuk ke atas meja. Piring dan mangkuk itu berisi beberapa jenis makanan yang semuanya bahan dasarnya adalah makanan laut seperti udang, kepiting, cumi, ikan diolah dalam berbagai macam masakan khas Indonesia.
"Maaf!" Ucapnya Guntur yang sedikit merasa malu karena sudah kedapatan tertawa terpingkal-pingkal.
"Maaf," beo Hyuna dengan tatapan matanya yang keheranan ke arah Guntur mantan kekasihnya itu.
Guntur cengengesan mendengar perkataan dari Hyuna. Sedangkan Hyuna masih dalam mode kebingungan dengan apa maksud tersembunyi dari ucapan maaf dari Guntur
Hyuna menatap ke arah Hyuna,"Abang meminta maaf kepada saya untuk apa? Emangnya Abang punya salah apa sama aku?" Wajahnya menyiratkan kebingungan dengan perkataan dari Guntur.
"Aku sudah ribut dan mengganggumu," ucapnya dengan wajahnya yang memelas.
Hyuna pun tertawa mendengar penuturan dari Guntur itu," hahahaha Abang masa hanya masalah gitu aku sudah marah,gak segampang itu kali Abang aku harus marah sama Abang hanya karena gara-gara masalah sepele, kayak Abang lupa siapa Hyuna saja," candanya Hyuna sambil tersenyum manis ke arah Guntur.
"Iya juga sih, kamu adalah perempuan yang sangat baik, pengertian, setia, pintar masak dan wanita yang paling cantik yang pernah aku temui di dunia ini hanya Hyuna seorang," tuturnya Guntur dengan tatapan matanya yang memuja ke arahnya Hyuna.
Hyuna yang baru Ingin mendudukkan bokongnya ke atas kursi terpaksa terhenti saat mendengar perkataan dari Guntur itu. Wajahnya memerah seperti buah tomat yang matang dan siap untuk dibuat sambal balado.
__ADS_1
Guntur menatap ke arah dalam matanya Hyuna yang berbinar seketika saat mendengar pujian dari mulutnya Guntur yang ditujukan oleh Guntur hanya untuknya. Dia tersipu malu dengan salah tingkah. Guntur refleks tersenyum penuh arti saat melihat sikapnya Hyuna yang seperti anak remaja saja.
"Wajahmu sangat cantik jika tersipu malu seperti itu dan semakin membuat aku semakin sayang padamu," batinnya Guntur.
"Mas Guntur masih sama seperti lima tahun lalu, setiap hari dan setiap saat selalu memuja dan memujiku serta kadar perhatiannya tidak pernah berubah sedikit pun," Hyuna pun membatin.
Mereka berdua saling bertatapan, Guntur refleks maju ke hadapan Hyuna yang masih berdiri. Guntur pun berdiri di tempatnya tapi, langkah kakinya perlahan maju ke arah Hyuna hingga jarak mereka semakin terkikis.
Hanya sekitar beberapa centimeter saja hidung mereka akan saling bersentuhan. Guntur menatap tajam ke arah kedalam bola mata indahnya Hyuna yang sebening embun pagi secerah sinarnya mentari itu.
"Ya Allah… kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku aroma wangi tubuhnya dan rambutnya membuatku mabuk kepayang hingga tubuh ini seakan-akan bergerak sendiri ke arahnya," gumam Guntur.
"Apa yang terjadi padaku, kenapa aku baru beberapa hari bercerai dengan Mas Bagas tapi hatiku ini sudah terisi penuh dengan namanya Abang Guntur Bumi Triyoga," membatin Hyuna.
Meong.. meong..
"Ehhh ku-cing Abang, a-da ku-cing…" ucap Hyuna dengan gagap langsung bergerak cepat untuk mengusir kucing yang hampir saja menerkam ikan bakarnya.
Guntur tertawa cengengesan lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
...****************...
__ADS_1
Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
__ADS_1
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….