Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 101. Perhatian Tulus


__ADS_3

"Ya elah ini anak kapan ada sikap feminim dan lemah lembutnya, masih saja begini padahal sudah tinggal dan menetap di luar negeri UK Inggris London," ledek Vanesa yang mendapatkan pelototan matanya Jingga sahabatnya sendiri yang seakan-akan matanya ingin melompat saja dari kedua kelopak matanya.


"Biasa saja reaksi gaes, anak gadis tapi gak ada lemah lembutnya, masih seperti dulu lagi tidak ada yang berubah, pantesan cowok yang kamu suka jadi ilfeel melihat tingkahmu dan kelakuan itu!" Ejek Austin.


Austin adalah kakak angkatnya Jingga yang tersenyum meremehkan ke arahnya Jingga yang sudah malu dengan tanggapan dari beberapa orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Maafkan sikap temanku Bu, Pak Hasan, Mbak Hyuna seperti itu emang sikapnya jika terkejut dengan sesuatu yang tiba-tiba dan spontan," kilahnya Vanessa yang menutupi sifat dan tabiat asli dari sahabatnya itu yang ceplas-ceplos tanpa filter kadang tapi hatinya baik.


Jingga segera duduk kembali ke posisi semula yaitu di kursi yang berdekatan dengan kakaknya Austin. Seperti itulah sikapnya Jingga jika terlalu terkejut dan bahagia dengan sesuatu hal.


"Syukur Alhamdulillah, aku bersyukur dan bahagia karena Dastan bukanlah kekasihnya Mbak Hyuna malahan akan menjadi kakak ipar ku, aku malahan bahagia sekali atas hal itu, tapi yang jadi pertanyaan kenapa mereka berdua ada di tempat ini, bukannya kerja malah kelayapan hingga ke rumahnya Pak Hasan," batinnya Jingga yang masih sesekali tersenyum sumringah.


"Maaf boleh tanya, Abang Dastan kok ada di sini, kenapa bukannya harus kerja dulu?" Tanyanya Vanesa yang sudah tidak bersabar ingin memecahkan rasa keponya yang tiba-tiba muncul itu.


"Abang ke sini karena atas perintah dari Big Bos tempat kami bekerja, karena kebetulan pemilik perusahaan keluar negri sehingga kami memeriksa setiap karyawan yang hari ini tidak masuk ke kantor untuk didatangi rumahnya, hal ini kami lakukan sebagai wujud dan bentuk perhatian kami agar seluruh karyawan perusahaan menjadi semakin rajin," jelasnya Austin yang langsung menjawab pertanyaan dari Vanessa sembari memberikan kode kepada Dastan agar tidak keceplosan menceritakan siapa bos mereka.


"Iya… iya betul sekali apa yang dikatakan dan dijelaskan oleh Austin," timpal Dastan yang hampir melupakan rencana besar bosnya untuk mendapatkan dan merebut hatinya Hyuna adiknya.


"Oohh begitu yah, itu ide dan terobosan yang bagus, aku yakin semua karyawan akan Semangat bekerja agar menunjukkan dedikasinya yang semakin tinggi," timpal Vanesa.


"Sepertinya aku harus chat Jingga,agar tidak kelepasan atau keceplosan mengatakan jika Guntur adalah pemilik perusahaan karena akan menjadi gawat darurat dan upaya Guntur akan menjadi sia-sia saja," batinnya Dastan yang melirik ke arah Austin sembari mengangkat hpnya agar Austin cepat tanggap.


Austin yang ditatap seperti itu segera membuka hpnya untuk membaca pesan chat yang dikirim oleh Dastan ke nomor kontaknya. Austin tersenyum smirk ke arah Dastan lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Austin segera mengirim chat ke nomor hpnya Jingga agar dia tahu misi Guntur selama ini. Ia tidak ingin gara-gara kedua perempuan bocah tengil itu tujuan dan rencananya Guntur terganggu bahkan bisa hancur berantakan.

__ADS_1


Bipp..


Hpnya Jingga berdering sekaligus bergetar. Ia segera mengaktifkan layar hpnya. Ia sedikit terkejut dan matanya terbelalak melihat isi pesan chat dari Abangnya itu. Ia kemudian menganggukkan kepalanya dan menaikkan kedua jarinya tanda setuju dan akan membantu kakaknya itu agar berhasil dan lancar jaya rencananya mereka.


Bu Tika datang membawa nampan yang berisi beberapa gelas minuman dan sepiring kue sebagai teman minuman tersebut. Bu Rita menaruh gelas tersebut ke atas meja dengan mengatur dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.


"Silahkan diminum dan dicicipi minuman serta kue brownies apa adanya Tuan dan Nona Muda!" Pinta Bu Rita sembari tersenyum ramah ke arah mereka.


"Makasih banyak Bu, tidak perlu repot-repot kok, ini sudah lebih dari cukup kok Bu," jawabnya Dastan.


"Iya Bu ini sudah banyak dan kuenya sangat enak dan lezat loh Bu Rita," pujinya Vanesa yang sudah mencicipi kue tersebut.


"Mbak Hyuna bagaimana keadaannya sekarang? Kalau ada yang sakit kami akan antarin Mbak ke rumah sakit," usulnya Jingga karena melihat Hyuna yang sesekali meringis kesakitan hal itu terlihat dari mimik wajahnya Hyuna yang kadang menahan sakitnya.


Pak Hasan refleks menolehkan kepalanya ke arah Hyuna lalu berjalan ke Hyuna yang sedari tadi terdiam dan menahan terus rasa perih dan ngilu di bagian sekitar kakinya yang terluka.


"Bapak tidak perlu khawatir kok, aku baik saja, aku hanya butuh istirahat yang cukup," ujarnya Hyuna.


Bu Rita segera berjalan ke arah lemarinya untuk mengambil kotak p3knya. Ia sungguh cemas melihat kondisi Hyuna yang kesakitan.


"Kenapa bisa kakimu terluka, tolong jelaskan apa yang terjadi pada putriku dan kenapa bisa seperti ini?" Tanyanya Pak Hasan dengan raut wajahnya yang cemas dan khawatir dan ada rasa takut yang mendera dari wajah kedua orang tua angkatnya Hyuna yang sudah berjongkok di depan putrinya itu.


Dastan yang melihat perhatian yang tulus dari pasangan suami istri itu membuatnya terharu dan bahagia karena adiknya mendapatkan orang-orang yang mengelilinginya semuanya orang baik.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.

__ADS_1


__ADS_2