
Ibu Sulistiawaty hanya menatap iba anak menantunya itu tanpa ada rasa sedikitpun untuk berkata jujur.
Bukannya tidak mau berbicara atau pun tidak ada niat untuk berterus terang, tapi Beliau tidak ingin membuat hati menantu kesayangannya harus terpuruk dan hancur dengan fakta yang ada.
Air mata Hyuna pun luruh juga, air matanya perlahan menetes membasahi pipinya. Hingga tetesan air matanya sudah berjatuhan membasahi punggung kakinya ibu Sulistiawaty.
Air matanya itu terasa sangat dingin. Hyuna sudah berlutut di depannya. Seperti seseorang yang pesakitan saja.
Diandra semakin dibuat jengkel dan marah dengan sikap ibu mertuanya dengan suami sirinya tersebut.
"Hahahah," batinnya Diandra bersorak penuh kegembiraan.
Tawa Diandra menggema di seluruh penjuru ruangan tersebut. Bagas dan Mertuanya hanya melihat ke arah Diandra dengan wajah yang tidak bisa terbaca sedikit pun.
"Hyuna apa Kamu tolol atau terlalu pintar yah?" Maki Diandra.
Diandra berbicara seperti itu lalu berjalan ke arah Hyuna berada. Dia lalu membantu membangunkan Hyuna agar segera berdiri dari posisi berlututnya.
Hyuna tidak ingin memperlihatkan wajahnya ke hadapan Diandra. Hyuna merasa terlalu sedih dan kecewa serta harga dirinya sebagai seorang istri sah sudah terenggut.
"Ayok tatap Aku Hyuna!!" Pinta Diandra.
Diandra memegang ke dua tangannya Hyuna dan membantu Hyuna untuk berdiri sehingga mereka berdiri berhadapan. Tapi, Hyuna sedikit pun tidak mengangkat kepalanya.
"Apa Kamu ingin mengetahui apa yang terjadi padamu sebenarnya?" Tanyanya yang tersenyum licik.
Tanya Diandra dengan senyuman liciknya yang sedari tadi tidak pernah luntur dari senyumannya itu.
Hyuna tidak menggerakkan sedikit tubuhnya tanda isyarat kalau dia mengiyakan perkataan dari Diandra Kakak sepupunya itu.
"Baiklah kalau begitu, Kamu setuju atau pun tidak, Saya tetap akan jelaskan sebenarnya sesuai dengan kenyataan yang ada," jelas Diandra.
Hyuna barulah mengangkat wajahnya ke arah Diandra. Hingga Diandra semakin menyunggingkan senyumannya.
"Kamu sekarang sedang hamil sudah hampir tiga bulan, dan pria yang telah menghamili Kamu adalah Mas Bagas, tapi Suamimu itu terlalu takut dengan ancaman yang aku berikan padanya," jelasnya Diandra yang mengejek Hyuna.
__ADS_1
Diandra menekan perkataannya di saat mengucapkan kata-kata ancaman tapi hanya mereka berdua yang mampu mendengarnya karena Bagas dan Mertuanya seakan-akan tubuh mereka sudah terbang melayang hingga ke langit tingkat tujuh.
Jederrrr...
Perkataan yang meluncur dari bibirnya Diandra membuat langkah kakinya mundur selangkah. Tubuhnya bergetar hebat, air matanya menetes membasahi wajahnya semakin deras saja.
Bibirnya bergetar hebat, hidungnya kembang kempis saking shock dan tidak percayanya dengan apa yang dikatakan oleh Diandra.
"Tidaaaakkkk!! itu pasti tidak mungkin, aku yakin Kamu berbohong padaku, Diandra Aku mohon bicaralah kalau apa yang Kamu itu adalah salah dan kebohongan besar!" Pekiknya Hyuna.
Hyuna kemudian berjalan ke arah Ibu mertuanya.
"Ibu!! Hyuna mohon bicara lah dan sanggah apa yang dikatakan oleh Diandra adalah kebohongan besar!" Tutur Hyuna.
Ibu mertuanya tidak bergeming sedikit pun dan seperti seorang patung Pancoran Jakarta saja.
Hyuna tidak mendapatkan jawaban apa pun sehingga, Hyuna beralih ke arah Bagas yang tidak berkutik dan terdiam saja sedari tadi.
"Mas Bagas, katakan sama mereka kalau yang Hyuna temanin malam itu di Pulau Raja Ampat adalah Mas Bagas?" Tanyanya di hadapan Bagas Suaminya.
Bagas hanya sedih melihat kondisi Hyuna, bagaimana pun juga dia adalah manusia yang masih punya hati nurani sedikit, walaupun selama ini sudah bersikap kasar dan sering sekali cuekin Hyuna selama mereka menikah.
Hyuna sesekali sesegukan dan melap air matanya yang sudah membanjiri wajahnya yang putih mulus itu.
"Mas Bagas yang pertama kalinya yang Hyuna melewati malam itu kan, jadi itu tidak mungkin kalau pria lain," jelasnya.
Hyuna berharap apa yang dikatakannya benar adanya. Hyuna berharap besar jika apa yang barusan dia utarakan adalah sesuai fakta dan kebenaran yang ada.
Bagas pun memilih untuk jujur saja dan sudah sangat kasihan dan prihatin dengan kondisi Hyuna.
Bagas memegang tangan Hyuna untuk pertama kalinya selama pernikahannya itu. Bagas yang biasanya menampik atau menghempaskan tangannya dengan kasar, tetapi untuk kali ini dia terang terangan memegang tangan Hyuna di depan umum.
"Hyuna, Mas harap Kamu bisa menerima kenyataan ini, jika orang yang bersama Kamu malam itu adalah bukanlah Aku, bukan Bagas suami Kamu, tapi orang lain yang Saya pun tidak tahu identitasnya."
Penjelasan yang diucapkan oleh Bagas membuat Hyuna terpukul dan terjatuh sedalam-dalamnya hingga ke dasar jurang yang paling terdalam.
__ADS_1
Air matanya semakin menetes membasahi wajahnya. Hyuna tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dirinya sudah kotor dan tidak layak untuk bersanding dan mendampingi suaminya lagi.
Ibu Sulistyowati sangat kasihan dan sedih melihat nasib Hyuna yang begitu memilukan. Keterpurukan Hyuna menjadi kebahagiaan Diandra.
"Pasti kalian bohong!!!!" Pekik Hyuna.
"Kamu itu bego atau terlalu lugu yah? sudah tahu dengan jelas kalau bayi yang di dalam kandungan Kamu itu anak dari pria lain, bukan suamimu yang menghamili Kamu berarti calon bayi kamu itu adalah anak haram," maki dan hinaan dari Diandra.
Hyuna refleks menampar wajahnya Diandra dengan sangat keras. Dyandra ingin membalas, tapi tangannya di cegah oleh seseorang.
Diandra menolehkan kepalanya ke arah tangan seseorang yang memegang dan mencegahnya. dia semakin terbakar rasa amarah yang menggebu di dalam hati dan pikirannya itu.
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you...