Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 80. Cemburu Tanda apa?


__ADS_3

"Sayang," Hyuna membeo.


"Apa aku salah yah jika aku memanggil kamu dengan sebutan sayang?" Tanyanya Guntur dengan tersenyum penuh arti.


"Tidak salah sih hanya saja, gimana dengan gadis yang seringkali menelpon Abang, apa dia gak marah?" Tanyanya Hyuna.


"Gadis… gadis yang mana yang kamu maksud?" Tanyanya Guntur yang melupakan sebenarnya tentang perempuan itu yang sempat ada dikontak hpnya.


Guntur ingin tertawa tapi ia berusaha untuk menahan tawanya.


"Emangnya kenapa sih gadis itu dipermasalahkan? Wajar saja lah kalau banyak gadis yang tertarik padaku, secara wajahku gantengnya paripurna, aku masih single," tuturnya Guntur dengan wajahnya yang memerah menahan tawanya.


Hyuna yang mendengar perkataan dari Guntur langsung terenyuh hatinya. Dia tidak menyangka jika Guntur akan berkata seperti itu padanya.


"Berarti kalau gitu itu Cewek seksi yang pakai baju kekurangan bahan pacarnya Abang yah?" Tanyanya Hyuna yang keceplosan.


Guntur yang mendengar perkataan dari Hyuna semakin tak bisa menahan tawanya dan dia bahagia karena sudah mengetahui jika, Hyuna masih ada rasa untuknya.


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah, gadisku cemburu," batinnya Guntur.


"Kenapa Abang diam? Abang diam berarti itu tandanya apa yang aku katakan benar adanya kan? Ayo ngaku saja!" Pungkasnya Hyuna dengan wajah seriusnya.


"Apa aku harus jujur padamu atau boong nih?" Tanyanya Guntur sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya.


"Emangnya aku menginginkan jawaban kebohongan Abang? Aku pasti berharap Abang jujur," pintanya Hyuna yang sudah duduk di atas dipannya dengan raut wajahnya yang sudah berubah masam dan ditekuk.


"Baiklah aku akan jujur, gadis itu adalah….," Ucapannya Guntur terputus.


Tut… tut… tut..


Hyuna yang sudah bersiap menanti perkataan kejujuran dari Guntur semakin kesal dan jengkel karena apa yang diinginkannya tidak sesuai dengan harapannya.


"Uuhhh Abang Guntur!!" Pekiknya dibalik bantalnya.

__ADS_1


Hyuna berteriak kencang di dalam kamarnya tapi, menutup mulutnya dengan bantal agar suaranya tidak sampai kedengaran hingga keluar ruangan kamarnya. Pasti akan membuat Pak Hasan dan Bu Tika akan terganggu dan pasti mereka akan datang ke kamarnya karena penasaran.


Guntur bukannya sengaja mematikan sambungan teleponnya tapi, karena hpnya yang kehabisan daya baterainya. Ia lupa men-charge baterai hpnya. Padahal dia sudah menjelaskan semuanya sejujurnya kepada Hyuna tapi sayangnya itu percuma saja.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Hyuna sudah bangun dari tidurnya. Ia melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu lalu membereskan seisi kamarnya.


"Ya Allah… lancarkanlah semuanya, semoga aku diterima jadi sekretaris di Perusahaan tersebut," gumamnya Hyuna saat memeriksa kembali beberapa berkas lamaran kerja sesuai petunjuk dari Guntur.


Guntur hari ini pun memulai rencananya, untungnya hanya dihitung jari orang-orang yang mengenalnya di sana.


"Austin ingat untuk beberapa hari kedepan kamu yang akan gantikan aku jadi Presdirnya di Perusahaan Global Utama TBK dan aku akan jadi pegawai biasa saja, tapi satu hal lagi informasikan kepada semua pegawai yang sudah mengenalku untuk diam dan mengikuti alur rencana yang aku sudah buat," tuturnya Guntur.


"Boleh bertanya sesuatu Bos?" Tanyanya Austin yang melihat atasannya melalui kaca spionnya.


Guntur menatap ke arah Austin sebelum menjawab pertanyaan dari asisten pribadi sekaligus adik angkatnya itu.


"Silahkan dan diperbolehkan, emangnya kamu mau tanya apa?" Tanyanya Guntur yang menghentikan aktivitasnya yang sedang memeriksa beberapa berkas meetingnya.


"Aku melakukan ini semua demi gadis yang sedari dulu aku sayangi tapi karena kebodohan dan keegoisanku yang membuat kekasih ku harus meninggalkannya," jawabnya Guntur yang menerawang jauh ke beberapa tahun terakhir saat dia memutuskan untuk meninggalkan Hyuna tanpa pamit.


"Apa gadis yang dulu sering Abang katakan padaku?' tanyanya Austin yang semakin kepo dan penasaran dengan apa alasan yang mendasari perpisahan mereka.


Austin berusaha untuk mengingat wajahnya gadis itu,dia tersenyum saat teringat dengan wajah perempuan itu.


"Kalau gadis itu wajar sih Abang akan bersikap seperti sudah cantik,baik hati dan ramah walaupun cara berpakaiannya dulu sedikit kampungan sekarang," Austin membatin.


Seperti itulah percakapan dan panggilan mereka jika hanya berdua saja. Mereka saudara angkat karena Austin adalah putra dari kepala pelayan dari kakeknya Guntur bahkan kakeknya tidak pernah membedakan mereka dalam segala hal kecuali masalah harta.


Mereka sama-sama lulusan SD, smp, SMA bahkan dari kampus Oxford university's dan mereka bersamaan juga lulusnya jadi sarjana S2 hingga sekarang. Mereka sudah dekat sejak kecil hingga mereka banyak yang menduga mereka adalah kembar Siam saja.


Guntur dan kedua orang tuanya sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut karena mereka bersyukur dan berterima kasih kepada ibunya Austin yang dengan ikhlas menjaga dan merawat kakek dan neneknya Guntur hingga mereka wafat tanpa mengeluh sedikit pun.


"Aku penasaran dengan wajahnya yang sekarang apa masih sama seperti dulu tapi apa masih kampungan yah?" Gumamnya Austin yang membuat senyuman tipisnya di wajahnya yang cukup ganteng tapi belum Bisa mengalahkan kegantengannya Guntur yang cetar membahana.

__ADS_1


Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.


...****************...


Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Cinta dan Dendam


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya

__ADS_1


__ADS_2