
"Ya Allah… lancarkanlah semuanya semoga aku diterima," batinnya Hyuna sambil menyodorkan sebuah map kelengkapan berkas administrasinya ke tangan salah satu panitia penerimaan pegawai baru.
Perempuan itu menatap ke arah Hyuna dari ujung rambut hingga ujung kakinya," cantik dan ayu tanpa polesan make up yang tebal tapi sayangnya statusnya sudah menikah di sini, tapi kalau aku perhatikan sepertinya masih gadis dan jauh banget bedanya penampilan, bodynya, postur tubuhnya kalau dia seorang janda," Pegawai itu membatin yang tidak bisa menyembunyikan dan memungkiri kekagumannya pada Hyuna.
Hyuna mundur dan mencari tempat duduk yang pas untuknya tapi, tanpa sengaja ia melihat Guntur yang kebetulan menenteng map yang seperti tadi dipegangnya.
"Apa Abang juga baru mau melamar, aku kira dia sudah bekerja di sini, kalau gitu semoga kami sama-sama diterima di sini, amin ya rabbal alamin," Hyuna membatin.
Setelah melewati berbagai tahap tes, tibalah pada tes terakhir sesuai masing-masing kualifikasi pendidikan mereka. Hyuna ditempatkan di ruangan AB sesuai dengan Ruangan khusus untuk menerima pelamar jadi calon sekretaris Presiden Direktur perusahaan Global Utama TBK.
Sesi tes interview paling terakhir adalah tes langsung yang diberikan oleh Presdir Perusahaan. Pintu terbuka dan masuklah beberapa orang yang memakai setelan jas yang lengkap, modern, mahal dan tentunya dengan kualitas bahan pakaian yang bagus.
Semua mata perempuan yang ada di dalam sana melototkan matanya saking terpesona dan terpananya melihat beberapa pria yang dengan wajah yang sangat tampan dengan body mereka yang atletis.
Hyuna bukannya terpesona tapi,ia tidak menyangka jika dari salah satu diantaranya merupakan, ada sosok mantan suaminya yang sebenarnya sangat tidak ingin ditemui sebenarnya.
"Ya Allah.. kenapa aku harus bertemu lagi dengannya, andai saja bisa aku ingin bersembunyi dari Mas Bagas," batinnya Hyuna dengan raut wajahnya yang jengah melihat kedatangan Bagas dengan yang lainnya.
Sedangkan Bagas malahan sangat senang karena dia bisa lebih dekat lagi dengan mantan istrinya dan berniat untuk melakukan pendekatan lagi.
"Aku harus berusaha meyakinkan Pak Austin untuk menjadikan Hyuna sebagai sekretarisku," Bagas membatin dengan senyuman liciknya.
Austin yang baru saja mendapatkan informasi dari Guntur mengatakan nama gadis yang harus dijadikan sekretaris dari Presdirnya adalah Hyuna. Austin mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dan memperhatikan satu persatu dari b 10 gadis cantik yang ada di dalam ruangan tersebut.
Pandangan matanya tertuju pada satu sosok perempuan yang memakai baju lengan panjang dan memakai celana panjang yang sangat pas di tubuhnya hingga terbentuklah lekukan tubuhnya itu.
"Apa dia Hyuna? Dari penampilannya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya dengan gadis sekitar lima tahun lalu sangatlah berbeda tapi, tahi lalat yang ada di hidungnya yang paling aku ingat, aku yakin dia adalah Hyuna wanita pujaannya Abang," Austin membatin sembari tangannya mencari map berkas cvnya Hyuna.
Senyumannya terbit dari sudut bibirnya saat melihat cvnya Hyuna, dugaannya tidak salah lagi dan sesuai dengan perkiraan dan prasangkanya.
__ADS_1
"Ternyata itu dia, pantesan Abang sangat tergila-gila padanya, walau sudah berstatus janda tapi, kalau janda dengan model seperti ini aku juga mau," gumamnya Austin sambil membaca biodata lengkap Hyuna.
Berselang beberapa saat kemudian, panitia pelaksana sudah mengumumkan kepada peserta jika interview sudah dimulai. Semua perhatian mata tertuju pada sosok pegawai itu yang ternyata dia adalah Bagas.
Hyuna yang baru menyadari bahwa Bagas adalah ketua panitia pelaksana segera menundukkan kepalanya saking tidak Sudi dan tidak maunya dia bertatapan dengan matanya Bagas yang seakan-akan ingin menelannya hidup-hidup.
"Bagaimana caranya aku meyakinkan Pak Austin Mahone agar memenuhi dan menerima permintaan dan keputusanku agar Hyuna jadi sekretaris," lirihnya Bagas.
Bagas segera mengirimkan pesan chat ke nomor hpnya asisten pribadinya sang presdir. Sudah hampir lima tahun Bagas bekerja di Perusahaan tersebut tapi sekalipun belum pernah melihat langsung wujud dan tampangnya Guntur yang hanya bertemu dengan karyawan terbaiknya di sana itu pun hanya sekilas saja.
Ting..
Hpnya Austin berdering tanda ada pesan yang masuk ke nomor hpnya. Dia segera melihat ke arah layar HPnya dan spontan menyunggingkan senyuman penuh artinya. Austin hanya melirik sekilas ke arah Bagas yang ternyata meliriknya juga.
"Mau macam-macam rupanya, nggak mungkin bisa kamu bisa mengabulkan permohonan dan permintaanmu kalau mau berhadapan langsung dengan pemilik perusahaan kita terlebih dahulu, lagian apa yang kamu inginkan dan impikan hanya sebatas angan semata saja, jangan terlalu bermimpi dan berharap tinggi," umpatnya Austin.
"Aku masuk dulu yah," ujarnya Hyuna yang ternyata masuk ke ruangan khusus untuk menerima sekretaris untuk presdir mereka.
Bagas mencari-cari cvnya Hyuna tapi tidak ditemukannya," tadi ada di atas sini, aku ingat dengan baik karena aku sendiri yang menyimpannya tapi, kok gak ada yah?" Bagas kelimpungan dan kecewa karena ternyata Austin sama sekali tidak menanggapi pesannya itu.
Bagas memeriksa seluruh permukaan atas mejanya, ia pun melihat ke bawah kolong meja tapi, hasilnya nihil tidak ada.
Austin yang melihat hal itu hanya tersenyum melihat tingkah lakunya Bagas dengan raut wajahnya yang pucat dan kecewa serta frustasi karena keinginannya tidak terpenuhi untuk kali ini.
Padahal biasanya jika ada sekretaris baru yang cantik dengan body yang aduhai pasti dia berhasil mendapatkan menjadi sekretarisnya.
"Pria itu sangat tampan, aku harus bisa mendapatkannya bagaimanapun caranya, karena Pak Austin sama sekali tidak menggubris dengan apa yang aku lakukan," cicitnya seorang perempuan yang kebetulan ikut juga dalam tes tersebut.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.
__ADS_1