Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 34. Cincin Spesial


__ADS_3

Sedangkan Hyuna dengan suaminya sendiri. Sehingga awalnya Bagas kesusahan dan cukup kesulitan untuk membobol gawang pertahanan dari Hyuna yang masih tersegel dengan sangat kuat. Penghalang itu cukup membuat kesulitan dari pergerakan Bagas.


"Ternyata dengan Hyuna lebih terasa seninya dan keindahannya dibandingkan dengan Diandra padahal mereka sama-sama seorang perempuan, apa karena Hyuna adalah istri sahku?" Cicitnya dengan kebimbangan dan kebingungan melanda hati dan perasaannya.


Sedangkan Diandra masih saja mondar mandir marah-marah dan mengumpat dengan berbagai macam bahasa sudah diucapkan olehnya.


Takkan pernah 'ku menyalahi cinta


Yang ku jaga hanya untuk satu kasih


Yang terakhir dan yang pasti untuk selama Kesetiaan akan terwujud


'Ku tak mau menyerahkan semua di awal


Bila belum ada satu kepastian


Suatu kesalahan bila kau mencintaiku


Hanya untuk malam pertama


Malam pertama kan kuserahkan


Segala cintaku yang hanyalah untukmu

__ADS_1


Yang ku ingin kau menghargai


Sebagai kepatuhan bukan kepuasan semata Cintaku bukan karena hayatku


Kuingin semua terjadi dengan restu


Dalam pelukan tersenyum penuh arti


Jangan pernah ada ucap perpisahan


Jiwa-raga ini tak lari kemana


Bila memang aku adalah takdirmu


Hyuna terbangun dari tidurnya dan segera bangkit, tapi langkahnya terhenti karena tiba-tiba dia merasakan ada yang ngilu, perih dan sakit bersamaan saat bergerak sedikit saja.


" Ya Allah… kenapa bagian intiku begitu ngilu dan perihnya tidak tertahan seperti baru saja teriris silet." Hyuna mengeluh kembali terduduk lalu memegang bagian daerah sensitifnya.


Hyuna terduduk sambil mengingat kejadian yang dilaluinya semalam. Hyuna langsung tersipu malu saat mengingat kembali kejadian semalam yang begitu panjang dan panasnya.


Wajahnya langsung merah merona bagaikan seperti tomat segar, jika kembali harus mengingat kejadian semalam saat dia dan Bagas melakukan hubungan intim yang pertama kalinya, setelah pernikahannya yang hampir setahun itu.


" Mas Bagas sangat perkasa bahkan membuat milikku berdenyut hebat dan menginginkan berulang kali, Mas Bagas ternyata sangat seksi dengan suara sensual nya yang begitu lembut dan penuh gairah di telingaku," Hyuna tersipu malu dan semakin memerah wajahnya jika mengingat kejadian di kala itu.

__ADS_1


Hyuna pun memaksakan dirinya untuk bangkit dari duduknya karena baru teringat, jika hari ini dia dan yang lainnya akan pulang ke Jakarta.


Walaupun sakit, tapi Hyuna tetap berusaha untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membasuh miliknya dengan air hangat.


Ia berendam di dalam bathtub sambil menuangkan sabun aromaterapi serta ramuan tradisional untuk mengurangi rasa perih yang dia rasakan.


Hyuna pun bersiap untuk pulang dan meninggalkan Pulau Raja Ampat yang penuh dengan kenangan indah yang tidak akan pernah dia lupakan untuk selamanya.


Hyuna memakai pakaiannya dan memoles wajahnya dan memakai pakaian yang sedikit tertutup terutama di bagian lehernya. Karena banyaknya tanda kepemilikan yang ditorehkan di sana oleh Bagas yang sangat samar dan jelas terlihat dengan mata telanjang. Dengan warna yang memerah kebiruan.


Hyuna pun bercermin dan melihat penampilannya, lalu memeriksa tanda kissmark yang disimpan oleh suaminya, tanda dari keganasan Bagas yang ingin melahap habis dirinya yang begitu menggoda di mata Arjuna.


"Sepertinya sudah tidak kelihatan? kalau sampai ada yang lihat pasti malu jadinya, aku taburi sedikit krim alas bedak foundation pasti akan tertutup dengan baik," ucap Hyuna lalu memeriksa kembali ke dalam tasnya dan mencari alat make up-nya yang dia cari itu.


"Alhamdulillah ketemu juga, untung aku bawa padahal rencananya gak mo aku bawa," lalu segera mengolesinya di atas permukaan kulitnya yang terdapat tanda kemerahan itu.


Hyuna tak henti-hentinya dan tidak bosan-bosannya untuk tersenyum malu-malu jika mengingat kejadian semalam yang begitu mendamba dan berteriak keenakan saat milik suaminya Bagas yang ternyata Arjuna menancap dengan begitu gagahnya di dalam area goa segitiga bermudanya.


Hyuna yang melihat kondisi kamarnya yang seperti kapal pecah segera merapikan seluruh isi kamarnya, walaupun semua itu tugas dari pegawai kebersihan hotel, tapi Hyuna malu jika meninggalkan kamarnya dalam keadaan yang hancur kacau balau.


Hyuna merapikan seprei ranjangnya, hingga tanpa sengaja menjatuhkan sebuah benda yang terbentuk kotak. Hyuna penasaran dengan Isi benda tersebut, lalu memungutnya kemudian memeriksa kotak tersebut.


"Ini kan kotak perhiasan, siapa yang punya, aku kan tidak memiliki kotak seperti ini, apa jangan-jangan ini milik Mas Bagas yang diberikan khusus untuk aku yah?" tanyanya pada dirinya sendiri sambil sekali-kali memeriksa bentuk cincin itu.

__ADS_1


__ADS_2