Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 44. Keraguan Diandra


__ADS_3

"Mas ini berita yang sangat bagus loh, kalau perempuan itu hamil bukan Mas yang menghamilinya itu sangat bagus Mas, Kamu punya alasan yang kuat untuk menceraikan dia," ucap Diandra yang sangat sumringah dengan info itu.


Bagas yang diajak berbicara tidak merespon apa pun perkataan dari istri sirinya. Bagas sibuk dengan pemikirannya sendiri yang kecewa dengan kenyataan yang ada.


"Aku harus gimana, aku tidak mampu untuk membela dan mengakui kalau aku lah pria yang melakukan semua ini di depan orang lain," Bagas mengutuk dirinya sendiri yang tidak mampu untuk bersikap dewasa dan jujur.


"Hey Mas!!" teriak Diandra dengan menggoyang lengannya Bagas yang berdiri mematung seperti patung bundaran Hi saja.


Diadra sudah nampak kesal dengan sikapnya Bagas yang seperti orang linglung saja. Diandra sudah emosi melihat tingkah Suaminya.


"Kalau Hyuna hamil, siapa yang menghamilinya? Kapan hal itu terjadi? selama mereka menikah sekalipun tidak pernah keluar rumah atau dia bertemu diam-diam dengan pria itu di luar sana di saat Aku tidak ada di rumah."


Berbagai macam pertanyaan muncul dibenaknya Diandra. Dia sangat tidak percaya dengan semua kenyataan yang ada.


"Apa jangan-jangan Mas yang menghamili perempuan bodoh itu? Mas Bagas sedari tadi terdiam dan menghayal." Diandra membatin.


Diandra kembali berusaha untuk menyadarkan Bagas sebelum terlambat. Diandra melihat ke sekelilingnya, mencari sesuatu benda yang bisa dipakai olehnya untuk membangunkan Bagas dari mimpi di siang bolongnya.


"Itu dia, ada buku yang cocok dipakai untuk memukulnya."


Diandra kemudian berjalan ke arah rak buku yang berdiri kokoh di dalam kamar minimalis itu. Kamar yang hanya berukuran 4x5 itu menjadi saksi bisu setiap luka, tangis sedihnya selama ini.


Diandra tanpa segan memukul kuat tangan suaminya dengan sebuah buku.


"Aauuhhh," keluhnya Bagas dengan mengelus lembut tangannya yang dipukul itu, lalu menatap tajam kearah Diandra yang sudah berwajah jutek melebihi nenek lampir.

__ADS_1


"Makanya kalau diajak bicara telinga dipasang baik tuh, biar saya tidak bicara seperti orang gila."


Dia sangat kesal melihat sikap suaminya itu.


"Kenapa sih dia seperti itu? Aku harus bertanya padanya apa benar itu calon anaknya atau milik laki-laki lain."


Hyuna sedari tadi tertidur dan sedikit pun tidak terusik dengan perdebatan yang dilakukan oleh suami dan selingkuhannya itu.


"Mas tolong jawab yang jujur, apa benar bukan Mas yang menghamilinya atau Pria lain yang gak jelas orangnya?" tanya Diandra yang sangat ingin mengetahui kebenarannya.


"Apa Kamu sudah gila Haaa, tidak mungkin aku yang menghamilinya Diandra, Satu kali pun Aku tidak pernah menyentuhnya seujung kuku pun nggak," ucapnya dengan nada suara yang cukup tinggi dari biasanya.


Ibu Sulistiawaty yang mendengar perkataan dari mulut putra tunggalnya itu membuatnya shock dan terkejut dengan kenyataan yang ada.


Ibu Sulistiawaty tadi tidak sengaja mendengar percakapan mereka tentang apa yang dialami oleh menantu kesayangannya itu.


Bagas dan Diandra bersamaan menoleh ke arah pintu, di mana keberadaan ibunya dengan wajahnya keheranan saking tidak percaya dengan kenyataan yang ada.


Diandra tersenyum ke hadapan mertuanya itu dengan senyuman khasnya yang selalu merendahkan orang lain itu.


Beliau pun berjalan ke arah Bagas lalu berkata,"Kenapa kamu bisu Bagas?, tolong katakan pada Ibu sejujurnya, apa yang terjadi pada menantu kesayangan ibu," tanya Ibu Sulistyowati yang berdiri di depan putra sulungnya itu.


Bagas seperti seseorang yang tidak tahu bicara apa pun. Lidahnya keluh seketika dan tidak menyangka jika ibunya yang akan mengetahui jika putranya bersikap seperti itu kepada Hyuna.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:

__ADS_1



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you...

__ADS_1


__ADS_2