
Sudah hampir satu tahun berjalan pernikahan mereka, setiap hari seperti itu saja tidak ada perubahan sedikitpun dari hubungan mereka.
Hyuna pun merasa bosan dan berniat meminta izin kepada suaminya untuk kembali bekerja seperti dahulu.
Tetapi, berulang kali dia pikirkan matang-matang sebelum mengutarakan keinginannya itu di depan Bagas.
Hari ini Bagas tidak masuk kerja karena sedang libur dari kantornya kebetulan hari ini adalah hari minggu. sehingga bermalas-malasan saja sambil memainkan gawainya dan saling berkirim chat dengan Diandra.
Bagas kemudian bangun dari tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi karena akan bersiap keluar rumah.
Hari ini Bagas ingin bertemu dengan Diandra, mereka sudah berjanji untuk bertemu di akhir pekan dan akan menghabiskan waktu mereka seperti biasa.
Hyuna mondar-mandir di depan pintu kamar Bagas, tapi niatnya langsung di urung kan karena hyuna tidak ingin membuat Bagas marah dengan permintaan konyolnya.
Walaupun Hyuna sangat ingin kembali bekerja seperti dahulu, tapi Hyuna juga takut jika niatnya untuk membuat Bagas marah kepada-nya dan mengancamnya lagi dengan kata perceraian.
__ADS_1
Karena itulah Hyuna tidak jadi meminta izin kepada bagas untuk kembali bekerja.
"Mungkin yang terbaik Aku seperti ini saja, tidak usah kembali bekerja lagi, Aku tidak ingin membuat Mas Bagas sampai marah-marah lagi," tuturnya.
Sedangkan Bagas yang sudah selesai berpakaian pun sudah bersiap untuk berangkat. Hpnya seketika Berbunyi saat dirinya menuruni undakan tangga.
Bagas dengan cepat dan semangatnya mengangkat telponnya itu. Diandra yang menelponnya sehingga sangat lincah untuk mengangkat telpon itu.
"Halo sayang," ucap Bagas dengan sumringah.
"Ya Allah... sabarkan hati ini, hanya Engkau yang mampu membolak-balik hati dan perasaan seseorang, jika Mas Bagas adalah jodohku di dunia ini maka dekatkanlah, dan jika dia bukanlah untukku maka jauhkanlah dia dari hidupku," lirihnya.
Air mata itu perlahan luruh juga dan buliran bening itu membasahi pipinya. Hyuna kembali melanjutkan pekerjaannya untuk menyelesaikan masakannya.
Walaupun selama ini Bagas sedikit pun tidak pernah menyentuh makanan yang dimasak oleh tangannya, tapi Hyuna tetap memasak untuk dirinya saja.
__ADS_1
Walaupun sikap Bagas yang sangat kasar dan sama sekali tidak perhatian kepada nya, tapi Hyuna sama sekali tidak marah ataupun dendam bahkan membenci Bagas sedikit pun tidak pernah, apalagi untuk berniat melakukan hal tersebut.
Hyuna selalu berdoa agar rumah tangganya mendapatkan keberkahan dan ada sedikit secercah harapan untuk merubah kehidupan keluarganya yang tidak normal itu.
Kadang terbersit sedikit niat dan harapan dari Hyuna yang ingin kehidupan rumah tangganya seperti layaknya orang lain yang bahagia menjalani kehidupan rumah tangganya.
Sore harinya Bagas menelepon Hyuna untuk menyampaikan kepadanya, jika kedua orangtuanya akan datang berkunjung ke rumah mereka. Bagas pun menyuruh Hyuna untuk segera memindahkan beberapa pakaiannya ke dalam kamar pribadi Bagas yang kosong.
Bagas tidak ingin kedua orang tuanya curiga dan mengetahui, jika mereka selama ini tinggal di kamar yang berbeda bahkan tidur bersama pun tidak pernah mereka lakukan.
Karena Itulah Bagas meminta Hyuna untuk memindahkan sebagian barang-barangnya yang ada di lantai satu ke lantai dua rumahnya.
Barang-barang yang ada di kamarnya Bagas sebagian dipindahkan serta barang-barang Hyuna ke dalam kamar kosong yang ada di sebelah kamar pribadinya.
Bagas melakukan hal itu bertujuan, untuk mencegah agar kedua orang tua Bagas tidak mencurigai kenyataan yang ada. Jika mereka tahu yang nantinya akan membuat mereka shock dan terkejut kemungkinan besarnya mereka bisa jatuh sakit.
__ADS_1