
Sedangkan di kamar yang yang bersebelahan dengan kamar Hyuna, yaitu tepatnya kamar Arjuna Alexander Agung.
Arjuna yang baru terbangun dari tidurnya setelah pukul 01.00 siang Arjuna mengeluhkan sakit di kepalanya. pusing yang dia rasakan belum hilang juga sedari semalam.
"Ya allah… apa yang terjadi padaku apa yang telah aku lakukan?" tanya Arjuna yang keheranan dengan kondisi tubuhnya sendiri.
Arjuna terduduk di atas ranjang king size-nya dan berusaha untuk mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
Arjuna hanya bisa mengingat saat dirinya melihat kekasihnya yang selingkuh di belakangnya dengan pria yang menjadi produser nya sendiri selama ini.
"Kamu tega sekali melakukan hal itu padaku?, apa kurangnya diriku ini haaaa!!! Aku sudah setia, cintaku tulus padamu!!!" lalu melempar semua benda-benda yang bisa diraih dan dalam jangkauan tangannya.
Braaakkkk….
Vas bunga serta barang-barang pajangan lainya sudah berhamburan di atas lantai keramik yang awalnya bersih sekarang dikotori oleh beberapa pecahan pecah beling.
Untung saja kamar yang dia sewa adalah kamar yang kedap suara sehingga sang pemilik berteriak kencang sebesar apa pun volume suaranya tidak akan mampu kedengaran hingga ke luar kamar tersebut.
"Dasar wanita ******, wanita tidak diuntung, wanita sial huhuuuhuhu," berbagai umpatan dan cacian Arjuna arahkan untuk mantan kekasihnya itu.
Arjuna kemudian tubuhnya luruh ke lantai dengan deraian air matanya yang menyayat hati sanubari siapa pun yang melihat kondisi dari Arjuna.
__ADS_1
Handphone yang tidak berdosa pun menjadi korban dari amukan dan kemarahannya Arjun. Hp itu terlempar ke dinding, untungnya hp yang digigit sepotong mereknya yang pastinya mahal dan tahan kuat walaupun dibanting dengan cara apa pun.
Arjuna semakin dibuat jengkel saat mengingat kembali hinaan yang dilontarkan oleh kekasihnya itu yang sudah menjadi mantannya.
Pesawat yang ditumpangi oleh Bagas, Hyuna dan Diandra sudah tinggal landas dan bertolak meninggalkan Bandara Ngurah Rai, Bali menuju Ibu Kota Jakarta, Soekarno Hatta.
Bruuukkkkk...!!
Suara lemparan pas bunga tersebut sangatlah keras dan kuat sehingga menimbulkan suara yang mengungkapkan telinga hingga pecahan beling dari pas bunga tersebut segala arah.
Pas bunga serta barang-barang pajangan yang berada di dalam kamar itu sudah berhamburan di atas lantai keramik, yang awal yang bersih mengkilap sekarang di kotori dan dinodai dengan beberapa pecahan pecah beling tersebut.
"Dasar wanita ******!! wanita tidak tahu di untung, wanita sial, aku sangat membencimu dan tunggu saja pembalasanku, aku akan membuat Kamu lebih hancur dari apa yang aku rasakan saat ini," tubuhnya kemudian luruh ke lantai di samping ranjangnya dengan deraian air matanya yang cukup deras bercucuran membasahi seluruh wajahnya.
Kondisi dari Arjuna sangat hancur hingga seketika berubah menjadi seperti orang gila saja. Handphone yang tidak berdosa pun sudah menjadi korban dari amukan dan kemarahannya.
HP itu terlempar ke dinding, untungnya hp dengan gambar apel yang digigit sepotong itu mereknya yang pastinya mahal dan tahan kuat, walaupun dibanting dengan cara apapun juga.
Arjuna semakin dibuat emosinya meninggi dan kesal jika mengingat kembali hinaan yang dilontarkan oleh kekasihnya itu yang sekaligus sudah menjadi mantannya.
Arjuna mengerang kesakitan saat kepalang kembali pusing dan berdenyut serta seperti berkunang-kunang.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaahhhhhh!!" Pekiknya Arjuna.
Arjuna kembali berteriak menumpahkan segala amarah, dendam dan bencinya yang sudah bercampur menjadi satu bagian di dalam hati dan pikirannya.
Hingga berlangsung beberapa menit kemudian. Setelah merasakan ketenangan dan kelegaan setelah menumpahkan segala gunda gulananya dan emosi yang terpendam di dalam dirinya.
Barulah Arjuna berdiri dan berjalan perlahan ke arah kamar mandi dengan berjalan sempoyongan ke dalam kamar sambil memegangi dinding tembok yang dilaluinya.
"Sayangnya Kamu tidak pantas lagi berada di dalam hatiku ini, Aku harus membuang Kamu jauh-jauh." Gumamnya Arjuna dengan penuh amarah.
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
Pesona Perawan
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
__ADS_1