
"Kalau seperti ini aku bisa pertimbangkan perasaanku padamu Vanessa gadis kecilku," gumam Austin yang diam-diam memuji kecantikan dan sifatnya Vanessa.
"Mungkin sebaiknya aku memperbaiki diriku, dan merubah semua sifat dan kelakuan jelekku dan mulai detik ini aku harus belajar untuk melupakan kakak Austin, hampir enam tahun aku selalu mendekati dan mengejarnya tapi, selalu juga aku kecewa dan lagi lagi berujung dengan sakit hati dan kecewa yang tidak berkesudahan," Vanessa membatin sembari terus menatap intens ke arahnya Austin.
Vanesa berusaha untuk menahan laju air matanya dengan cara sesekali menatap ke arah langit-langit rumahnya Pak Hasan ataupun mencoba untuk tersenyum walaupun hatinya kecewa dan terluka.
Cinta memang butuh untuk diperjuangkan tapi cinta yang bagaimana dulu, jika cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan untuk apa dan tidak ada juga gunanya. Itulah yang dirasakan oleh Jingga dan Vanesa.
Berbagai macam perasaan yang dirasakan oleh mereka. Ada yang sudah bertekad untuk berubah memperbaiki penampilannya dan juga hatinya. Ada juga yang ingin meraih cintanya selama ini dia pendam.
Vanesa langsung nyosor masuk ke dalam mobilnya yang biasanya menunjukkan sifat manjanya atau pun ingin diperhatikan setiap kali bertemu dengan Austin Texas pria pujaan hatinya selama ini.
"Maaf kakak, mungkin jalan yang terbaik aku hapus semua rasa yang telah tumbuh dan ada sedari dulu di dalam hatiku, biarlah aku yang mengalah dan juga aku sudah jenuh dan lelah untuk selalu mengejar dan berharap cintamu, aku ikhlas untuk pergi dari hidupnya kakak mungkin sebaiknya aku penuhi permintaan Mami untuk mengelola perusahaannya yang ada di Shanghai China, walaupun sangat susah tapi aku akan berusaha untuk melakukan hal itu," batinnya Vanesa dengan berat hati.
"Abang kami pamit pulang dulu, kami minta maaf sudah ganggu aktivitasnya, assalamu alaikum," pamit Jingga sebelum masuk ke dalam mobilnya Vanesa yang berpamitan kepada Dastan.
"Jingga, kamu akan langsung pulang ke rumah atau ke Apartemen kamu dulu?" Tanyanya Austin yang juga sudah bersiap untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Rencananya aku mau mampir ke tempatnya Vanessa dulu Abang, jadi mungkin setelah itu baru pulang ke rumahnya Mami, kalau Abang gimana?" Tanyanya Jingga kepada Kakak angkatnya itu tapi pandangan matanya sesekali melirik ke arah Dastan yang sudah duduk manis di balik kemudi mobilnya.
"Bukannya kamu mau ke M…," perkataan Vanessa terpotong karena tiba-tiba kakinya mendapatkan injakan lembut dari sepatu catsnya Jingga disertai dengan pelototan mata yang cukup tajam dan isyarat pula.
"Hehehe, iya kami akan singgah ke ke rumah aku dulu habis itu baru Jingganya pulang deh.. iya kan Jingga?" Timpal Vanessa Hudgens yang bertanya kepada Jingga agar perkataannya tidak diragukan oleh mereka.
"Baiklah kalau begitu, ingat harus jaga diri baik-baik dan jangan pulangnya terlalu malam," pungkasnya Austin.
__ADS_1
Kedekatan mereka antara Austin, jingga dan Guntur tidak terlihat seperti saudara angkat semata Tapi, bahkan melebihi dari saudara kandung. Mereka sering berbagi suka maupun duka apa lagi mengenai urusan percintaan mereka masing-masing.
Austin sangat bersyukur karena kemurahan hatinya Bu Rima dan Pak Triyoga yang mengangkat dan mengadopsinya jadi anak sehingga ia terbebas dari hidup melarat, menderita dan terbebas dari kehidupan di jalanan.
Dastan dan Vanessa mereka sudah menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya tapi, arah mereka berlawanan. Dastan dan Austin masih akan pulang ke kantornya sedangkan Vanessa akan menemani Jingga untuk singgah sebentar di Mall untuk mencari pakaian yang sedikit tertutup.
Jingga berencana untuk membeli banyak pakaian dan hijab. Ia merasa malu pada dirinya sendiri saat mendapatkan teguran dari pria yang dicintainya. Ia menyadari jika selama gaya berpakaiannya cukup seksi dan terbuka. Padahal mami dan Papinya sudah cukup pusing dan melarangnya dengan berbagai nasehat tapi, sama sekali tidak digubris dan diperdulikannya.
Mungkin hari ini hati nurani dan pikirannya sudah terbuka lebar untuk berubah menjadi perempuan dewasa yang memakai pakaian tertutup dan lebih sopan lagi bahkan dia sudah memutuskan untuk memakai hijab walaupun bukan hijab syar'i yang paling penting baginya tidak seksi dulu.
"Walaupun Abang Dastan tidak mencintaiku dan mungkin memang bukanlah jodohku tapi, aku sudah bertekad untuk Berubah dan memperbaiki diriku lagi, aku tidak ingin harus hidup dalam keadaan seperti ini terus menerus," lirihnya Jingga yang menatap terus kepergian mobil Dastan hingga tidak terlihat lagi di pandangan matanya melalui kaca spion.
Berselang beberapa saat kemudian, mobilnya Vanesa sudah terparkir cantik di basement Mall. Mereka menuju lantai empat tempat letaknya butik khusus pakaian gamis cewek dan ibu-ibu yang sangat cukup modis dan modelnya modern terlengkap di dalam Mall tersebut.
Jingga melirik sekilas ke arah sahabat rasa Saudara kandungnya itu sebelum menjawab pertanyaan dari temannya Vanesa," insya Allah keputusanku sudah bulat dan mantap Van, aku tidak ingin terus hidup seperti ini, umurku juga sudah 23 tahun gak ada artinya bertambah terus kalau cuma angkanya saja yang bertambah tapi kelakuan, tingkah laku dan karakter serta sifat aku tambah minus saja," imbuhnya Jingga yang panjang lebar.
Vanessa dibuat tercengang oleh perkataan dari sahabat terbaiknya itu, ia tidak menyangka ternyata Jingga sudah mulai berpikiran dewasa dan bijaksana.
"Aku salut sama kamu sekaligus juga bangga karena bisa keluar dan terbebas dari galau akan ditolak terus menerus oleh Abang Dastan, aku juga sudah memutuskan untuk menerima saran dan usulan dari Mami Hi, untuk menetap dan tinggal di China saja," seloroh Vanesa yang membuat Jingga terkejut setengah mati.
"Apa!!! Kamu akan pergi ke Shanghai??" Pekiknya Jingga.
Ucapan dari Jingga yang lebih mirip dengan teriakan itu membuat beberapa pengunjung butik tersebut menolehkan kepalanya ke arah mereka berdua tanpa terkecuali pegawai yang sedari tadi menemani mereka memilih pakaian yang cocok dan pantas untuk mereka.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.
__ADS_1