Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 53. Perdebatan


__ADS_3

Hyuna berjalan tertatih kembali ke dalam kamarnya. Apa yang barusan dilihatnya membuatnya akan mengambil keputusan yang sangat penting dalam hidupnya.


"Aku harus pergi dari sini, Aku tidak ingin membuat mereka menanggung beban dan malu hanya karena gara-gara kesalahan diriku ini," lirihnya sambil kembali berjalan ke arah dalam kamarnya.


Hyuna menutup pintu kamarnya dengan sangat hati-hati. Hal itu dilakukannya agar tidak ada yang mengetahui, jika dia mendengar semua apa yang orang-orang itu katakan. Tujuan kedatangan mereka ke rumah Suaminya untuk mengusirnya.


Ia naik ke atas ranjang kecilnya lalu duduk menselonjorkan ke dua kakinya. Dia tidak lupa mengunci rapat pintunya. Air matanya tidak berhenti menetes walaupun sesaat saja.


"Ya Allah tolonglah hambaMu ini, Aku harus berbuat apa?" Cicitnya dengan menangis tersedu-sedu.


Tubuhnya bergetar,air matanya menetes membasahi pipinya, kepalanya sedikit pusing. Seharian ini, belum ada sedikit pun makanan yang masuk ke dalam perutnya.


Perutnya kadang bergejolak ingin muntah jika harus mencium bau aroma dari bumbu makanan. Sedangkan di luar ruangan kamarnya, tepatnya di dalam ruang tamu. Bagas, ibunya serta Diandra bersitegang. Mereka saling beradu argumentasi dan sama-sama tidak yang mau mengalahkan dengan keputusan dan pendirian mereka sendiri.


Mereka berdebat tentang apakah harus segera mengusir dan menceraikan Hyuna atau bagaimana. Bagas tidak mungkin melakukan hal itu, sedangkan Bu Sulis pasti sangat kecewa jika hal itu sampai terjadi.


"Aku tidak sanggup mengusir bahkan untuk menceraikannya, gimana pun juga Hyuna adalah wanita yang baik," tutur Bagas yang menunduk karena tidak ingin bertatap muka langsung dengan Diandra.


Diandra yang melihat suaminya berdiri mematung dan tidak berbicara seperti itu sedikit curiga.


"Apa Mas Bagas mulai tertarik dan tersentuh dengan nasibnya wanita ja lang itu? Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, aku harus secepatnya mengambil langkah selanjutnya," cicit Diandra.


Namanya juga Diandra, dia tidak kehabisan akal dan cara untuk melaksanakan ide dan taktiknya selama ini.

__ADS_1


"Mas Bagas,kok diam saja, ayok bicara dong?" Dyandra menggoyang tubuhnya Bagas.


"Mas, apa Kamu tidak perduli dengan semua ultimatum yang diberikan oleh orang-orang tadi? Aku takut Mas gimana kalau gara-gara Hyuna membawa pengaruh jelek kepada calon bayi kita nantinya?" Rengek Diandra sembari mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit itu.


Ibu Sulistiawaty ingin sekali membuat Diandra terdiam sesaat dan tidak perlu repot-repot ikut campur dan membuang tenaganya untuk mengusir Hyuna.


"Diandra ibu mohon diamlah, apa hati nurani Kamu sedikit pun tidak merasa iba dan kasihan dengan kondisinya Hyuna?" Sarkas Bu Sulis yang jengah melihat tingkah lakunya Diandra.


Diandra menunduk karena tidak ingin memperlihatkan wajahnya yang sudah kesal dan jengkel dengan sikap dan perkataan dari ibu mertuanya.


"Diandra!!! Hyuna itu sepupu Kamu, apa Kamu sudah melupakannya dan Kamu perlu tahu semua ini terjadi karena Kamu, hanya Kamu lah letak kesialan rumah tangga Bagas dan Hyuna," geram Bu Sulis.


Ibu Sulistiawaty menatap ke arah Diandra dengan penuh amarah. Diandra pun demikian bahkan semakin membenci Hyuna.


"Diam!!!" teriak Bagas.


"Aku mohon diamlah!!!, tolong jangan menambah beban pikiranku, kalau Kalian seperti ini terus sama saja membuatku pusing," bentak Bagas yang baru kali itu mengeraskan volume suaranya di hadapan ibu kandungnya.


Ibunya terdiam mematung dan menunggu keputusan dari anak sulungnya. Apa pun yang diputuskan oleh Bagas, itu yang terbaik untuk mereka terutama untuk Hyuna.


Diandra kembali mendekati suaminya dan berharap apa yang dia inginkan sesuai yang diputuskan oleh suaminya. Mereka saling bertatapan satu sama lainnya. Mereka sama-sama memiliki keinginan yang berbeda.


"Aku berhasil memprovokasi mereka, Bagas sudah masuk perangkapku, hahaha dasar pria tolol," umpat Diandra yang menatap ke arah suami sirinya itu.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2