
Tut… tut… tut..
Hanya bunyi itu yang mampu terdengar dari nada sambung dari telponnya Hyuna adik kembarnya. Karena Hyuna tidak mengangkat telponnya, ia kemudian memutuskan untuk menyusul orang itu saja. Dia tidak mau terjadi sesuatu kepada adiknya, apa lagi kondisi adiknya yang masih dalam keadaan yang tidak sehat akibat dari kecelakaan yang tanpa sengaja yang dilakukan oleh Vanessa.
Langkahnya kembali terhenti saat mendengar suara isakan tangisan dari dalam rumahnya Bu Tika. Suara itu mampu membuat Dastan semakin dibakar rasa penasaran dan kecemasan yang bercampur menjadi satu bagian di dalam pikirannya.
Sudah beberapa menit yang lalu Pria berjas itu masuk ke dalam rumahnya Pak Hasan. Tapi, belum keluar juga hingga Dastan memutuskan untuk masuk ke dalam rumah saja.
Tapi, langkahnya terhenti sebelum sampai ke pintu rumah yang bercat putih gading itu. Telinganya menangkap ada suara tangisan dari seseorang. Ia semakin dibuat penasaran saja. Matanya melotot tak percaya melihat seorang pria yang cukup umur sedang memeluk adik kembarnya itu.
"Hyuna!!" Pekik Dastan yang marah karena merasa apa yang dilakukan oleh adiknya itu tidak baik dan tidak pantas Hyuna lakukan.
Kedua orang itu langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tepatnya di tempat Dastan yang baru saja datang.
"Kakak!" Hyuna membeo.
Pria yang sedang dipeluk oleh Hyuna itu tidak menyangka jika pria yang selama ini jadi kaki tangan adik sepupunya adalah salah satu anak kembarnya yang selama ini dicarinya itu.
Hyuna bergegas melepaskan pelukannya dari tubuh pria dewasa yang mengaku adalah ayah biologisnya. Dastan semakin dibuat terbelalak saat melihat secara keseluruhan dan jelas wajahnya pria yang berjas itu adalah Pak Fuad Rahmany Osman kakak sepupu dari atasannya di kantor yaitu kakak sepupunya Ibu Rima Mamanya Guntur calon mertuanya Hyuna.
"Tuan Besar Fuad!" Cicitnya Dastan.
Dastan dan Pak Fuad saling bertatapan dan seakan-akan ingin saling beradu tatapan saja.
"Kakak!! Pak Fuad adalah Papa kita loh kak," tuturnya Hyuna dengan raut wajahnya yang sumringah dengan seulas senyumannya.
__ADS_1
"Apa!!! Itu tidak mungkin!! Kamu pasti salah Hyuna, dia bukan Papa kita karena dia sudah punya istri jadi tidak mungkin dia papa, lagian aku sudah menemukan siapa sebenarnya mama kandung kita dek!" Pungkasnya Dastan dengan penuh keyakinan yang kuat.
Pak Fuad lebih terkejut lagi, ia spontan mendekati Dastan yang berdiri masih di tempatnya semula dengan tatapan tidak percayanya yang dilayangkan oleh Dastan untuknya.
"Katakan pada Papa! Siapa sosok perempuan yang kamu anggap Mama kalian, apa namanya Livia Almira Duxton?" Tanyanya dengan suara yang cukup keras dan lantang di hadapannya Dastan.
Pak Fuad Rahmany yang bekerja sebagai dokter itu memegang kedua pundaknya Dastan dengan cukup kuat. Dia tidak sabar ingin mendengar suara dari Dastan atas kejujurannya itu.
"Ayolah Nak!! Katakan kepadaku dengan jujur jangan diam saja, Papa ingin bertemu dengan Mama kamu!" Cercanya Pak Fuad yang semakin dibuat penasaran dan tidak sabaran oleh Dastan yang tiba-tiba terdiam membisu.
"Kakak, apa yang dikatakan oleh Papa, apa itu benar jika kakak sudah bertemu dengan Mama Livia?" Tanya Hyuna yang ikut tidak sabar mendengar perkataan yang mengatakan kejujuran sesuai dengan yang keinginan mereka.
Pak Hasan Ishaaq yang baru saja pulang dari masjid melaksanakan shalat magrib berjamaah di masjid hanya terdiam terpaku menjadi penonton dan pendengar setia dari ketiga orang itu bersama dengan istrinya. Mereka berdua sama sekali tidak berniat untuk mengganggu kepentingan dan apa yang mereka sedang kerjakan saat itu.
"Saya tidak percaya jika kamu adalah Papa kami, jangan asal bicara sebelum ada bukti agar aku bisa percaya jadi jangan asal bicara saja," sarkas Dastan sambil menurunkan tangannya Pak Fuad dari atas pundaknya dengan menghempaskan kedua tangan dokter Fuad dengan cukup kasar.
"Papa akan perlihatkan sama kamu nak, karena Papa tidak ingin kehilangan kalian lagi, cukup sekali aku tidak mengetahui dan mengenali kalian berdua," pungkasnya Pak Fuad dengan air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya itu.
"Aku tidak akan percaya begitu saja dan mengatakan kepada Anda siapa dan dimana Mamaku sekarang, sebelum Anda menghukum istrimu yang telah membuang dan menyembunyikan kami dari Mama," geram Dastan dengan wajahnya nampak tegang, urat di leher dan tangannya nampak jelas terlihat, tangannya mengepal kuat setelah mengetahui kejahatan dari Istri sekaligus ibu tirinya itu.
"Itu tidak mungkin!! Pasti kamu salah sangka," ujar Pak Fuad.
Pak Fuad terpojok dan tidak bergeming. Ia tidak menyangka jika ternyata istrinya lah yang berada dibalik kejadian tersebut hingga mereka harus hidup di panti asuhan dan diadopsi oleh orang-orang yang baik hati ikhlas dan tulus merawat dan membesarkan mereka hingga dewasa.
Dastan hanya menatap nanar dan jengah ke arahnya Pria yang mengatakan padanya adalah ayah kandungnya selama ini.
__ADS_1
......................
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
__ADS_1
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.