Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 16. Fakta Yang Menyakitkan


__ADS_3

Hyuna pun segera mencari sandalnya kemudian berjalan ke arah dapur. Hyuna membuka lemari pendinginnya lalu mengambil air dingin dari dalam kulkasnya tersebut. Langsung meneguk air itu hingga tandas tak tersisa.


"Alhamdulillah segarnya," ucap Hyuna setelah meneguk air putih itu dan berhasil membasahi tenggorokannya.


Hyuna yang kehausan sedari tadi, lalu kembali berjalan ke kamarnya, tapi tiba-tiba langkah kakinya terhenti setelah tanpa sengaja melihat pintu kamar Bagas yang terbuka dan cahaya dari dalam kamarnya menyembul keluar.


Hyuna pun memutuskan untuk naik ke lantai du karena ingin menutup rapat pintu kamar itu. langkahnya Hyuna menaiki undakan tangga dengan langkah yang begitu yakin.


Hyuna ingin meraih dan memutar gagang pintu itu, tapi tangannya hanya menggantung, karena belum sempat memegang gagang pintu itu telinga Hyuna menangkap suara-suara ******* dari dalam kamar itu.


Suara yang membuat telinganya terasa panas dingin. karena penasaran dengan suara yang aneh itu menurutya. Hyuna semakin melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi Bagas yang baru sekali dia injakan kakinya di dalam kamar itu.


Hyuna dibuat terperangah melihat apa yang sedang dilakukan oleh suami dan kakak sepupunya. Hyuna langsung menutup kedua mulutnya menggunakan tangannya.


"Astaghfirullah," ucap Hyuna yang langsung mematung di depan pintu.

__ADS_1


Hyuna pun menangis tersedu-sedu dan segera menutup mulutnya agar dirinya tidak ketahuan kalo dia melihat perbuatan bejat mereka. Sedangkan Diandra semakin sengaja memperlihatkan apa yang dia lakukan bersama Bagas.


"Aaaahhh Mas, enak sayang, lagi dong aaaaahhhh,"


Diandra mengetahui kedatangan Hyuna dia tersenyum penuh kemenangan saat melihat air mata di wajah Hyuna mengalir deras.


"Hahahaha Sekaranglah waktu yang baik untuk Kamu tahu kalau aku lah yang seharusnya tinggal di rumah ini,"


Kaki Hyuna bagaikan jelly gamat yang tak mampu berdiri dengan tegak. Hatinya hancur lebur melihat suaminya berhubungan badan dengan wanita lain yang tidak lain adalah kakak sepupunya sendiri.


Diandra semakin memompa dirinya di atas tubuh suami orang lain. Diandra semakin mengeraskan suara seksinya dan ******* mereka sangat terdengar jelas di telinga Hyuna.


Tangis pilu dari Hyuna tidak menggoyahkan dan menyurutkan gairah dari Diandra dan Bagas. Mereka semakin menggenjot tubuh mereka sedangkan Hyuna yang sedari tadi menjadi saksi dari pergulatan mereka tidak berhenti menangis tersedu-sedu.


Hyuna meratapi nasibnya yang begitu malang hidup seatap dengan suaminya yang tidak pernah mencintainya dan menyayanginya bahkan sedikitpun perhatian tidak pernah ia dapatkan.

__ADS_1


Apalagi untuk disentuh oleh suaminya itu dan kenyataan yang baru dia lihat saat ini memukul begitu hebat sehingga hatinya hancur berkeping-keping.


Istri mana yang bahagia dan tersenyum melihat perselingkuhan suaminya di depan matanya sendiri dan di dalam rumahnya kejadian itu terjadi. Tapi itulah Hyuna selalu menutupi kekurangan Bagas di depan orang lain.


Hyuna berjanji untuk menutupi kelakuan jelek dan aib keluargany dan berharap tidak menjadi bahan gosip untuk dirinya dikemudian hari.


Hyuna terduduk di lantai kamarnya yang dingin, air matanya terus mengalir membasahi wajahnya.


" Ya Allah… apa yang harus aku lakukan? aku tidak sanggup lagi seperti ini terus, apakah aku harus meninggalkan Mas Bagas dan membiarkan terus perselingkuhan mereka, ya Allah semoga mas Bagas diberikan hidayah untuk berubah," pinta Hyuna di dalam hatinya.


Hanya kata-kata itu yang mampu Hyuna ucapkan dan lakukan. Hatinya sangat hancur berkeping-keping melihat kenyataan pahit itu, tapi hyuna tidak bisa berbuat apa-apa.


Hyuna hanya berharap suatu saat nanti bagas suaminya melihatnya dan menyayanginya serta perhatian kepadanya setulus hati.


Walaupun Bagas telah berselingkuh, tapi Hyuna tidak mampu untuk membenci suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2